TVRI Kisruh Lagi, Eks Kontributor Majalah Playboy Jadi Dirut

TVRI Kisruh Lagi, Eks Kontributor Majalah Playboy Jadi Dirut - ilustrasi (Foto: YouTube)
TVRI Kisruh Lagi, Eks Kontributor Majalah Playboy Jadi Dirut - ilustrasi (Foto: YouTube)

GenPI.co - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai penetapan Iman Brotoseno menjadi Direktur Utama (Dirut) TVRI tidak sesuai dengan Tap MPR Nomor VI/MPR/2001 Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. Hal itu karena, Iman pernah menjadi kontributor majalah Playboy Indonesia.

BACA JUGABikin Suami Betah Di Rumah, 4 Zodiak Ini Memang Sangat Istimewa

Di dalam TAP itu, salah satu poinnya adalah pentingnya etika sosial dan budaya, yaitu dengan ‘perlu menumbuhkembangkan kembali budaya malu, yakni malu berbuat kesalahan dan semua yang bertentangan dengan moral agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa.’

"Disayangkan sekali, Rekam Jejak calon Dirut TVRI yang baru sebagai eks kontributor Majalah Playboy Indonesia tidak menggambarkan hal itu. Apalagi, terkait majalah tersebut, dari pimpinan redaksi hingga beberapa modelnya pernah diproses secara hukum, berkaitan dengan delik kesusilaan," ujar HNW dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (29/5).

HNW juga berpendapat, bahwa pengangkatan Dirut TVRI dengan rekam jejak seperti itu yang tidak sesuai dengan budaya beragama di Indonesia, justru akan membuat gaduh dan resah di tengah masyarakat yang dilanda kesusahan karena pandemi virus corona.

ADVERTISEMENT

BACA JUGA: Jika 3 Zodiak Ini Bersamamu, Kamu Akan Selalu Beruntung

"Masyarakat yang mestinya dibantu dengan hadirnya kebijakan-kebijakan yang membanggakan dan menenteramkan agar menguatkan religiusitas, dan harapan serta kepercayaan pada institusi negara, dan karenanya akan berkontribusi mengatasi Covid-19, anehnya malah kembali disodori keputusan yang menimbulkan kontroversi," tuturnya.

Apalagi, lanjut HNW, dengan posisi di mana warga diminta bekerja dan belajar dari rumah saja, tentu salah satu kegiatan yang mereka rujuk adalah tayangan TV, terutama TVRI yang bisa menjangkau masyarakat Indonesia secara sangat luas hingga ke seluruh pelosok Indonesia.


Reporter : Andi Ristanto

Redaktur : Tommy Ardyan

loading...

BERITA LAINNYA