Unik, Kembalinya Orang Suriname dan Menetap di Tanah Minang

Suriname berada di Benua Amerika bagian selatan ( Sumber : Trover )
Suriname berada di Benua Amerika bagian selatan ( Sumber : Trover )

Tongar adalah salah satu desa yang berada di kelurahan Aia Gadang, Pasaman Bagian Utara Sumatera Barat. Desa tersebut dihuni oleh orang-orang Jawa-Suriname. Terdapat lebih dari 400 jiwa dari keturunan Jawa Suriname ada di Desa Tongar. Jarak dari kota Padang menuju Desa Tongar sekitar 85km dengan waktu tempuh sekitar 5-6 jam.

Seperti yang kita ketahui. Suriname berada di Benua Amerika bagian selatan. Amerika Selatan juga dulunya sebuah negara kecil berpenduduk sekitar 534 ribu bernama Suriname. Di pulau itu, 15 persen penduduknya adalah orang-orang Jawa.

Pada saat Indonesia Merdeka, masyarakat Suriname sempat datang ke Indonesia. Pada pertengahan tahun 1951 didirikanlah sebuah Jajasan ke Tanah Air (JTA) dipimpin oleh Salikin Hardjo dari PBIS (Persatuan Bangsa Indonesia Suriname). Dan berhasil membawa 32.965 Jawa di Suriname. Lalu pada tahun 1953 Mereka membawa satu kapal lagi, dengan membawa sekitar 300ribuan keluarga. Karena Jawa terlalu padat penduduknya maka dari itu Presiden RI pertama, Soekarno Hatta memberikan lahan di desa Tongar, Sumatera Barat.

Mereka yang ada di tampung di Sumatera Barat lalu membersihkan tanah, membangun rumah dan membangun desa yang bernama Tongar berada di kabupaten Pasaman. Namun kehidupan sosial masyarakat Tongar begitu terintegerasi oleh masyarakat dengan kehidupan masyarakat sekitar Sumatera Barat seperti Minangkabau, Trans Jawa, Batak. Hal tersebut memberikan dampak terhadap masyarakat Tongar dengan terjadinya percampuran Budaya.

Baca Juga : Festival Budaya Minangkabau Digelar di Tanah Datar

ADVERTISEMENT

Informasi yang terdapat di akun Instagram @akutahu yang menjelaskan beberapa fakta singkat mengenai Jawa Suriname yang ada di Tanah Minang. sontak salah satu turunan Jawa Suriname berkomentar " Secara bahasa masih ada beberapa yang menggunakan bahasa jawa saat berada disana. Namun Bahasa Jawa yang mereka pakai jauh lebih medok dan sedikit kasar, pungkas akun instagram @ikamardikan.


Reporter : Annissa Nur Jannah

Redaktur : Landy Primasiwi

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Anak Emas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING