Kelip Lampu di Gubug Sawah

Sedang berada di Kabupaten Tulungagung, Jawa Tengah? Coba sambangi destinasi wisata Gubug Sawah di Sumberejo Wetan, kecamatan Ngunut. Jangan kaget jika kamu akan menemukan pemandangan yang begitu menarik.

Gubug-gubung gazebo dibangun di atas sepetak tanah pekarangan. Beragam wahana berbahan botol bekas juga turut menyemarakkan suasana. Semuanya berpadu dengan instalasi lampu warna-warni yang memenuhi hampir setiap sudut tempat itu.

Gubug sawah adalah sebuah destnisasi berbasis ‘go-green’ dengan sentuhan millennial.  Pemiliknya adaalah warga desa setempat bernama Andik Christian. Lampu-lampu yang dipasang pada hampir setiap sudut memberikan romantis yang kental. Terlebih jika berkunjung pada malam hari, saat langit bersih dan bintang berkelip dengan indahnya. Lokasi itu tampak sangat instagramable dan ideal bagi para pemburu latar foto yang unik.

Andik dan beberapa rekannya membuka Gubug Sawah pada 2016 silam. Ia mengaku membangun tempat ini dengan modal nekat dan sedikit pengalaman. “Alasannya sederhana saja, karena saya ingin berpartisipasi di bidang pariwisata,” ujarnya beberapa waktu silam.

Usaha Andik tampaknya berbuah manis. Modal yang dikeluarkannya juga tak sia-sia. Buktinya, sejak pertama kali launching Gubug Sawah tak pernah sepi pengunjung. Selalu saja ada yang datang untuk menghabiskan waktu konkow-konkow di situ.

“Pencapaian tersebut semua tidak lepas dari kepercayaan masyarakat pada Gubug Sawah, yang bahkan telah antusias sejak sebelum wisata tersebut benar-benar resmi dibuka,” katanya menambahkan.

Untuk setiap pengunjung, Andik mematok tiket Rp5 ribu per orang. Bea masuk itu rupanya tak menyurutkan jumlah pengunjung. Mereka tetap saja datang. Seolah sudah tersihir oleh keindahan sederhana plus suasana romantis yang disajikan Gubug Sawah.

“Awalnya saya tidak tega mematok tiket masuk. Namun seiring berjalannya waktu, beberapa instalasi yang kamu pasang mengalami kerusakan oleh karena semakin banyaknya pengunjung yang berlalulalang. Sehingga bisa kami perbaiki dari uang yang terkumpul itu,” Andik melanjutkan.

Lantas tetap berupaya mengambil jalan tengah, kemudian Andi dan rekan-rekan saat ini tetap memberikan aturan tiket masuk seharga Rp.5000 yang dapat ditukarkan dengan botol teh mineral. “Setelah isinya habis, kami  kumpulkan kembali botolnya untuk dijadikan wahana baru,” pungkasnya. 

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER