Stories: Share your traveling moment!

Mau Lihat Ikan Nemo, Ini Lokasinya

Ikan nemo di Gili Sulat, Lombok. (foto: Muslifa)
Ikan nemo di Gili Sulat, Lombok. (foto: Muslifa)

Ternyata ada surga bawah laut juga di Gili Mangrove di Lombok Timur, yaitu Gili Sulat dan Gili Lawang. Dua gili dengan area hutan mangrove terluas di Lombok ini berada di sisi timur laut. Desa Sugihan, kecamatan Sambelia, desa nelayan terdekat. Di desa ini pula, satu dermaga telah dibangun pemerintah, pendukung aktifitas pariwisata menuju kawasan ini.

Surga bawah laut Gili Sulat dan Gili Lawang berada persis di tengah-tengah dua gili. Surga ini dipenuhi beragam jenis ikan hias, karang laut, warna-warni bulu babi, bahkan juga warna-warni bintang laut. Spot surgawi ini bahkan bisa dinikmati dari atas perahu. Terutama karena beberapa taman karang, berjarak mulai dari sepanjang lengan orang dewasa, sampai sekitar lima sampai 10 meter dari permukaan laut. Jarak relatif yang bisa berubah-ubah, tergantung kondisi perairan. Semakin dekat saat sedang surut dan akan lebih dalam saat air laut pasang.


Agus Alwi, Ketua Bumndes Sugihan .

Agus Alwi, Ketua Bumdes Sugihan, mengatakan pariwisata di kawasan duo gili mangrove Sulat dan Lawang salah satu yang membangkitkan harapan warga desa.  “Pascagempa dulu itu, para pemancing Lombok sendiri masih selalu datang ke sini. Trip-trip memancing mereka cukup membantu para nelayan dan warga yang menyewakan perahu,” jelas Agus Alwi, saat mengobrol ringan di salah satu bale, Jumat (11/1).

Kondisi yang disepakati Aliman, salah seorang warga desa Sugihan yang aktif mengeksplorasi kawasan dua gili sekaligus pemandu wisata. 

Baca juga: Berolahraga Sambil Menikmati Keindahan Gili Trawangan

“Warga menyewakan perahu di harga mulai dari Rp 350 ribur. Tripnya mengantarkan snorkeling sampai puas dan eksplorasi hutan mangrove. Sayangnya, jalur setapak beton di Gili Lawang yang hancur saat gempa lalu, masih belum diperbaiki. Eksplorasi hutan mangrove jadi terpaksa harus dari atas perahu,” urai pemuda yang kerap dipanggil Iman ini.

Salwa, pelajar SMP kelas 9 dari kota Selong Lombok Timur, mengaku sangat puas dengan momen snorkeling pertamanya di Gili Sulat dan Gili Lawang. “Aku bisa bertemu keluarga Nemo. Ada empat ekor. Ada juga bintang laut yang besar, juga yang warna biru. Lucu sekali saat menyentuh bintang laut dan lima ‘lengan’ mereka bergerak-gerak heboh. Aku juga melihat babi laut yang keluarkan warna biru di bagian tengahnya,” Salwaa mengisahkan trip snorkelingnya dengan gembira.

Gili Sulat dan Gili Lawang bisa diakses dengan berkendara sekitar Bandara Internasional Lombok (BIL) di Lombok Tengah. Dari ibukota propinsi, kota Mataram, berjarak sekitar tiga jam. Waktu menyeberang dari dermaga di Dusun Tekalok, desa Sugihan sendiri, hanya sekitar lima sampai sepuluh menit. 

Homestay dulunya juga disediakan oleh warga desa Sugihan. Namun, efek pascagempa Lombok lalu, sebagian besar bangunan berbatu hancur atau retak parah. Dua alasan utama yang membuat warga masih belum bisa menerima tamu untuk menginap. 

“Kami lebih mengutamakan keselamatan para wisatawan. Jadi, untuk pilihan menginap, homestay di desa Labuhan Pandan lebih kami sarankan. Jaraknya hanya dua puluh menit berkendara,” tambah Agus Salim, menjelaskan kondisi terkini akomodasi di desa Sugihan.

Nah, kamu juga pemburu Nemo? Ada satu keluarga Nemo menantimu di Gili Sulat. Dong ayok, berjumpa keluarga Nemo di Gili Sulat dan Gili Lawang, Lombok Timur.

Redaktur: Cahaya



RELATED NEWS