Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Galeri Industri Kreatif Kota Lama Siap Dibuka untuk Umum

Wakil Walikota Hevearita G Rahayu saat mengecek kesiapan bangunan gudang milik PT PPI yang sudah mulai disulap menjadi Galeri Industri Kreatif untuk menunjang perkembangan wisata di Kota Lama. (Foto: gus Wahid United)
Wakil Walikota Hevearita G Rahayu saat mengecek kesiapan bangunan gudang milik PT PPI yang sudah mulai disulap menjadi Galeri Industri Kreatif untuk menunjang perkembangan wisata di Kota Lama. (Foto: gus Wahid United)

GenPI.co - Galeri Industri Kreatif di Kota Lama, tak lama lagi akan dapat dinikmati untuk warga dan wisatawan.

Menurut Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, dengan dibukanya tempat ini, Kota Lama akan memiliki 2 galeri. Yang sudah ada sebelumnya adalah Semarang Creative Gallery di Jalan Letjen Suprapto.

“Gedung ini sudah selesai dipugar. Sisanya, hanya mengisi interior secara keseluruhan. April tahun ini bisa rampung. Namun kita juga menunggu revitalisasi Kota Lama secara keseluruhan. Kalau sudah selesai, ya kita juga selesai. Semoga bisa diresmikan bersama," terangnya, Jumat (5/4).

Dijelaskan, gedung ini milik PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang terletak di belakang Gereja Blenduk. Empat gudang yang semula mangkrak, kini dalam proses ‘disulap’ menjadi galeri pamer.

Galeri ini nantinya lebih dikhususkan untuk Industri Kecil Menengah (IKM). Berbeda dengan Semarang Creative Gallery yang dikhususkan untuk UKM.

Hevearita  yang juga ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang tersebut menambahkan, galeri ini menampung hingga puluhan pelaku industri kecil menengah. Dia menjelaskan, dari jumlah tersebut sekitar 36 merupakan pedagang barang antik.

“Selebihnya nanti ada pengusaha fashion, logam, furniture, dan kuliner. Tentunya nanti akan ditata sedemikian rupa hingga memiliki daya jual,” tambah perempuan yang kerap disapa Mbak Ita ini.

Karenanya, pihaknya akan melakukan kurasi lebih dulu karena tidak semua pedagang dapat memanfaatkan bangunan ini. Salah satu syaratnya adalah menawarkan makanan milenial namun tidak meninggalkan khasanah tradisi.


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING