Mengingat Kasus Audrey, Saatnya Institusi Sosial Cegah Kekerasan Remaja

Ilustrasi
Ilustrasi

GenPI.co - Masih maraknya kasus kekerasan remaja, menjadi cambuk sosial dimasa kini bagi siapapun. Masih menjadi perbincangan, kasus perundungan remaja bernama Audrey yang terjadi di Pontianak baru-baru ini. Kasus ini menunjukan bahwa fenomena kekerasan masih marak dikalangan pelajar.

Melihat fenomena tersebut, Sosiolog Universitas Indonesia, Daisy Indira Yasmine mengatakan bahwa kasus tersebut menjadi cambuk, tapi masyarakat tidak perlu saling menyalahkan atas terjadinya kasus tersebut.

“Ya kasus ini memang menjadi cambuk. Namun kita tidak boleh saling menyalahkan. Ini bukan sekedar salah orang tua dan pelaku. Tetapi salah seluruh masyarakat yang kurang sigap terhadap perubahan yang terjadi.” ungkap Daisy kepada Genpi.co (15/4).

Perubahan yang dimaksud Daisy adalah perubahan menuju masyarakat infomasi yang identik dengan penggunaan teknologi digital dan media sosial. Dalam hal ini, Daisy melihat bajwa fenomena kekerasan seakan sudah menjadi biasa dalam konteks digital. 

Hal ini ditandai dengan maraknya konten negatif dan kekerasan verbal yang dilakukan di dunia digital atau lewat media sosial. “Yang perlu disayangkan adalah kemajuan teknologi dan informasi justru menyebabkan maraknya konten kekerasan, yang akhirnya memicu atau memberi contoh kepada anak untuk melakukan hal tersebut,” tutur Daisy. 

Reporter : Yasserina Rawie

Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS