Harga Minyak Mantul Tinggi, IHSG Berpotensi Terpeleset?

Bursa Efek Indonesia (foto: Antara)
Bursa Efek Indonesia (foto: Antara)

 

Salah satu kilang pemasok minyak terbesar untuk dunia tersebut, telah menyebabkan memantul tingginya harga mintak mentah WTI pagi ini yang telah terkerek dari level USD50 menjadi di atas USD60 per barel.

Pergerakan komoditas, seperti minyak, tentunya ikut menjadi sentimen pergerakan indeks saham di tingkat dunia.

“Harga minyak terus mengalami lonjakan setelah pusat produksi minyak Arab Saudi diserang oleh drone,” kata Maximilianus Nico Demus, Direktur Research & Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (16/9/2019).

Sementara untuk indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (16/9/2019), ujar Nico, selain ikut memonitor perkembangan harga minyak dan situasi geopolitik di Timur Tengah, juga akan dipengaruhi dua sentimen utama lainnya.

ADVERTISEMENT

Pertama, pasar menunggu rilis data neraca perdagangan oleh BPS pada pukul 13.00 WIB.

Neraca perdagangan diprediksi kembali tertekan, namun impor sedikit lebih melambat pada bulan Agustus. Sehingga neraca perdagangan diproyeksikan belum dapat mencatatkan surplus pada periode ini. 

“Pasar yang cenderung konservatif menjelang rilis data neraca perdagangan, mengindikasikan adanya antisipasi terkait data-data yang tidak sesuai ekspektasi,” kata Nico.

Kedua, pasar saham dalam negeri merespons keputusan pemerintah yang menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen dan mengerek harga jual eceran hingga 35 persen.

“Kinerja saham emiten rokok cukup tertekan dalam beberapa minggu terakhi, menjelang keputusan dari kenaikan bea cukai pada tahun depan,” kata Nico.

Di saat tiga sentimen utama tersebut diprediksi memengaruhi gerak indeks. IHSG diperkirakan cenderung melemah.

“Secara teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak mix cenderung melemah dan di-trading-kan pada level 6.310 -6.367,” kata Nico.

PT Pilarmas Investindo Sekuritas pada perdagangan hari ini, Senin (16/9/2019) merekomendasikan saham BBRI, WIKA, dan RALS.
 

Simak video berikut ini:


Redaktur : Linda Teti Cordina

loading...

BERITA LAINNYA