Lewat Peringatan 70 Tahun Pertempuran Plataran, Kemenpar Kenalkan Wisata Perjuangan

Lewat Peringatan 70 Tahun Pertempuran Plataran, Kemenpar Kenalkan Wisata Perjuangan
Lewat Peringatan 70 Tahun Pertempuran Plataran, Kemenpar Kenalkan Wisata Perjuangan

Terakhir, Letda Koesnodanoedjo gugur dalam perang gerilya menghadapi serdadu Belanda di Ponorogo, Jawa Timur, tahun 1949. Nama almarhum diabadikan sebagai nama Laboratorium Bahasa Koesnodanoedjo di AKMIL Magelang.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Bahari Indroyono Soesilo menambahkan, puncak peringatan 70 tahun pertempuran Plataran sendiri akan digelar pada Minggu (24/2), di Monumen Perjuangan Taruna, Desa Plataran, Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta. Beragam acara ditampilkan, antara lain pawai budaya dan pesta rakyat.

Termasuk napak tilas di lokasi pertempuran Desa Sambiroto dan mengunjungi bekas Markas Gerilya Pasukan MA-Yogya saat Perang Kemerdekaan II, tahun 1948-1949 di Desa Gatak, Kringinan, Ngrangsan, Kalibulus dan Kledokan. Kesemuanya di wilayah Kabupaten Sleman, Provinsi DIY.

Kemudian napak tilas di bekas-bekas markas gerilyawan MA, serta napak tilas Jembatan Bogem dan Jembatan Bendan. Kedua jembatan di sepanjang jalan raya Yogya-Solo ini pernah diledakkan oleh gerilyawan Akademi Militer Yogya pada Januari-April 1949 lalu, untuk menahan gerak maju pasukan Belanda saat Perang Kemerdekaan II.

Untuk diketahui, Akademi Militer Yogya (MA-Yogya) berdiri pada kurun 1945-1950 di ibukota perjuangan Yogyakarta dan menghasilkan tiga angkatan lulusan. Pada 11 November 1957, MA Yogya dibuka kembali oleh Presiden Soekarno sebagai Akademi Militer Nasional di Magelang yang saat ini dikenal sebagai Akademi Militer (Akmil).

ADVERTISEMENT

"Acara napak tilas akan melibatkan emosi peserta. Akan terasa sekali admosfer perjuangan dalam kegiatan tersebut. Meski kita tak mengalami, tapi bisa membayangkan betapa berat perjuangan para pahlawan ketika itu," ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, acara ini tak hanya mengenang sejarah dan pahlawan-pahlawan yang gugur di medan perang, tetapi sekaligus promosi destinasi wisata perjuangan di wilayah Ibukota RI di masa perjuangan, yakni Yogyakarta.

"Destinasi wisata perjuangan akan dihadirkan dalam rangka memupuk jiwa patriotisme, cinta tanah air, dan semangat tidak mengenal menyerah pada generasi penerus Indonesia," jelasnya.(*)


Redaktur : Cholis Faizi Sobari

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Anak Emas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING