Mau Susur Sungai? Sambangi Dua Kota ini

Pasar Apung di Sungai Martapura
Pasar Apung di Sungai Martapura

Soal destinasi wisata, Indonesia punya semyanya. Salah satu yang bisa dinikmati adalah menyusuri sungai besar.

Indonesia memiliki sungai-sungai dengan panjang hingga ratusan kilometer. Sungai-sungai tersebut telah menjadi bagian terpenting dalam nadi kehidupan masyarakat yang mendiami kawasan sekitarnya. Di Palangkaraya, misalnya, sungai Kahayan yang membentang sepanjang 600 km adalah pusat peradaban masyarakat setempat sejak berabad lalu.

Selain Sungai Kahayan, ada beberapa sungai besar lain yang wajib kamu jajal. Apa-apa saja sungai itu? Berikut  dua kota yang bisa kamu sambangi untuk menjajal sungai-sungai yang melintasinya. Informasi ini GenPI.co kumpulkan dari berbagai sumber.

Banjarmasin

Banjarmasin adalah ibukota provinsi Kalimantan Selatan. Kota ini berada di tepi Sungai Barito yang memiliki panjang 890 km.

Namun Barito bukan satu-satunya sungai di Banjarmasin, ada puluhan sungai di Banjarmasin yang bisa dijelajahi melalui wisata susur sungai. Pengunjung bisa mngambil poin awal di Hotel Victoria. Lalu menyusuri Sungai Martapura lalu ke Muara Kelayan, Sungai Haur Kuning, Sungai Kelayan Kecil dan berakhir di Sungai Begau.

Jangan lupa pula mampir ke Pasar terapung Lok Baintan yang dipenuhi oleh perahu pedagang. Lalu sempatkan pula menyambangi  Pulau Kembang di delta Sungai Barito. DI situ menjadi tempat penangkaran kera ekor panjang dan bekantan.

Palembang

Palembang adalah ibukota Provinsi Sumatera Selatan yang tumbuh di tepi utara dan selatan Sungai Musi. Panjang Sungai Musi ini sendiri adalah  750 km  dan bermula dari kaki pegunungan Bukit Barisan.

Selain Jembatan Ampera yang ikonik, di Sungai Musi kamu juga bisa berkunjung ke Pulau Kemaro yang memiliki Klenteng Hok Tjing Rio’  klenteng ini memiliki pagoda yang bisa dimasuki pengunjung. Pulau Kemaro ini terdapat di tengah aliran sungai musi.

Dari pulau Kemaro, kamu bisa menyeberang ke kampung Arab Al-Munawwar yang masih asli seperti saat dibangun sekitar 200 tahun yang lalu.

Reporter: Robby Sunata

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter