Bersiap, Supermoon akan Muncul Kembali di Pertengahan Februari

Ilustrasi fenomena Supermoon (Foto: Gloucestershire Live)
Ilustrasi fenomena Supermoon (Foto: Gloucestershire Live)

Setelah muncul pada 21 Januari lalu, fenomena alam Supermoon akan kembali terlihat di langit Indonesia pada pertengahan bulan Februari. Fenomena bulan super ini diprediksi akan datang pada 19 Februari 2019.

“Istilah Supermoon mengacu pada kondisi bulan purnama saat berjarak dekat dengan bumi (perigee). Dari bumi, bulan akan berada di atas cakrawala sejak matahari terbenam sampai fajar tiba. Kesempatan baik untuk mengamati bulan dan kawah-kawahnya," ujar Avivah Yamani, penggiat astronomi dari komunitas Langit Selatan Bandung, seperti dikutip Tempo, Selasa (11/2).

Menurut Avivah jarak terdekat bulan dengan bumi pada 19 Februari nanti lebih dekat dari sebelumnya. Rentangnya mencapai 356.761 km. Sementara pada Supermoon 21 Januari lalu, jarak terdekat bumi dengan bulan tercapai sehari setelahnya sejauh 357.342 kilometer.

“Saat Supermoon, bulan akan lebih cemerlang belasan persen dari purnama biasa. Ukurannya pun terkesan membesar dengan kisaran kurang dari 10 persen. Dampak Supermoon umumnya dikaitkan dengan potensi pasang air laut secara maksimum,” imbuhnya.

Setelah fase purnama, bulan secara perlahan akan bergeser waktu terbitnya semakin malam. Mengutip laman Langit Selatan, purnama perigee atau Supermoon pada Februari ini merupakan yang terdekat jaraknya. Pada 2019 ini masih akan ada dua kali lagi purnama perigee.

Reporter: Hafid Arsyid

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Annissa Nur Jannah
Reporter
Annissa Nur Jannah

KULINER