Merasa Diri Petualang? Jajal Tempat Ini!

Di kabupaten Kampar, Riau, ada sebuah tempat yang dianggap sebagai surga tersembunyi. Tempat itu adalah sebuah curug atau air terjun yang bernama  Batang Kapas. Lokasinya terpencil di belantara yang menjadi wilayah Desa Lubuk Bigau, Kenegerian Pangkalan Kapas Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Air terjun tersebut diperkirakan memiliki ketinggian 150 meter dengan panorama alam yang memukau.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam yang asri, air terjun Batang patut didatangi. Dikelilingi hutan perawan dengan  berbagai macam flora fauna, suguhannya adalah udara segar dan rasa damai dan tenang.

Kepala Dinas Pariwisata Riau, Fahmizal Usman, menceritakan, kondisi alam Air Terjun Batang Kapas sangat menakjubkan. Mata para pengunjung akan dimanjakan pohon-pohon berdaun lebat dan batu alam menjulang tinggi. Sementara bunyi air yang jatuh dari ketinggian membuat tempat itu semakin eksotis saja.

"Air terjun Batang Kapas merupakan anugerah indah Tuhan sang pencipta alam semesta. Masyarakat Riau harus bersyukur dan bangga. Destinasi ini adalah surga tersembunyi dan cocok bagi  wisatawan yang memiliki jiwa petualang," kata Fahmizal, di Pekanbaru, Senin (8/9).

Untuk mengunjungi air terjun Batang Kapas, pengunjung bisa menggunakan mobil atau motor. Dari Kota Pekanbaru dapat menuju Desa Lipat Kain yang berjarak 71 km. Waktu tempuhnya kurang lebih dua jam. Tiba di Lipat Kain, perjalanan dilanjutkan menuju desa Lubuk Binggau. Ada beberapa desa yang dilewati, di antaranya Desa Sontul, Tanjung Karang, Deras Tajak, dan Desa Batu Sasak.


Petualangan sesungguhnya adalah ketika berangkat dari Desa kain lipat ini. Meski jarak menuju Lubuk Binggau adalah, 64 km, namun waktu tempuhnya bisa lebih dari empat jam. Jika kondisi cuaca sedang hujan, waktu di perjalanan akan semakin lama. Bisa enam hingga sembilan jam. Hal ini dikarenakan di beberapa titik kondisi jalannya masih tanah dengan banyak tanjakan terjal.

Tiba di Lubuk Binggau, perjalanan masih berlanjut. Untuk menuju lokasi air terjun ada jasa ojek yang bisa mengantar sejauh 4-5 km. Selanjutnya adalah berjalan kaki melintasi hutan belantara selama kurang lebih 3 jam.

Dinding batu di belakang air terjun menjadi pemandangan khas di lokasi ini Sementara batu-batu berukuran masif bertumpuk-tumpuk di sisi bawah . Beragam jenis tumbuhan liar menyembul dari celah di batuan. Butir-butir yang memercik ke segala arah menjadikan udara sekitar sejuk dan lembab. Saat terkena sinar mentari, terciptalah warna-warni pelangi yang pasti menghasilkan decak kagum bagi siapapun yang melihatnya.

Puas menikmati alam, aktivitas menyenangkan selanjutnya adalah merasakan kesejukan air terjun Batang Kapas. Pengunjung bisa mandi sepuasnya di tempat ini.


Menginap di lokasi air terjun ini tidak disarankan oleh warga lokal. Konon, Harimau Sumatera dan beruang masih menghuni kawasan ini. Namun pengunjung yang kemalaman, ada sebuah tempat beristirahat yang diyakini aman dari gangguan binatang buas. Lokasinya tepat di balik gemuruh air terjun. Sebuah  cekungan batu yang panjangnya sekitar 50 meter dengan lebar sekitar 2 hingga 4 meter bisa dijadikan tempat istirahat untuk menghabiskan malam.

Tertarik menguji mental dan ketahanan?  Silahkan menjajal Air terjun Batang Kapas. Jangan lupa membawa peralatan adventure yang memadai dan wajib didampingi kelompok sadar wisata setempat dengan biaya 200 ribu rupiah per-orang. Biaya ini sudah termasuk makan dan minum dan jasa pramuantar (porter) selama 2 hari.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER