Gorontalo Genjot Kunjungan Wisatawan Mancanegara

Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo pada Seminar Nasional Pariwisata Kabupaten Gorontalo 4.0 di Pentadio Resort, Sabtu (21/9). Foto: Rosyid Azhar
Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo pada Seminar Nasional Pariwisata Kabupaten Gorontalo 4.0 di Pentadio Resort, Sabtu (21/9). Foto: Rosyid Azhar

GenPI.co – Kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Gorontalo akan terus digenjot untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Data sementara kunjungan pelancong asing ini masih berkisar 7.500 orang di tahun 2018, dan terus akan ditingkatkan dengan melakukan penetrasi pemasaran, terutama untuk wisatawan asal Eropa, Amerika dan Tiongkok.

Optimistis ini juga didukung oleh semakin terbukanya wilayah lengan utara Pulau Sulawesi dengan bertambahnya penerbangan dari luar negeri di bandara internasional Sam Ratulangi. Melalui pintu ini wisatawan mancanegara diperkirakan mengalir lebih deras ke Gorontalo.

BACA JUGA: Anggota Pramuka Gorontalo Ikuti Kemah Bakti Karakter Kebangsaan

“Secara umum jumlah wisatawan yang masuk ke Gorontalo telah melampaui target tahun 2018, dari angka 650 ribu wisatawan, realisasinya mencapai lebih dari 930 ribu orang, sebagian besar masih didominasi wisatawan nusantara,” kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo pada Seminar Nasional Pariwisata Kabupaten Gorontalo 4.0 di Pentadio Resort, Sabtu (21/9).

Rifli Katili yang menjadi pembicara bersama Hariyanto, Asisten Deputi Strategi Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo juga mengenalkan brand Pariwisata Gorontalo, Gorontalo The Heart of Celebes.

“Tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana mengelola dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kunjungan wisatawan,” ujar Rifli Katili.


Rifli Katili menawarkan 5 hal yang harus diperhatikan agar kunjungan wisatawan meningkat dan secara signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yaitu pembangunan destinasi, industri pariwisata, pemasaran, kelembagaan dan SDM, serta ekonomi kreatif.


Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS