Miris, Hewan Langka Ini Diperjualbelikan untuk Bahan Kosmetik

Miris, Hewan Langka Ini Diperjualbelikan untuk Bahan Kosmetik - GenPI.co
Kura-kura moncong babi. (Foto:mongbay)

Miris, kura-kura moncong babi (KMB) yang merupakan satwa endemik rupanya diburu habitat aslinya. Setelah diburu satwa tersebut diselundupkan dan diperjualbelikan hingga keluar negeri. Apesnya, dalam perjalanan satwa tersebut banyak yang mati. Hewan endmik asal Papua bagian selatan ini masuk dalam 21 species ikonik yang marak diperdagangkan secara ilegal. 

Habitat aslinya ada di beberapa kampung di Kabupaten Asmat. Parahnya, hewan ini menjadi hewan konsumsi bagi masyarakat setempat dan sudah sejak turun-temurun. Di sisi lain penyebab perburuan liar tesebut adalah tingginya permintaan dan harga telur KMB yang tinggi. Sementara para pengepulnya sendiri pun melibatkan orang lokal sendiri.

 Dilansir dari WWF Indonesia sebelum diperjual belikan telur dan tukik sempat ditangkarkan terlebih dahulu. Tak hanya telur saja, tukik KMB pun laku keras di pasar internasional untuk bahan kosmetik dan bahan dasar obat kuat. 

Baca juga: Spesies Penyu di Indonesia Nyaris Komplet, Ini Rinciannya

Harga tukik di pasar internasional mencapai $39 - $ 56. Sementara harga di dalam negeri bisa mencapai Rp 1,5 -3 juta. Dua tahun terakhir ini penyelundupan tukik sempat digagalkan dan mencapai ratusan tukik. Terakhir kasus ini terjadi di bandar udara Mopah Merauke 19 Januari 2019. Sayangnya barang bukti yang telah ditemukan hilang dan dalam penyelidikan pihak berwajib. 

Regulasi perlindungan KMB melalui hukum belum memberikan efek jera bagi pelakunya. Inilah salah satu faktor penyelundupan dan pemburuan KMB masih terus berlangsung. Padahal status KMB menurut IUCN Redlist masuk dapam kategori EN (endangered) atau terancam punah. 

Sementara menurut CITES, masuk dalam kategorti appendix II yang artinya tidak terancam punah, tetapi akan terancam punah bila perdagang gelap terus menerus terjadi. 


Berita Selanjutnya

GenPI.co Nusantara

Jatim Jogja Bali Banten