Lewat Peringatan 70 Tahun Pertempuran Plataran, Kemenpar Kenalkan Wisata Perjuangan

Lewat Peringatan 70 Tahun Pertempuran Plataran, Kemenpar Kenalkan Wisata Perjuangan
Lewat Peringatan 70 Tahun Pertempuran Plataran, Kemenpar Kenalkan Wisata Perjuangan

YOGYAKARTA - Kemenpar bersama Ikatan Keluarga Akademi Militer Yogya (IKAM), Akademi Militer (AKMIL) Magelang, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov DIY akan memperkenalkan destinasi Wisata Perjuangan, sekaligus memperingati 70 tahun Pertempuran Plataran.

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Eshty Reko Astuty mengatakan, kegiatan akan berlangsung selama dua hari, 23-24 Februari 2019. Pada peringatan tersebut, akan dilakukan pula penyerahan foto-foto alumni MA-Yogya untuk diabadikan di gedung-gedung dan sarana pendidikan di Akademi Militer Magelang.

"Foto tersebut yakni milik Letda Thobias Pasuat Kandou, Vaandrig Cadet Anto Soegijarto, Vaandrig Cadet Abdoel Djalil, Vaandrig Cadet Sarsanto, Letda R.M. Oetojo Notodirdjo, dan Letda Koesnodanoedjo," bebernya, Selasa (12/2).

Secara rinci Eshty menjelaskan, Letda Thobias Pasuat Kandou gugur pada 17 Februari 1949 saat menghadapi patroli Belanda di Godean–Yogyakarta. Perwira remaja kelahiran Gorontalo, 26 Januari 1922 ini dikenal pula sebagai ahli Radio Telegrafis. Nama mendiang kemudian diabadikan sebagai nama Laboratorium Mekanika Tanah Thobias Pasuat Kandou, di AKMIL Magelang

Kemudian, Vaandrig Cadet Anto Soegijarto gugur dalam pertempuran Pracimantoro, 4 Oktober 1948, dalam operasi penumpasan pemberontakan PKI-Madiun. Pada pertempuran tersebut, dalam keadaan luka parah, ia mencoba untuk terus bertahan hingga peluru pistolnya yang terakhir. Nama almarhum diabadikan sebagai nama Laboratorium Elektronika Anto Soegijarto di AKMIL Magelang.

loading...

Untuk Vaandrig Cadet Abdoel Djalil, ia gugur di Desa Sambiroto, Kalasan–Yogyakarta, 22 Februari 1949. Ketika itu, patrolinya secara mendadak kepregok tentara Belanda dalam jarak yang dekat sekali. Dalam tubuh Abdoel Djalil mengalir darah prajurit dan darah seniman. Nama almarhum diabadikan sebagai nama Museum Taruna Abdoel Djalil di AKMIL Magelang.

Sementara Vaandrig Cadet Sarsanto gugur dalam pertempuran menghadapi pasukan Belanda di Plataran, Kalasan-Yogyakarta, 24 Februari 1949. Ia adalah yang pertama gugur bersama 8 orang rekannya dalam pertempuran ini. Nama almarhum diabadikan sebagai nama Lapangan Tembak Sarsanto di AKMIL Magelang

Letda R.M. Oetojo Notodirdjo gugur dalam pertempuran di Plataran, Kalasan-Yogyakarta, 24 Februari 1949. Dengan mengambil alih sepucuk Bren dari seorang kadet yang luka parah, ia berusaha menahan gerak maju tentara Belanda dan melindungi para kadet yang sedang mundur, sampai akhirnya ia sendiri gugur. Nama almarhum diabadikan sebagai nama Lapangan Halang Rintang R.M. Oetojo Notodirdjo di AKMIL Magelang.


Redaktur : Cholis Faizi Sobari

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Ootd Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING