Sadarlah... Opini Publik di Medsos Sering Disetir Oleh Robot

Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono. (ANTARA/Abdu Faisal)
Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono. (ANTARA/Abdu Faisal)

BACA JUGA: Malam ini... Ada Kejadian Alam Luar Biasa di Langit Indonesia

Padahal, menurut Giri, 500 komentar yang menjelekkan KPK, 499 di antaranya adalah robot. 

Sementara itu, media cetak dan media daring tidak bisa membalikkan opini robot, karena media tersebut dalam analisis jaringan medsos berada pada posisi arbitrase (di tengah), tidak bisa mengimbangi derasnya opini tersebut.

BACA JUGA: Kasus Skandal Asmara Pramugari Garuda, Hotman Paris Bongkar Ini..

Konferensi pers dan press release yang biasa dilakukan Juru Bicara dan Humas KPK pun tidak bisa mengimbangi opini itu.

Dalam perang digital ini, kata Giri, masyarakat harus lebih cerdas dari bot tersebut.

BACA JUGA: Kasus Skandal Asmara Pramugari di Garuda, Mana yang Benar?


"Jadi, masyarakat harus lebih cerdas. Kalau namanya @Rieni7646 belum tentu @Rieni7646 itu manusia. Jangan-jangan bot itu," ujar Giri.


Redaktur : Tommy Ardyan

RELATED NEWS

Berita Tentang Millennial Of The Week Terbaru dan Terkini Hari ini


KULINER