Fort Rotterdam, Destinasi Wisata Heritage di Makassar

Sedang berada di Makassar untuk mengikuti Festival Eight and Forum (F8)? Nah, jangan lupa menyambangi destinasi wisata heritage yang ada di kota itu. Makkasar memang memiliki beberapa situs heritage yang menarik untuk dikunjungi. Sebab, kamu seolah dilempar ke masa lalu saat mendatangi tempat yang merekam banyak sejarah itu.

Salah satu destinasi wisata heritage yang paling dekat dengan lokasi perhelatan F8 adalah Benteng Fort Rotterdam. Hanya 5 menit dari venue F8. Tepatnya di Jl. Ujung Pandang, No. 1, Makassar.

Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuty mengatakan, Benteng Rotterdam sudah mendunia. Sebab, bentenr ini kerap dikunjungi wisatawan mancanegara.  Seperti dari Belanda, Jerman, Prancis, dan Swiss.

“Daya tarik benteng ini luar biasa. Sejarah dan namanya memang besar. Banyak wisatawan dari berbagai dunia tertarik untuk melihatnya dari dekat,” lanjutnya.

Sepanjang 1-10 Oktober 2018, Fort Rotterdam ini sudah dikunjungi sekitar 3.260 wisatawan. Rata-ratanya 326 wisatawan sehari. Dari jumlah total itu, 282 orang diantaranya wisman dan wisnusnya 2.978 orang.


Fort Rotterdam memiliki luas sekitar 3 hektare. Secara garis besar, benteng ini terbagi dalam 15 zona menurut alfabet A sampai O. Di dalam benteng terdapat Museum La Galigo. Museum ini memotret perkembangan budaya Kota Anging Mammiri. Ada juga Gedung Kesenian di zona C. Gedung ini punya beberapa terowongan bawah tanah. Satu terowongan pun diklaim terhubung ke Karebosi sejauh 0,5 km.

Pada zona N, terdapat bekas ruang pengasingan Pangeran Diponegoro. Di ruangan terdapat dua pintu melengkung besar dan kecil. Pintu kecil hanya bisa dilewati sembari membungkukan badan. Selain itu, Fort Rotterdam ini juga memiliki kisah unik. Sebab, sisi luar bangunan benteng adalah peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo.

“Nilai historis dari benteng ini sangat besar. Bangunannya juga terawat dengan sangat bagus. Sembari menikmati F8, Anda harus berkunjung ke Fort Rotterdam,” terang Esthy lagi.

Selain Fort Rotterdam, Kota Anging Mamiri memiliki Benteng Somba Opu. Benteng ini peninggalan Kesultanan Gowa yang dibangun Raja Gowa ke-9 pada abad 16. Situs sejarah ini ditengarai sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Gowa. Sekarang, benteng ini berada di Jalan Daeng Tata, Makassar.

Makam Pangeran Diponegoro juga terletak di kota ini.  Lokasinya berada di Kampung Melayu Makassar. Destinasi lain yang ditawarkan Kota Anging Mamiri adalah Museum Kota Makassar. Lokasinya di Jalan Balaikota No. 11. Menjadi venue terbaik, museum ini ideal untuk mengenal Makassar lebih detail. Kota ini juga memiliki Kompleks Makam Raja-Raja Tallo dan Monumen Mandala.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, F8 dan Makassar menjadi destinasi terbaik untuk berlibur. Aspek 3A-nya sangat baik.

“Momentum F8 ini harus dimanfaatkan untuk mengeksplorasi sisi lain Makassar. Wisata sejarah bisa menjadi pilihan bagus karena spotnya banyak dan eksotis. Secara umum, Makassar ini tujuan berlibur terbaik di Indonesia,” tutup Menteri Arief.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS