Pengudang Bintan Mangrove, Destinasi Baru di Pulau Bintan

Mnyusuri Pengudang Bintan Mangrove di Bintan, Kepri. Foto: Leni
Mnyusuri Pengudang Bintan Mangrove di Bintan, Kepri. Foto: Leni

Sebagai daerah crossborder, Bintan dituntut untuk selalu memukau. Bukan hanya dengan atraksinya, tetapi juga dengan keindahan alamnya. Salah satu keindahan tersebut adalah Pengudang Bintan Mangrove. Destinasi wisata ecotourism ini, dikelola kelompok masyarakat kalangan nelayan. 

Untuk menikmati Pengudang Bintan Mangrove, kita bisa menyusuri sungai sepanjang 4 kilometer menggunakan speed boat. Untuk menemani perjalanan, kita akan dipandu pemuda lokal yang sudah berpengalaman dan bermata pencaharian sebagai nelayan. 

Sepanjang perjalanan, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan rimbunnya pepohonan Mangrove, Padang Lamun, Batu Junjung, Batu Arang, Fauna. Ditambah lagi aktivitas nelayan menangkap ketam dengan alat perangkap bubu. 

Jika beruntung, kalian juga bisa melihat Dugong. Hewan ini adalah ikon Pulau Bintan. Karena sudah langka. Namun, Dugong masih banyak kita jumpai di Perairan Bintan. Khususnya, di Desa Pengudang. Pemerintah Kabupaten Bintan juga ingin menjadikan Dugong sebagai Representasi Kepariwisataan Bintan.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Zaiman Prawira, objek wisata Pengudang Mangrove diluncurkan untuk mengkampanyekan pelestarian lingkungan. Sekaligus menjaga pohon mangrove, ekosistem dan habitatnya dari kerusakan.

“Walaupun Kita agak sulit melihat hewan langka ini secara langsung, kita bisa melihat jejak mereka melalui lamun yang telah mereka makan. Dan juga ada beberapa kali, Dugong terdampar atau terjebak di jaring nelayan,” terang Luki.

Di Desa Pengudang, bisa kita jumpai replika rangka Dugong. Replika ini berasal dari Dugong yang telah mati terdampar. Rangka tersebut tersimpan di Balai Desa Pengudang. Penyusunan kembali rangka dugong ini diinisiasi oleh DSCP dengan bantuan warga setempat.

Desa Pengudang sendiri dijadikan sebagai "pilot project" Penelitian Lamun & Dugong oleh DSCP ( Dugong Seagrass Center Project). Menurut hasil penelitian, Kampung Pengudang memiliki banyak variety lamun. Lebih banyak ketimbang tempat lain di Bintan.

DSCP juga menjadikan Pengudang Mangrove sebagai tempat untuk mengedukasi masyarakat serta pengunjung yang. Mereka memberitahu bagaimana pentingnya kita menjaga lamun serta ekosistem yang ada untuk keberlangsungan hidup serta pengembangan wisata setempat.

Kadispar Kepulauan Riau Boeralimar menilai pariwisata Bintan berkembang pesat. "Destinasi alam di Bintan berkembang pesat terutama yang dikelola oleh kelompok masyarakat, ini menandakan sektor pariwisata Bintan mendapat apresiasi dari seluruh komponen masyarakat. Semangat tinggi masyarakat yang ditopang oleh Pemerintah akan membuat Bintan bisa melejit di bidang destinasi alam," katanya. 

Sedangkan Iwan Winarto sebagai pimpinan Pengudang Bintan Mangrove berharap kedepannya Pemerintah setempat lebih concern dan memberikan perhatian lebih terhadap Pengembangan wisata berbasis Masyarakat serta terus menstimulasi dan mempromosikan Wisata tempatan.

Redaktur: Cahaya

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER