Kisah Hidup Penyair Amir Hamzah akan Dipentaskan di Panggung

Seluruh pendukung pementasan teater bertajuk Nyanyi Sunyi Revolusi, di Galeri Kaya, Jakarta Pusat. Sabtu (12/01).
Seluruh pendukung pementasan teater bertajuk Nyanyi Sunyi Revolusi, di Galeri Kaya, Jakarta Pusat. Sabtu (12/01).

Sebagai bentuk komitmen terhadap upaya mengangkat sasaran Indonesia kedalam seni pertunjukan, Titimangsa Foundation didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan menggelar sebuah pementasan teater bertajuk Nyanyi Sunyi Revolusi. 

Pementasan ini mengangkat kisah hidup seorang penyair besar Indonesia, yakni Amir Hamzah yang akan dipentaskan pada dua hari, pada tanggal 2-3 Februari pukul 20:00 WIB di Gedung Kesenian Jakarta. Jakarta Pusat.

Nyanyi Sunyi Revolusi berkisah tentang Amir Hamzah dalam hubungan percintaan terhadap manusia dan negaranya, maka dari itu Titimangsa Foundation akan menghadirkan para pemain yang sangat berdedikasi dan merasa tertantang dengan dirinya untuk berkembang dalam seni peran dan kretifitasnya, seperti diantaranya Lukman Sardi, Prisia Nasution, Sri Qadariantin, Dessy Susanti dan masih banyak lagi.

                                                        Kisah Hidup Penyair Amir Hamzah akan Dipentaskan di Panggung

Sosok Amir Hamzah adalah salah satu keluarga bangsawan Melayu Kesultanan Langkat, sebuah kerajaan yang pada masa Hindia Belanda terletak di Sumatera Timur. Lewat kumpulan puisinya Nyanyi Sunyi (1937) dan Buah Rindu (1941) memposisikan nama Amir Hamzah sedemikian penting dalam kesusasteraan Indonesia.

Amir juga disebut sebagai "Raja Penyair Pujangga Baru". Selain sebagai penyair, Amir Hamzah juga dikenal sebagai salah seorang yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional.  

" Kisah hidup Amir Hamzah ini terceritakan sangat apik dalam karya seorang Nh Dini penulis buku 'Amir Hamzah, pangeran dari seberang'. Penulisan naskah pementasan ini juga bersumber salah satunya dari buku karyanya. Saya selalu mengagumi tulisan Nh Dini. Kekaguman saya pada Amir Hamzah dan Nh Dini inilah yang mendorong saya untuk berupaya mewujudkan cita-cita ini." Ujar Happy Salma, selaku produser pementasan dari Titimangsa Foundation, di Gedung Indonesia Kaya. Sabtu(12/01)

Dalam pertunjukannya nanti tiket masuk akan dijual dengan beberapa varian harga diantaranya VVIP Rp. 600.000 ,VIP Rp. 500.000, Kelas 1 Rp. 400.000 dan Kelas 2 Rp. 250.000.

Baca Juga : Tembang Soldier of Fortune Pengunjung Teater ASIT


Reporter: Asahi Asry Larasati

Redaktur: Landy Primasiwi

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER