Stories: Share your traveling moment!

Pemerintah Makin Fokus Kembangkan 4 Destinasi Super Prioritas

JAKARTA - Komitmen pemerintah untuk memperkuat sektor pariwisata bukan sekadar ucapan. Hal ini terlihat dari digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Pariwisata Nasional di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (13/2).

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, pemerintah fokus mengembangkan empat destinasi wisata super prioritas, yaitu Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika di Pulau Lombok, dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Empat destinasi super prioritas itu masuk dalam 10 wisata Bali Baru yang ditetapkan Pemerintah era Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Sekarang fokus ke 10 Bali Baru. Dari 10 Bali Baru itu, Pak Presiden menetapkan 4 super prioritas. Pertama Danau Toba, Borobodur, Mandalika, dan Labuan Bajo, Komodo," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, Rabu (13/2).

Menpar menambahkan, dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), juga dibahas potensi dan kendala masing-masing destinasi. Menpar mengatakan, untuk destinasi wisata Danau Toba, dinilai tidak ada masalah berarti. Terutama dalam hal aksesibilitas serta fasilitas bandar udara.

"Dana Toba tidak ada isu yang terlalu kritis, bandara internasional sudah kita resmikan November 2017 waktu itu, penerbangan 2017 naik 300 persen, tahun ini masih naik 50 persen, jadi oke, terutama untuk wisatawan nusantara," ujar Arief.

Hal berbeda ditemukan di destinasi Candi Borobudur. Menpar menyebut destinasi wisata yang berada di Magelang, Jawa Tengah, tersebut paling kritis dibandingkan empat destinasi lainnya. Bahkan, Menpar menyebut Candi Borobudur dinilai Wapres JK masih kalah jauh dengan Angkor Wat di Kamboja.

"Yang paling kritis adalah Borobudur, kalah jauh dari Angkor Wat. Pak Wapres kan baru dari Kamboja, jadi beliau hafal sekali. (Jumlah wismannya) 2,5 juta, 10 kali lipat (dari Borobudur)," ujar Arief

Salah satu permasalahan yang paling krusial adalah sudah overloadnya Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Bandara ini hanya mampu menampung 1,5 juta orang. Selain itu akses dari bandara menuju Candi Borobudur juga cukup jauh.

"Ya akses jalan itu berkali-kali sudah kita diskusikan. Tapi yang paling kritis adalah bandara," ucap Arief.

Menurutnya, pembangunan bandara baru di Kulon Progo, Yogyakarta dapat menjadi solusi untuk meningkatkan jumlah wisman ke Borobudur. Pasalnya, keberadaan bandara baru tersebut ditargetkan mampu menarik dua juta wisatawan mancanegara ke Candi Borobudur dalam lima tahun.

"Tadi ditanya Pak Wapres, kapan kira-kira bandara yang baru akan diresmikan, ada menhub, ada menteri BUMN, kira-kira akan diresmikan pada bulan April 2019 tahun ini, kalau bandara itu ada targetnya saya adalah dua juta dalam waktu 5 tahun sebesar Angkor Wat," ujarnya.

Untuk Mandalika, Pulau Lombok dan Labuhan Bajo, Pemerintah ingin meningkatkan infrastruktur untuk menarik wisawatan mancanegara.

"Kita akan bangun sirkuit Moto GP, mungkin 2020 kita sudah punya Moto GP kemungkinan yang pertama akan ada di Mandalika, lalu yang terakhir Labuan Bajo, kita harapkan tahun ini juga 2019 sudah mempunyai Marina yang baru dan hotel yang baru dibangun," ujar dia.

Prioritas pembangunan ini pun ditegaskan kembali oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam akun resmi instagram Presiden Jokowi, Rabu (13/2), presiden memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera menggenjot infrastruktur di 4 destinasi wisata prioritas.

"Indonesia masuk dalam enam besar negara terindah di dunia, kemudian jadi 10 besar negara yang wajib dikunjungi. Dengan modal itu saja, devisa pariwisata sudah mencapai USD17 miliar. Pertanyaannya, produknya sudah siap belum? Saya lihat destinasinya belum siap. Karena itulah, saya memerintahkan Menteri PUPR untuk konsentrasi menggarap empat destinasi pariwisata prioritas dari 10 Bali Baru yang infrastrukturnya sedang dikembangkan, yaitu Mandalika, Danau Toba, Labuan Bajo, dan Borobudur," ucap Presiden pada akun Instagramnya.

Seperti diketahui, sejak awal Pemerintah Jokowi-JK menargetkan pariwisata sebagai core ekonomi bangsa. Sektor merupakan cara cepat meraup pundi-pundi devisa. Apalagi pemerintah menargetkan dapat meraup 20 juta kunjungan wisata mancanegara (wisman) di tahun 2019. (*)

Redaktur: Cholis Faizi Sobari



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter