Stories: Share your traveling moment!

Liburan ke Cirebon di Akhir Pekan? Ini 5 Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi

Keraton Kanoman, salah satu destinasi wisata bersejarah di Cirebon. (ist)
Keraton Kanoman, salah satu destinasi wisata bersejarah di Cirebon. (ist)

Dikenal sebagai Kota Persinggahan Para Wali, Cirebon nampaknya memiliki beragam tempat dengan nilai sejarah di dalamnya. Peran Cirebon dalam masa kemerdekaan cukup besar, hal ini terlihat dari bangunan peninggalan sejarah di berbagai sudut, seperti Pasar Kanoman. Tentu ini bisa dijadikan referensi wisata edukasi, khusunya buat anak-anak.

Namun jika Anda berpijak di kota yang terletak di ujung timur provinsi Jawa Barat ini, juga sempatkan pula untuk melihat dan ekspolrasi berbagai destinasi menarik lainnya. Kali ini GenPI.co merangkum 5 tempat yang wajib dikunjungi di Cirebon seperti dilansir dari berbagai sumber. Apa saja?   

1. Pasar Kanoman

Bila berjalan ke arah pelabuhan, kira-kira 10 menit berkendara dari Balai Kota Cirebon, wisatawan bisa menemui sebuah pasar yang memiliki nilai historis tinggi, yakni Pasar Kanoman. Pasar yang sudah ada sejak 1800-an ini berdiri gagah di depan Keraton Kanoman. 

Segala aktivitas jual-beli di Cirebon berpusat di sini. Pedagang menjual beragam jenis barang. Ada sembako, makanan dan minuman khas Cirebon yang sudah siap santap, produk kerajinan, dan berbagai kebutuhan rumah tangga. Pertama kali masuk ke pasar itu, kita akan mendengar orang-orang berbicara bahasa Sunda bercampur Jawa dengan logat ngapak, yang terdengar sebagai sebuah kekayaan lingustik. Dari situ, wisatawan bisa memotret keaslian masyarakat setempat.

2. Keraton Kanoman

Tak sampai 50 kali melangkah dari beranda belakang Pasar Kanoman, pelancong bisa menemukan sebuah keraton tua yang dari gerbang muka tampak sedikit tak terawat. Keraton ini sudah berdiri sejak 1678, dibangun oleh Pangeran Mohamad Badridin atau Pangeran Kertawijaya, yang bergelar Sultan Anom I. Keraton Kanoman bisa diakses oleh siapa pun, bahkan warga biasa yang tak memiliki hubungan kekerabatan dengan sultan.

Keraton Kanoman yang berdiri di lahan seluas 6 hektare ini terdiri atas tiga bagian. Bagian depan ialah tempat yang biasa dipakai untuk pentas. Di sana terdapat bangsal yang dimanfaatkan untuk tempat menyimpan gamelan dan alat-alat pentas milik kesultanan. Sedangkan di bagian belakang, terdapat rumah sultan dan bangunan keputran, yakni tempat tinggal para putra-putri kerajaan.

3. Alun-alun Kejaksaan 

Menjelang malam, alun-alun yang bersebelahan dengan Masjid Raya At-Taqwa ini kian ramai disambangi muda-mudi, juga keluarga. Tempat tersebut seolah menjadi magnet kehidupan malam di Kota Cirebon. Lampu-lampu taman yang berkedip warna-warni menimbulkan suasana meriah. Di lapangan yang luas, menghadap ke arah masjid, terdapat sejumlah permainan bocah, misalnya odong-odong, mobil-mobilan, arena memancing buatan. Di sekelilingnya digelar beragam tenda kuliner. 

4. Bubur Toha

Bubur Toha namanya. Lokasinya di simpang pertigaan Jalan Siliwangi, tepatnya di Jalan Moh Toha. Disini, dijual bubur ayam, bubur kacang hijau, dan bubur ketan hitam. Sekilas, penampakannya mirip dengan warung bubur ayam milik orang asli Kuningan yang membuka lapak di Jakarta. Sepiring bubur ayam cuma dibanderol Rp 6.000, sementara bubur kacang hijau dan ketan hitam Rp 5.000

5. Pantai Kejawanan

Pantai ini menjadi spot terbaik untuk menikmati matahari terbenam. Ada sebuah dermaga menjorok ke laut yang mengantarkan pengunjung lebih dekat dengan garis pantai. Di sampingnya, berlabuh kapal-kapal pengangkut logistik, juga batu bara. Kalau ingin melihat matahari tenggelam bulat-bulat, tersedia kapal-kapal nelayan yang siap mengangkut wisatawan menuju tengah laut. Biayanya berkisar kurang lebih Rp 50 ribu per orang.

Reporter: Hafid Arsyid

Redaktur: Cahaya



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter