Sentimen Perang Dagang AS-China, IHSG Rawan Terkoreksi

Pengunjungi mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (15/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ditutup menguat 0,48 persen atau 29,39 poin di level 6.128,34 dari level penutupan per
Pengunjungi mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (15/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ditutup menguat 0,48 persen atau 29,39 poin di level 6.128,34 dari level penutupan per

GenPI.co - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa ini diperkirakan rawan terkoreksi karena dibayangi sentimen perang dagang AS-China.

China pesimistis dengan masa depan perjanjian dagang dengan Amerika Serikat (AS) karena keengganan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan tarif.

BACA JUGA: Menyoal Honorer K2, DPR: Angkat Saja, Tak Perlu Tes!

Trump menegaskan belum setuju untuk membatalkan tarif atas barang-barang China.

"Tentunya, ini bertentangan dengan sinyal dari China dan mengurangi harapan atas kesepakatan perdagangan," ujar Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Selasa (19/11).

BACA JUGA: Sri Mulyani Bekukan Dana, Jadi Berapa Sebenarnya Desa Fiktifnya?

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 54,3 poin atau 0,23 persen ke 23.362,5, indeks Hang Seng menguat 191,7 poin atau 0,72 persen ke 26.872,8, dan indeks Straits Times melemah 16,54 poin atau 0,51 persen ke posisi 3.242,12.


Sementara itu, IHSG dibuka menguat 14,31 poin atau 0,23 persen ke posisi 6.136,94. 


Redaktur : Tommy Ardyan

RELATED NEWS

Berita Tentang Mesin Waktu Terbaru dan Terkini Hari ini

KULINER