Tata Kelola Hotel dan Homestay di Wonosobo Ditingkatkan

PT. OYO Rooms memberikan dampingan kepada hotel dan homestay di WOnosobo
PT. OYO Rooms memberikan dampingan kepada hotel dan homestay di WOnosobo

GenPI.co – Penyedia jasa akomodasi hotel  dan homestay di Wonosobo harus sigap. Mereka dituntut untuk meningkatkan kualitas standar kompetensi dan standar usaha. Utamanya adalah hal pelayanan kepada wisatawan yang datang berkunjung.

Hal tersebut untuk mendukung  Wonosobo menuju Kota Kreatif 2020 yang dicanangkan pemerintah setempat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan(Disparbud) setempat. Ada tiga pilar prioritas pengembangan yang digalakkan, yakni kuliner, fotografi dan seni pertunjukan. Ketiganya ini didorong untuk menjadi industri pariwisata untuk meningkatkan ekonomi di sektor pariwisata yaitu meningkatkan kunjungan & lama tinggal wisatawan.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan standar pelayanan penginapan, Disparbud Wonosobo mengadakan pembinaan pengembangan tata kelola hotel dan homestay. Acara ini dihadiri kurang lebih 45 pengusaha pemilik hotel dan homestay se Kabupaten Wonosobo, Kamis (28/3) silam. 

Menurut Edi Santoso, Kabid Destinasi Wisata Disparbud Wonosobo, kegiatan ini  terlaksana berkat kerja sama dengan PT. OYO Rooms. Tujuannya untuk mendorong terpenuhinya standar kompetensi terkait penginapan.

“Hal ini sejalan dengan peraturan pemerintah No 52 tahun 2014 tentang sertifikasi kompetensi dan sertifikasi usaha pariwisata. Dengan begitu, dapat mendorong terpenuhinya mutu produk, pelayanan & pengelolaan usaha melalui penilaian kesesuaian standar usaha hotel & pondok wisata ( homestay),” ucapnya.   

Tata Kelola Hotel dan Homestay di Wonosobo DitingkatkanPuluhan pengelola hotel dan homestay di WOnosobo mengikuti pelatihan di Dinas Pariwisata Wonosobo

Salah satu tim leader PT OYO Rooms Indonesia, Bintang, mengatakan bahwa ada tiga program pendampingan yang diberikan.  Materi OYO lebih kepada program OYO Rooms, yang dapat memdampingi dan fasilitasi pengembangan akomodasi penginapan wisata.

“Pertama, peningkatan SDM pengelola/yang terlibat dalam akomodasi.  Lalu ada fasilitasi keuangan dalam peningkatan property dengan beberapa skema. Ketiga adalah fasilitasi perluasan jaringan pemasaran skala nasional dan internasional,” jelas Bintang.

Bintang menambahkan, kerja sama ini membuat Pemda tak perlu mengeluarkan engergi untuk menyiapkan hotel untuk memenuhi standar kompetensi dan usaha. Semunya sudah dicover oleh PT. OYO Rooms Indonesia, termasuk dalam upayanya meningkatkan okupansi.

“Nanti Pemda bisa hanya fokus di kegiatan uji melalui sertifikasi kerjasama dengan LSP & LSU.”, tambahnya.

Namun saat ini PT OYO Rooms baru dapat memfasilitasi akomodasi dengan minimal 10 kamar (program OYO Rooms). Namub pihak PT OYO dalam waktu dekat akan meluncurkan program OYO HOME yang mampu mengcover peningkatan property, SDM pengelola dan jejaring pemasaran homestay.

Harjanto, pengelola homestay OWK, yang juga merupakan peserta, mengaku antusias dengan program ini. Menurutnya, ini merupakan salah satu program dorongan Disparbud  Wonosobo untuk menangkap peluang yang bisa meningkatkan kompetensi dan usaha. Kerja sama pun dilakukan  dengan pihak yang profesional di bidang nya untuk bisa menyediakan akomodasi penginapan yang baik.

“Apalagi di tahun 2019 ini akan mulai di lalukan sertifikasi kompetensi dan usaha, bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) & Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) bidang pariwisata,” ungkapnya.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER