Inilah 15 Spesies Kupu-Kupu Langka di Kemenuh Butterfly Park

Kemenuh Butterfly Park menjadi salah satu tempat wisata iconic dengan memperlihatkan keindahan kupu-kupu dari berbagai warna. Taman ini terletak di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati-Gianyar. 

Selain menjadi tempat wisata,Taman Kupu-kupu Kemenuh juga menjadi tempat konservasi kupu-kupu barong. Keunikan lain dari tempat tersebut ialah terdapatnya 15 jenis spesies kupu-kupu yang sebagian besar berasal dari Bali dan beberapa dari luar Bali

Kupu-kupu di Kemenuh Butterfly Park ini meliputi Troides Helena, Papilio Memnon, Papilio Helenus, papilio Pranthus, Papilio Polytes, Papilio Demolius dan beberapa spesies langka lainnya dengan sayap melebar serta penuh warna

Tidak hanya sebagai wahana rekreasi, tempat ini juga memiliki misi sebagai edukasi,dan atraksi bagi para pengunjung yang masih didominasi turis mancanegara.

Salah satu Pengunjung asal Bandung yakni Radit Subakti yang sengaja datang jauh-jauh untuk menyaksikan secara langsung jenis hewan cantik kupu-kupu ini dengan berbagai jenis spesies dan sayap yang melebar serta memukau.

“ Pertama saya memasuki,langsung disambut banyak nya jenis kupu-kupu yang ada di sini,Wah indah banget deh" ungkap nya.

Didalam Kemenuh Butterfly Park, kamu juga dianjurkan untuk tidak menyentuh kupu-kupu cantik yang berkeliaran bebas di tempat tersebut, kecuali dalam kondisi kupu-kupu tersebut sudah mati. Akses untuk menuju kesana pun sangat mudah, pasalnya hanya membutuhkan waktu 45 menit untuk sampai di tujuan, hal ini pun juga diakui oleh Chef muda berkulit putih.

“ Kemenuh Butterfly Park bisa ditempuh dengan waktu 45 menit dari Kota Denpasar atau sekitar satu jam dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Badung,Bali. Saat pertama kali masuk saya disambut oleh petugas Kemenuh park yang begitu ramah dan kemudian dipersilahkan untuk masuk dan membayar tiket masuk. Awalnya tiket yg diberikan sebesar Rp.100.000 tapi setalah dibayar dan diberi minuman, saya kembali ditanya apakah penduduk lokal atau bukan, bahkan sempat di minta KTP. Ternyata petugas tersebut memastikan kalo saya beneran orang lokal dan harga lokalnya pun sebesar Rp.50.000 saja ” Tutupnya . 


Reporter: Muhammad Saddam Argadikusuma

Redaktur: Landy Primasiwi



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter