Minyak Kembali Naik, Pengamat Komoditas Beberkan Penyebabnya

Fasilitas minyak Aramco di Arab Saudi (foto: middleeastmonior.com)
Fasilitas minyak Aramco di Arab Saudi (foto: middleeastmonior.com)

 

Posisi harga minyak mentah WTI memang masih belum menembus lagi level US$60 yang terjadi setelah ada serangan pesawat tanpa awak (drone) ke fasilitas minyak di Arab Saudi.

Setelah ada serangan drone pada 14 September 2019, posisi harga minyak WTI sempat menembus US$68 per barel pada 16 September 2019.

“Harga minyak mentah menguat, dikarenakan ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah serangan itu (drone),” kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim kepada GenPI.co, Senin (23/9/2019).

Ia mengemukakan, Pentagon telah memerintahkan pasukan tambahan untuk dikerahkan di wilayah Teluk untuk memperkuat pertahanan udara dan rudal Arab Saudi setelah serangan terhadap fasilitas minyak Aramco.

ADVERTISEMENT

“Sekretaris Negara AS Mike Pompeo mengatakan pada hari Minggu bahwa pasukan itu untuk pencegahan dan pertahanan dan Washington bertujuan untuk menghindari perang dengan Iran,” ujar pengamat komoditas Ibrahim.

Penguatan harga minyak, tambahnya, juga diakibatkan gangguan pasokan di pasar minyak yang mungkin belum berakhir, meskipun volatilitas dan harga mereda pada hari-hari setelah serangan Abqaiq. 

“Perbaikan di fasilitas pemrosesan Abqaiq berada pada jadwal yang sangat ketat. Saudi Aramco memiliki sekitar 50 juta barel dalam penyimpanan di negara itu sebelum serangan itu, ditambah sekitar 80 juta barel di pelabuhan-pelabuhan di seluruh dunia,” papar Ibrahim.

Aramco bertekad untuk menjaga agar tingkat ekspor tidak turun, memilih untuk menarik inventaris agar pengiriman tidak terpengaruh.
 

Heboh..! Coba simak video ini:


Redaktur : Linda Teti Cordina

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Anak Emas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING