Stories: Share your traveling moment!

Mau Kuliner Langka? Ke Pasar Cikundul Aja


Selalu ada yang unik di destinasi digital. Pasalnya, banyak hal yang bisa membuat pengunjung bernostalgia mengingat masa kecilnya. Di Pasar Cikundul misalnya, menjadi tempat untuk menikmati camilan yang sudah jarang ditemui.

Di pasar digital besutan GenPI Sukabumi itu, banyak makanan-makanan yang menggugah kenangan. Selain makanan tradisional, ada dua kuliner langka yang ditawarkan. Makanan tersebut adalah Gongsir dan Rambut Nenek.

Irni Wanda, salah satu anggota GenPI Sukabumi mengatakan,kedua makanan itu menjadi ikon di Pasar Cikundul. "Cukup banyak yang mencari gongsir dan gulali rambut nenek ke sini," ujarnya, Minggu (23/12).

Gongsir merupakan akronim dari jagong atau jagung dan gula pasir. Gongsir merupakan rebusan jagung yang diberi gula pasir dan ditambah parutan kelapa muda. Sementara rambut nenek adalah manisan yang terbuat dari adonan tepung dan gula yang ditarik ulur terus menerus sehingga berbentuk seperti mie. 

Pengalaman menikmati makanan langka semakin nikmat dengan tata letak Pasar Cikundul yang bikin betah. Dekorasi-dekorasi unik bernuansa tradisional khas Sunda membuat pengunjung enggan pulang. Apa lagi disuguhi hiburan dari musisi lokal Sukabumi.

"Walaupun makanannya tradisional, namun suasananya cukup nyaman dan modern," tambah Irni.

Untuk dapat menikmati makanan di area Pasar Cikundul, pengunjung harus punya mata uang khusus. Namun tak perlu khawatir, karena pengelola pasar sudah menyediakan uang khusus tersebut. Pengunjung tinggal menukarnya saja dengan rupiah yang mereka bawa dari rumah.  

"Belanjanya harus pakai koin khusus. Tapi tenang saja, pengunjung bisa menukar uang di area penukaran koin," ungkapnya.

Selain itu, lokasi pasar berada di area tempat wisata Pemandian Air Panas Cikundul. Sehingga masyarakat dapat makan sambil berenang atau menikmati suasana alam di area sekitar. "Jadi dengan tiket Rp6 ribu-Rp8 ribu sudah bisa masuk ke area dan berenang atau pun berendam air panas," pungkasnya.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter