Perang Dagang Baru China vs Australia, Kuat Mana?

Ilustrasi: bilaterals.org
Ilustrasi: bilaterals.org

GenPI.co - Perang dagang baru kembali terjadi. Kali ini, adu kuatnya terjadi antara China vs Australia. Kira-kira lebih kuat mana? Siapa yang bakal memenangkan perang dagang baru ini?

Saat ini, China yang terlihat lebih aktif menyerang Australia. Sapi dan gandum diboikot. Produk dagang lain juga tengah dikaji untuk diboikot. Bloomberg dan The Print sampai menyebut hal ini sebagai bahaya besar. Kekesalan China itu diramal bakal membuat produk susu, makanan laut, oatmeal, dan buah-buahan, hingga anggur, terkena imbasnya. 

BACA JUGA: Mal dan Bandara Dibuka tapi Masjid Ditutup, Alasannya Ternyata…

Nyaris tak ada balasan yang berarti dari Australia. Yang terjadi, justru rencana rencana serangan dagang yang tak pernah putus dari China ke Australia. China terlihat kesal lantaran Australia yang didukung Amerika Serikat dan 101 negara lainnya, berencana melakukan penyelidikan independen asal-usul virus corona. Pemerintah China tidak terima. Beijing pun menyiapkan serangan dagang yang bakal membuat Australia merana.

Kantor Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham menolak berkomentar. Meski demikian, Australia berencana melaporkan China ke WTO. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China juga tidak membahas secara spesifik daftar tersebut. 

loading...

BACA JUGA: China vs Amerika, Xi Jinping Bikin Trump Mati Gaya

Menurut data Parliament of Australia, China adalah pasar bagi sejumlah komoditas Australia. Seperti bahan wol, gandum, termasuk sejumlah batu bara, bijih besi dan gas. China juga tujuan luar negeri terbesar Australia untuk anggur dan produk susu.

Dengan pengiriman masing-masing meningkat menjadi USD 754 juta dan USD 564 juta. China juga menjadi pasar bagi sejumlah produk manufaktur yang komplek seperti perangkat medis dan pariwisata. (*)


Redaktur : Agus Purwanto

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Baca Buku Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING