Stories: Share your traveling moment!

Sapek, Alat Musik Magis dari Kalimantan

Alat musik satu ini memiliki ukuran yang cukup besar dan berbentuk seperti perahu atau sampan
Alat musik satu ini memiliki ukuran yang cukup besar dan berbentuk seperti perahu atau sampan

Indonesia memang memiliki kekayaan budaya yang tak terhitung jumlahnya, termasuk alat-alat musik tradional yang berasal dari berbagai pelosok budaya. Salah satunya adalah Gitar Dayak atau Gitar Kalimantan yang disebut Sape atau Sapek. 

Selain suaranya yang merdu, alat musik Sapek dipercaya memiliki kekuatan magis. Konon, alat musik ini dipercaya dapat memberikan perlindungan dan kekuatan untuk melawan sihir jahat. Hiasan di kepala sapek yang berbentuk binatang mitologis burung enggang, juga menambah kesan magis dari alat musik suku Dayak tersebut.

                                                            

Alat musik satu ini memiliki ukuran yang cukup besar dan berbentuk seperti perahu atau sampan, dengan panjang sekitar 1 meter. Sapek yang memiliki 2 senar dan 4 tangga nada ini dimaikan dengan cara dipetik, layaknya sebuah gitar. Ukurannya yang besar menjadi keunikan tersendiri bagi alat musik asli Indonesia ini, bahkan tangan orang dewasa pun sulit untuk menjangkau pegangannya.

Baca Juga : Pesona Kerajinan Tangan Kalimantan Terpancar di PRI 2018

Alat musik ini terbuat dari kayu pelakik atau sejenis kayu keras lainnya, seperti kayu nangka. Jenis dan kekuatan kayu menentukan kualitas suara Sapek, semakin keras kayu dan semakin banyak urat kayu, akan makin bagus kualitas suara Sapek.

Sapek terdiri dari dua jenis, yaitu Sapek Kayaan dengan bentuk badan yang lebar dan Sapek Kenyah dengan badan yang lebih kecil dan memanjang. Alat musik ini biasanya dimainkan di pesta rakyat, seperti saat ritual pesta panen.

Alat musik Sapek semakin populer setelah dimainkan di video klip Alffy Rev, yang mengaransemen ulang seluruh theme song Asean Games 2018 Kedepannya semoga alat musik tradisional ini tetap lestari dan banyak dikenal serta dimainkan oleh para generasi muda.

Reporter: Yasserina Rawie

Redaktur: Landy Primasiwi



RELATED NEWS