Kebun Anggrek Ubah Wajah Eks Lokalisasi Terbesar Se-Asia Tenggara

Eks-lokalisasi Terbesar Se-Asia Tenggara, akan diubah jadi Kebun Anggrek
Eks-lokalisasi Terbesar Se-Asia Tenggara, akan diubah jadi Kebun Anggrek

GenPI.co - Siapa yang tak mengenal Dolly, wilayah yang dulunya tempat lokalisasi terbesar di Asia Tenggara ini, kini telah berubah wajah menjadi salah satu pemukiman produktif di Surabaya. Berbagai kegiatan perdagangan dan usaha masyarakat mulai menggeliat di kawasan ini. Yang terbaru, Pemkot Surabaya akan lebih mempercantik Wilayah Dolly dengan membangun wisata baru berupa kebun anggrek.

Direncanakan akan di bangun di daerah sisi utara gedung Wisma Barbara, Kelurahan Sememi, Benowo, Kota Surabaya, pembangunan kebun anggrek ini direncanakan memiliki luas sekitar 1 hektar.

Lurah Sememi, Ferdi Ardiansyah, mengungkapkan nantinya di kebun anggrek ini akan dilakukan berbagai proses pengembangan tanaman anggrek. Baik mulai dari pembibitan, serta pembudidayaan tanaman anggrek di lokasi tersebut.

“Berbagai jenis tanaman anggrek akan dibudidayakan melalui "green house" yang saat ini sedang dibangun oleh Pemkot Surabaya. Jadi nanti warga sekitar akan dilatih bagaimana untuk membudidayakan tanaman anggrek," Ungkapnya.

Kebun Anggrek Ubah Wajah Eks Lokalisasi Terbesar Se-Asia Tenggara
Dolly Saiki (DS) Point

Senada dengan itu, Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga berharap dengan adanya wisata Kebun Anggrek tersebut akan merubah stigma negatif dari Dolly dan berdampak secara langsung terhadap ekonomi masyarakat. Tak hanya sektor wisata yang ditargetkan menarik wisatawan lokal dan luar negeri, masyarakat juga merasakan keuntungan dalam budidaya angrek. 

Baca juga:

Mitos di Balik Pesona Anggrek Hitam

Mantap Jiwa, Surabaya Bakal Bangun Museum Olahraga

"Pengolahan Anggrek bisa jadi apapun, parfum juga bisa. Makanya nanti warga akan diajari sama Pemkot gimana budidaya Anggrek biar bagus. Koperasi-koperasi juga diberi pelatihan pemanfaatan," Ungkap Risma.

Saat ini, Eks-lokalisasi yang telah ditutup sejak 2014 silam ini telah berubah wajah. Ebrkat kerja keras Pemkot Surabaya beserta para warga tentunya kini Gang Dolly (sebutan eks lokalisasi dulu) menjadi pusat kerajinan dan oleh oleh khas Surabaya. 

Berbagai UMKM lokal yang mengolah camilan, makanan, minuman, garment dan lain sebagainnya mulai bermunculan sebagai salah satu penghasilan warga yang tinggal disana. Ditambah lagi adanya DS Point (Dolly Saiki) yang merupakan showroom penjualan berbagai hasil UMKM Gang Dolly.


Simak juga video pilihan ini:


Redaktur: Maulin Nastria

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER