5 Tempat Menarik di Banda Neira yang Wajib Dikunjungi

Dimana kamu akan menghabiskan akhir pekan nanti ?Jika belum ada agenda, GenPI.co akan mengajak kamu ke sebuah acara "Pesta Rakyat Banda" yang akan digelar di Banda Neira, Minggu (11/11). Selain beragam atraksi kebudayaan pun dapat kamu lihat secara langsung, dan pastinya kamu juga dapat berkunjung ke beberapa tempat yang direkomendasi berikut ini.

1. Menyelam

Sebagai sebuah kepulauan, Banda Neira memiliki kehidupan air yang menakjubkan, keindahan bawah laut ini bisa dinikmati di tempat menyelam seperti Batu Kapal, Pohon Miring, Karang Hatta, dan Lava Flow. Disini kamu bisa bertemu dengan Ikan pari, berbagai coral yang sehat dan indah, ikan mandarin yang penuh warna, ribuan ikan yang berenang bersama, dan hiu kepala martil.

2. Rumah Budaya Banda

Rumah ini milik bapak Des Alwi, seorang sejarahwan asli Banda Neira yang juga merupakan anak angkat Bung Hatta, pendiri Indonesia. Rumah yang masih terawat ini kini dijaga oleh cucu dari Des Alwi dan berisi berbagai peninggalan bersejarah seperti lukisan dari masa Kolonial, foto-foto tua, meriam tua dari berbagai ukuran, dan keramik kuno.

3. Benteng Belgica

Demi menghadapi perlawanan warga Banda Neira yang menolak monopoli perdagangan lada, Gubernur Jenderal VOC Pieter Both memerintah untuk mendirikan sebuah benteng pada tanggal 4 september 1611. Pada masa jayanya, Benteng ini bisa dihuni sampai 40 orang serdadu Belanda dan pada tahun 1796 benteng Belgica diserang dan berhasil direbut oleh Inggris. Kini Benteng Belgica dicalonkan untuk menjadi situs warisan dunia UNESCO.

4. Rumah Pengasingan Bung Hatta

Bapak Proklamasi Indonesia, Bung Hatta pernah diasingkan oleh Belanda ke Banda Neira, ia tinggal disana dari tahun 1936 sampai tahun 1942. Di Banda Neira awalnya Bung Hatta tinggal bersama Sutan Sjahrir, sebelum akhirnya yang terakhir pindah ke rumahnya sendiri. Rumah Pengasingan bung Hatta ini masih terawat dengan cukup baik dan menyimpan berbagai barang peninggalan bung Hatta, seperti furniture, kacamata, jas, dan sebuah papan tulis yang masih ada tulisan tangan bung Hatta sendiri.

5. Mengunjungi Pulau Run

Pulau penghasil lada ini menjadi rebutan antara Inggris dan Belanda 300 tahun yang lalu, pertikaian berakhir setelah Inggris bersedia menyerahkan Pulau Run dengan mendapat ganti berupa koloni Belanda di New York yang kini bernama Manhattan. Mau tau seperti apa pulau yang nilainya setara dengan Manhattan? Mampir saja kesini.

Redaktur: Landy Primasiwi



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter