Wisata pelipur Lara di Kota Asal Didi Kempot

Pasar Triwindu, Solo adalah tempat yang pas untuk berburu barang antik. (Foto: Istimewa)
Pasar Triwindu, Solo adalah tempat yang pas untuk berburu barang antik. (Foto: Istimewa)

GenPI.co - Didi Kempot adalah musisi asli Surakarta yang membawakan lagu berbahasa jawa dan digelari sebagai Godfather of Broken Heart. Bukan tanpa alasan dia digelari seperti itu karena memang lagu-lagunya memiliki lirik yang menyayat hati, bagi yang punya hati.

Kamu pasti penasaran mengapa Didi Kempot bisa sesedih itu menulis lirik lagu, apakah ada pengaruh dari tempat asalnya?

Supaya kamu tidak penasaran sebaiknya segeralah pergi ke Surakarta, kampung Raja Patah Hati dan segera kunjungi lima tempat berikut ini.

Keraton Surakarta Hadiningrat

Wisata pelipur Lara di Kota Asal Didi Kempot
(Foto: Tribun Solo)

Keraton Kasunanan didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono II pada tahin 1744 sebagai pengganti Keraton Kartasura yang rusak pada tahun 1743.

Keraton ini menyimpan banyak benda pusaka seperti patung dan senjata, namun yang paling unik adalah salah satu bangunan yang bernama Menara Sanggabuwana. Unik karena konon menara ini adalah tempat bertemunya Sri Susuhunan Pakubuwono III dengan Ratu Laut Selatan.

Baca juga:

Aksi Didi Kempot Bikin Pegawai Kemensos Jadi SadBoy Club

Ini 6 Lagu Galau Didi Kempot, Sang Godfather of Broken Heart

Museum Batik Danar Hadi

Wisata pelipur Lara di Kota Asal Didi Kempot
(Foto: 
infobatik.id)

Museum ini didirikan pada tahun 1967 oleh H. Santosa Doellah . Terletak di Jalan Brigjen Slamet Riadi nomor 261, museum ini memiliki 1000 lebih koleksi kain Batik.

Terdapat tempat pembuatan batik tulis dan batik cap yang dibuka untuk umum di dalam lingkungan museum. Untuk masuk, kamu harus membeli tiket seharga Rp 35.000,-

Pasar Triwindu

Wisata pelipur Lara di Kota Asal Didi Kempot
(Foto: dok. GenPI.co)

Dibangun pada tahun 1939, ini adalah tempat berburu barang antik dan titik foto cantik.

Pasar ini mendapatkan namanya karena didirikan untuk merayakan 3 windu naik tahtanya Adipati Sri Mangkunegara VII. Pasar ini khusus menjual barang kuno dan barang antik, mulai dari uang kuno, gramafon, sampai buku lawas.

Kampung Batik Kauman

Wisata pelipur Lara di Kota Asal Didi Kempot
(Foto: 
surakarta.go.id)

Banyak bangunan kuno dan pengrajin batik di sepanjang jalan. kampung ini awalnya dihuji oleh para abdi dalem Keraton Kasunanan sehingga batik disini mencerminkan batik yang kerap digunakan di keraton dengan ciri khas motif batik klasik.

Menuju ke Kauman kamu bisa menumpang bus dari Stasiun Balapan dan sembari menunggi kamu bisa menyanyikan dalam hati lagu Didi Kempot yang berjudul Stasiun Balapan.

De Tjolomadoe

Wisata pelipur Lara di Kota Asal Didi Kempot
(Foto: surakarta.go.id)

Ini adalah pabrik gula yang diubah menjadi tempat wisata.

Pabrik Gula Colomadu didirikan oleh Mangkunegara IV pada tahun 1861 namun setelah tidak terpakai lagi bangunannya direvitalisasi menjadi museum, kafe, galeri seni dan ruang serba guna yang disewakan untuk berbagai acara.

Lokasinya hanya 10 menit dari bandara Adi Soemarmo dan untuk masuk kamu cukup membayar Rp 25.000,-. Tiket yang kamu beli bisa ditukarkan dengan minuman gratis.

Video populer saat ini:

Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Yasserina Rawie
Reporter
Yasserina Rawie

KULINER