Tempat Nongkrong di Puncak Ini Digemari Milenial Jakarta, Ini Alasannya!

Buat kamu muda mudi Jakarta pasti sudah tidak asing dengan tempat nongkrong yang berada di pinggir Jalan Raya kawasan Puncak Pas ini, yaitu Warpat atau disingkat dengan Warung Patra sebuah tempat warung kopi sederhana yang memiliki pemandangan yang indah.

Berikut terdapat 4 fakta yang akan menjelaskan betapa berpengaruhnya tempat ini untuk kaum milenial, bersumber dari beberapa pemuda pemudi Jakarta yang diwawancarai:

1. Pemandangan Indah

Tak heran jika tempat ini menjadi salah satu inceran bagi anak Jakarta, pemandangannya yang indah menghadap ke perkebunan teh membuat mereka yang datang betah berlama-lama disini. Walaupun tempatnya sangat sederhana hanya deretan warung kopi yang penuh dengan gambar graffiti hasil karya tangan anak-anak muda yang datang kesini, namun tempat ini menjadi lokasi yang selalu didatangi setiap harinya.


2. Ga Bikin Kantong Jebol

Para muda mudi yang datang ke tempat ini tidak perlu takut jika kantong jebol, sebab menu yang ditawarkan adalah makanan-makanan sederhana seperti Indomie, Roti Bakar, Nasi Goreng, Kopi, Susu dan hidangan hangat lainnya. Harganya yang murah mulai dari 3.000-10.000 rupiah kamu bisa nongkrong disini sampai berjam-jam.


3. Romantis

Jika datang ketika malam mulai tiba, kamu akan melihat pemandangan yang begitu menawan dari tempat dudukmu. Disini kamu akan disuguhkan gemerlapnya lampu kota Bogor yang luas kala malam juga udara yang dingin menusuk tulang sehingga mewajibkan kamu untuk memakai pakaian hangat disini, ditambah menikmati hidangan jagung bakar yang membuat dinginmu terasa hangat dimulut.


4. Buka 24 Jam Non Stop

Salah satu yang menjadi inceran pengunjung datang ketempat ini karena tempatnya buka selama 24 jam, sehingga bisa didatangi pada dini hari ataupun malam hari. Bahkan terkadang pengunjung  yang datang sampai tidak mendapatkan kursi duduk dan harus menunggu pengunjung lainnya selesai. Saat ini Warpat juga membuka lahan parkir yang cukup luas yang berada dipinggir Jalan Raya Puncak tepatnya ditebing batu buatan karena menurut pengelola lokasi parkir sebelumnya dikatakan curam dan sempit hanya memuat pengendara roda dua saja.


Reporter: Annissa Nur Jannah

Redaktur: Fini Auliany

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Annissa Nur Jannah
Reporter
Annissa Nur Jannah

KULINER