Sadarlah... Opini Publik di Medsos Sering Disetir Oleh Robot

Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono. (ANTARA/Abdu Faisal)
Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono. (ANTARA/Abdu Faisal)

Penggiringan opini juga dilakukan dengan framing. 

BACA JUGA: Prabowo Subianto Angkat Senjata, Presiden Fretilin pun Ngacir...

Misalnya, ada kasus KPK menangkap Ketua Umum PPP Romahurmuziy, lalu KPK menangkap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Kebetulan keduanya anggota Nahdlatul Ulama (NU). 

Karena mereka berdua kader NU, dibentuklah framing jika KPK memusuhi NU, padahal tidak demikian.

BACA JUGA: Viral... Kursi Perawat Gerak Sendiri Tertangkap Kamera

"Saya pernah ditanya, emang KPK menargetkan orang NU? Enggaklah. KPK cinta banget NU, Muhammadiyah, dan ormas lainnya. Banyak kerja sama kami lakukan. KPK itu imparsial, independen. Tidak berpihak, kecuali kebenaran dan keadilan," ujar Giri.


Lebih sulit lagi, menurut Giri, ketika framing dilakukan dengan dukungan visual. 


Redaktur : Tommy Ardyan

RELATED NEWS

Berita Tentang Millennial Of The Week Terbaru dan Terkini Hari ini


KULINER