Sempat Ditolak Warga, Bantuan Sosial di Jabar Bakal Dievaluasi

Sempat Ditolak Warga, Bantuan Sosial di Jabar Bakal Dievaluasi - GenPI.co
Sempat Ditolak Warga, Bantuan Sosial di Jabar Bakal Dievaluasi. Foto: Humas Pemprov Jabar

GenPI.co - Penyaluran bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jabar akan terus diperbaiki. Bansos senilai Rp 500 ribu itu merupakan salah satu dari sembilan pintu bantuan kepada warga terdampak pandemi covid-19. 

Sembilan pintu tersebut yaitu Kartu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, bansos dari presiden untuk perantau di Jabodetabek, Dana Desa (bagi kabupaten), Kartu Pra Kerja, bantuan tunai dari Kemensos, bansos provinsi, dan bansos dari kabupaten/kota.

BACA JUGAAlasan Pentingnya Anak Berjemur Selama Pandemi Covid-19

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun menggagas Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu) yang bertujuan untuk memastikan semua masyarakat Jabar dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya.

Meski begitu, bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah berbeda dari segi nilai, jenis, waktu penyebaran dan mekanismenya.

"Terkait video viral ada penolakan bantuan sosial itu yang pertama tentunya kami memohon maaf. Karena dalam proses-proses seperti ini memang situasi yang sulit,” ujarnya  dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2020).

Ada hampir 7 juta keluarga yang harus di data. Di sisi lain, warga tidak bisa menunggu sehingga proses mencicil bantuan ini mungkin menimbulkan persepsi yang tidak sama. Bantuan itu ada sembilan pintu dan yang baru datang bantuan dari provinsi, pintu nomor tujuh.

“Kepada tetangga yang tidak kebagian bansos dari pintu nomor tujuh, mungkin dia menyangka tidak akan mendapat bantuan. Mispersepsi inilah yang nanti akan kita evaluasi, baik kepada RT RW, kepada PT Pos, kepada semua pihak,” katanya.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya