Manajemen Sari Ater Diajak Berinvestasi Pariwisata di Gorontalo

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Corporated Public Relation Manager Yuki Azunia (kiri) saat mengelilingi obyek wisata air panas Sari Ater. (Humas Pemprov Gorontalo)
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Corporated Public Relation Manager Yuki Azunia (kiri) saat mengelilingi obyek wisata air panas Sari Ater. (Humas Pemprov Gorontalo)

GenPI.co – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menawarkan inevestasi manajemen Sari Ater selaku pengelola obyek wisata alam di Kabupaten Subang, Jawa Barat untuk berinvestasi di Gorontalo. Hal tersebut disampaikan saat menggelar studi banding.

Rusli bersama istri dan sejumlah pimpinan OPD berkesempatan menginap dan merasakan langsung konsep pengembangan obyek wisata alam air panas. Sari Ater dinilai pas dengan pemandian air panas di Lombongo di Kabupaten Bone Bolango.

“Sebelum ke sini saya ketemu pak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Beliau siap membantu pengembangan pariwisata dengan mendatangkan investor ke Gorontalo. Kemarin kami ke Sari Ater untuk studi banding dan menawarkan investasi,” kata Rusli Habibie, Sabtu (13/7).

Baca juga:

Kemarau, Petani Tembakau Terpaksa Beli Air Hingga Panen 

Antisipasi Kekeringan, PUPR Pantau Kondisi 16 Waduk Utama Ini! 

Sementara itu, Corporate Public Relation Manager Sari Ater, Yuki Azunia menyambut baik kedatangan gubernur bersama rombongan. Pihaknya berkeinginan untuk ke Gorontalo dan melihat dari dekat potensi Lombongo yang bisa dikerjasamakan.

“Kami dari pihak manajemen menyambut baik penawaran ini, dan berharap bisa ke Gorontalo untuk melihat potensi apa yang bisa dikembangkan. Tapi intinya faktor lingkungan menjadi utama. Seni budaya bisa terpadu,” kata Yuki Azunia.

Sari Ater memadukan konsep wisata alam terintegrasi. Selain pemandian air panas, banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan. Di antaranya berkuda, out bond, berkemah, bersepeda, offroad mobil dan motor. Sebagian aktivitas usahanya dikelola oleh warga sekitar di 7 desa.

“Selama 45 tahun kiprah kami ini, kami punya warga binaan. Ada hampir 500 pedagang, ada juga pengusaha kuda dan usaha ekonomi kreatif. Itu tidak kami miliki, tapi masyarakat termasuk sepeda air, flying fox, sepeda air dan lainnya,” imbuhnya.

Satu dari 10 obyek wisata unggulan Jawa Barat itu diperkirakan mampu menghidupi 10.000 warga disekitarnya. Konsistensinya sebagai obyek wisata halal tanpa minuman keras tidak saja menarik minat wisatawan lokal tapi juga mancanegara.

Malam sebelumnya, manajemen menjamu Gubernur, unsur Forkopimda dan pimpinan OPD dengan menu kambing guling. Kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk rapat forkopimda membahas situasi keamanan dan ketertiban daerah.

Simak juga video menarik berikut


RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER