Kemenpar Tingkatkan SDM Pariwisata

Ilustrasi indutri pariwisata
Ilustrasi indutri pariwisata

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata yang kompetensi di bidangnya. Ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menegaskan pariwisata akan menjadi tumpuan perekonomian Indonesia ke depan.

Kemenpar pun bergerak cepat. Perisode Januari hingga 23 mei 2018, jumlah SDM  industri pariwisata yang telah tersertifikasi sudah mencapai 35 persen (25.950) dari target 75.000 orang. “Saat ini kami terus memperbaiki mekanismenya. Serta mendengar masukan dari Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) pariwisata dan steakholder lainya,” ujar Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Kemenpar Rizki Handayani Mustafa, saat audiensi dengan Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di Bunga Rampai Restaurant, Jakarta Pusat.

Kemenpar optimis SDM pariwisata siap menghadapi perkembangan pariwisata ke depan. Modalnya anta lain  10 ribu mahasiswa  yang menggeluti ilmu pariwisata. Merek tersebar di STP Bandung, STP Nusa Dua Bali, Poltekpar Medan, Poltekpar Makassar dan Poltekpar Palembang. Lalu apakah semuanya siap untuk industri?

Rizky Handayani Mustafa mengatakan,ketika penyerapannya 100 persen tentu waktu tunggunya akan sebentar untuk sampai ke industri. “Untuk peminatnya sendiri cukup banyak. Contohnya di STP Bandung, tahun ini hanya menerima 600 kursi. Sedangkan yang daftar di gelombang pertama sudah 3000. Permintaan banyak, kebutuhan industrinya juga ada, tapi yang kurang hanyalah kapasitas sekolah,” ujar wanita yang kerap disapa Kiki itu.

Kiki juga menegaskan, penambahan kapasitas sekolah pun sangat bisa dilakukan bila diimbangi dengan penambahan dosen. Hal itu sangat wajar terjadi, dikarenakan sekolah pariwisata itu menerapakn 70 praktek dan 30 persen teori. Sedangkan lulusan dari sekolah pariwisata tersebut dicetak untuk siap bekerja di bidang industri pariwisata.

loading...

“Kekurangan dosen praktek, kami sadar ini tidak bisa cepat namun tetap kami komunikasikan. Salah satu caranya dengan Recognition Prior Learning (RPL). Untuk dosen vokasi level 8 di bidang perhotelan terdapat 350 orang,” ujarnya.

Untuk membangun SDM kelas dunia, Kiki membeberkan beberapa point penting.  Pont tersebut terangkum dalam 3C Curriculum, Certification, Center of Excellence. Enam PTN-P di bawah Kemenpar harus memiliki kurikulum yang berstandar global baik lulusan, dosen, maupun  institusinya.

“Serta harus disertifikasi oleh lembaga global dan pretisius dan setiap PTN-P itu harus mampu memainkan peran sebagai pusat-pusat keunggulan (center of excellence) untuk bidang spesialisasinya masing-masing,” kiki mengimbuh.


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Dear Diary Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING