Sadarlah... Opini Publik di Medsos Sering Disetir Oleh Robot

Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono. (ANTARA/Abdu Faisal)
Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono. (ANTARA/Abdu Faisal)

GenPI.co - Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono mengatakan bahwa opini publik sehari-hari sering disetir oleh robot-robot (bot) untuk menggiring opini dan framing.

Giri membeberkan, bahwa bot yang dipakai oleh para pendengung (buzzer) itu sudah digunakan untuk menggiring opini, framing negatif kepada KPK dalam rangka pembenaran (justifikasi) revisi UU KPK dan macam-macam kepentingan lainnya.

BACA JUGA: Menhan Prabowo Menghadap Menko Polhukam, Ada yang Genting?

Menurut Giri, sekarang perang media sosial itu pakai metodologi. 
Perang bertujuan membuat bimbang sikap publik pada pemberantasan korupsi. 

"Dalam rangka menggiring opini pembenaran atau justifikasi, digunakan bot-bot. Seperti yang diulas para pakar media sosial," ujar Giri saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat (13/12).

ADVERTISEMENT

BACA JUGA: 3 WNI Disandera, Menhan Prabowo Dapat Tugas Bereskan Abu Sayyaf?

Menurut Giri, masyarakat harus lebih cerdas menyikapi hal ini, sebab kemampuan klarifikasi di media arus utama belum bisa mengimbangi penggiringan opini bot-bot tadi.

"Kalau dibaca sekarang media arus utama pada komentarnya, misalnya ada 500 komentar yang berbicara jelek soal KPK, ada satu saja yang dukung KPK. Seakan-akan yang benar yang banyak tadi," ungkap Giri.


Redaktur : Tommy Ardyan

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Ootd Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING