Kisah Mualaf: Aku 7 Tahun Tidak Diakui Anak oleh Papa

Kisah Mualaf: Aku 7 Tahun Tidak Diakui Anak oleh Papa - GenPI.co
Namaku Cindy Eka Ratnasari. Aku mau bercerita kisah mualaf pada diriku. Aku sempat tidak diakui anak oleh papa. Foto: Dok pri

GenPI.co - Assalamualaikum. Perkenalkan. Namaku Cindy Eka Ratnasari. Aku mau bercerita kisahku menjadi mualaf.

Pada awalnya, aku sangat nyaman bergaul dengan teman-temanku yang beragama Islam.

Dahulu aku adalah gadis tomboy. Saat masih duduk di bangku SMA, aku adalah aktivis gereja.

BACA JUGA:  Kisah Mualaf: Lantunan Ayat Suci Alquran Membuat Hatiku Sejuk

Suatu ketika aku pergi ke Yogyakarta karena ada pementasan untuk ibadah di gereja.

Mahasiswa Jurusan Teaer Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ternyata menjadi pemeran utama.

Aku makin akrab dan sering tampil bersama mereka. Aku juga sering ikut saat mereka tampil di mana-mana.

Mayoritas dari mereka adalah laki-laki. Mereka memang bukan keluargaku. Namun, mereka menyanyangiku.

Mereka juga sangat sopan kepadaku. Mereka mayoritas beragama Islam. Ketertarikanku pada Islam pun mulai muncul.


Artikel ini sudah tayang di JPNN.com dengan judul: Kisah Mualaf: Tertarik dengan Islam karena Nyaman Bergaul

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Selanjutnya