Stories: Share your traveling moment!

Kemenpar Dukung Wonderful Indonesia Restoran di Tiongkok

TIONGKOK – Promosi yang menyasar wisatawan Tiongkok terus dilakukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Termasuk dengan mendukung pembukaan Wonderful Indonesia Restoran di Dan dong, Liaoning Tiongkok, Jumat (11/1).

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional I Vinsensius Jemadu mengatakan, dukungan ini sangat strategis. Terlebih untuk semakin mempromosikan pariwisata Indonesia.

"Pangsa pasar wisatawan Tiongkok sangat potensial untuk terus digarap. Penetrasi ini menjadi penting, apalagi Tiongkok merupakan salah satu pangsa pasar utama pariwisata Indonesia. Selain itu restoran yang dibuka ini bernama Bali Indonesia Restaurant, dimana nama Bali begitu terkenal di Tiongkok. Ini kesempatan kita untuk bisa masuk lebih dalam lagi," ujar Vinsensius, yang hadir dalam pembukaan tersebut.

Kuliner merupakan diplomasi sosial yang paling halus, cepat, dan efektif untuk mempopulerkan sesuatu ke pasar global. Apalagi pada kesempatan itu berbagai kuliner terbaik Indonesia diboyong untuk dipromosikan kepada para tamu undangan. Seperti rendang, nasi goreng, aneka soto, sate ayam, sampai perkedel. Suguhan begitu dinikmati undangan.

"Perkembangan tren wisata kuliner kian meningkat. Hal ini membuat Kemenpar terus mengenjot keberadaan restoran Indonesia yang ada di luar negeri. Tujuannya untuk semakin memaksimalkan celah untuk menggaet wisatawan mancanegara," ucap Vinsensius.

Pria yang akrab disapa VJ itu menambahkan, restoran Indonesia merupakan mitra yang sangat strategis. Restoran-restoran ini dapat memainkan peran yang sangat strategis sebagai etalase pariwisata Indonesia.

"Ini merupakan restoran WI pertama di China Utara. Tepatnya di Provinsi Liaoning. Restoran ini diharapkan menjadi tempat penyediaan informasi tentang keindahan alam budaya dan keramahtamahan Indonesia. Karena, di restoran ini juga akan ditayangkan video promosi destinasi Indonesia. Juga, berbagai poster destinasi di Indonesia.  Kedekatan Kota Dandong dengan Ibu Kota Shenyang, akan meningkatkan minat wisata masyarakat Provinsi Liaoning  ke Indonesia. Mengingat dari Kota Shenyang sudah ada charter flight Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, serta Lion. Dengan rute ke Denpasar dan Manado. Dalam 3 sampai 6 bulan ke depan, pemilik Restoran WI akan segera membuka restoran yang sama di Kota Dalian di provinsi yang sama," ungkap Vj.

Terpisah, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya mengatakan, promosi melalui diplomasi kuliner ini diharapkan mempererat hubungan people to people contact antara masyarakat Tiongkok dan Indonesia. Sehingga meningkatkan pemahaman tentang budaya kuliner Indonesia. Goalnya tentu meningkatkan minat kunjungan ke Indonesia. Dimana pada nantinya diplomasi kuliner ini juga dapat memicu investasi di sektor lainnya. 

"Kita harapkan dengan pembukaan restoran ini dapat mendongkrak angka kunjungan wisatawan asal Tiongkok. Dan tentunya kemudian berkembang kerjasama-kerjasama dengan sektor lain seperti sektor perdagangan, budaya, ekonomi, pertanian serta yang lainnya," ucap Nia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memang terus memacu pertumbuhan wisata kuliner sebagai salah satu produk pariwisata unggulan. Produk ini dirasa paling mudah didorong untuk melangkah cepat "go international". Pasalnya Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa. Selain itu Indonesia memiliki destinasi wisata kuliner yang menyebar di seantero Nusantara. Dan itu semua didukung kuat oleh  industri kuliner Indonesia, termasuk restoran Indonesia di mancanegara.

"Tak kenal maka tak sayang. Kalau sudah kenal rasa kuliner Indonesia, mereka akan tertarik berwisata ke Indonesia. Karena itu restoran Indonesia di luar negeri adalah wajah pariwisata Indonesia. Mereka mempunyai andil signifikan untuk mempromosikan pariwisata khususnya wisata kuliner," ucap Menpar Arief.

Pria Berdarah Banyuwangi itu juga menyebut, sektor kuliner dalam industri pariwisata menyumbang sekitar 30%-40% pendapatan pariwisata. Ekonomi kreatif berkontribusi sebesar 7,38% terhadap perekonomian nasional dengan total PDB sekitar Rp852,24 triliun, dari total kontribusi tersebut subsektor kuliner menyumbang 41,69%.

"Diplomasi terbaik di dunia baik secara sosial budaya maupun ekonomi adalah melalui kuliner. Kuliner adalah diplomasi ekonomi paling halus (soft diplomacy). Saya meyakini restoran-restoran Indonesia di luar negeri ini akan menjadi channel diplomasi kuliner yang sangat ampuh untuk mempromosikan Indonesia di luar negeri," pungkasnya. (*)

Reporter: Cholis Faizi Sobari

Redaktur: Cholis Faizi Sobari



RELATED NEWS