5 Provinsi Ini Diajak Garap Desa Wisata

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kementerian Pariwisata, Vitria Ariani menjadi pembicara di Rakor
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kementerian Pariwisata, Vitria Ariani menjadi pembicara di Rakor

BANDAR LAMPUNG – Jurus-jurus sakti kembali diperlihatkan Kementerian Pariwisata di arena Rakor Pemberian Dukungan Pengembangan Destinasi Area Sumatera III dan IV di Swiss Bell Hotel, Lampung, Jumat (8/2). Provinsi dan Kabupaten/Kota asal Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu serta Lampung langsung diajak garap desa wisata.

Lantas mengapa harus desa wisata? Apa benefit yang bisa didapat? Apa bisa menghasilkan income yang wah bagi masyarakat desa?

Benefitnya ternyata banyak. Dari keuntungan materi hingga non materi, semua ada.

"Kalau suatu desa menjadi desa wisata, saya jamin nggak ada urbanisasi besar-besaran ke kota," kata Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kementerian Pariwisata, Vitria Ariani saat menjadi pembicara di Rakor Pemberian Dukungan Pengembangan Destinasi Area Sumatera III dan IV di Swiss Bell Hotel, Lampung, Jumat (8/2).

Manfaat lainnya, tidak membutuhkan cost yang besar. Modal yang dibutuhkan relarif sedikit.

ADVERTISEMENT

"Gambarannya kira-kira begini. Kalau dibuat Desa Agro makan biayanya pasti besar. Ada pembelian bibit, biaya pengurusan. Belum lagi waktu yang lama untuk memanen. Makanya, paling cepat dan paling murah adalah menjadi Desa Wisata," papar wanita yang juga pendiri Binus University Cultural and Tourism Research itu.

Keuntungan lainnya, desa sudah mempunyai nilai yang bisa dikemas menjadi wisata. Itu bisa didapat dari kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

"Saya selalu memakai prinsip see, feel and explore. Coba lihat orang kota yang datang ke desa. Pasti dia akan melihat suasana yang rindang dan hijau, lalu merasakan suasana yang tenang dan udara yang sejuk. Kemudia melihat orang membajak sawah yang basah-basahan di lumpur bersama kerbau. Itulah suatu value yang bisa dikemas dan dijadikan atraksi wisata," paparnya.


Redaktur : Cholis Faizi Sobari

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Ootd Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING