Wajah Baru Gunung Kelud Setelah 5 Tahun Lalu Erupsi, Makin Ciamik

Kita ketahui bahwasanya Indonesia masuk dalam kawasan Ring Of Fire bumi. Kondisi ini mengakibatkan Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki jumlah gunung berapi terbanyak di seluruh muka bumi. Berbagai aktifitas gunung berapi ini juga berdampak ke kehidupan masyarakat. Tengok saja 5 tahun silam tepatnya 14 februari 2014, dimana Gunung Kelud di Kediri yang telah lama vakum dari aktifitas vulkanik tiba-tiba meletus dan berdampak cukup parah di sebagian wilayah Jawa Timur dan Yogyakarta. Kejadian yang mungkin masih melekat di ingatan masyarakat khususnya di sekitaran Gunung Kelud ini pun memporak-porandakan destinasi wisata yang ada di Puncak Gunung Kelud.

Pasca meletusnya Gunung Kelud 2014 silam, kawasan puncak Kelud ditutup beberapa bulan untuk proses recovery dan perbaikan. Lima tahun berlalu, berbagai perbaikan dan pembangunan kembali wisata Gunung Kelud oleh Pemerintah Kabupaten Kediri terus dikebut.

Mengutip salah satu penjelasan dari petugas pos pemantau Gunung Kelud, Khoirul Huda, mengenai peningkatan keamanan gunung ini. 

"Saat ini ada satu kamera CCTV yang memonitor kondisi kawah Gunung Kelud. Juga terdapat 9 titik alat seismik pemantau gempa.” Jelasnya

Dalam pengembangan kembali gunung yang memiliki ketinggian 1731mdpl ini, pemerintak Kabupaten Kediri membaginya menjadi 2 zona khusus. Zona pertama adalah zona sirkuit Kelud dimana melakukan perbaikan di sepanjang jalan menuju puncak Kelud. Zona lainnya perbaikan wilayah pendukung di sekitaran Kelud.

Kini para wisatawan dapat menyambangi puncak Kelud dengan menggunakan mobil jeep maupun ojek motor. Dengan merogoh kocek mulai dari Rp 300 ribu, kalian dapat berpetualang ria mengendarai jeep menuju puncak Kelud. Pemandangan yang tak kalah epik pun bisa kita lihat ketika kita sampai di Puncak Kelud. Disini kita bisa melihat keindahan kawahnya yang memiliki air yang berwarna kehijauan. Melengkapi keindahannya, Kawah Kelud dikelilingi oleh 3 puncak gunung sekaligus, yaitu Puncak Sumbing, Puncak Gajah Mungkur dan Puncak Kelud.

Berbagai perbaikan dari segi fasilitas pengunjung pun mulai dilakukan seperti penataan parkir, pendirian gubuk istirahat serta warung-warung makanan yang dapat dimanfaatkan sembari melihat keindahan panorama Kelud.

Bagi yang tidak ingin mengunjungi kawah, pengunjung dapat menikmati panorama bentangan alam Kelud yang sangat indah. Namun pengunjung harus menyiapkan tenaga extra, karena penataan parkir yang masih di bawah mengharuskan kita berjalan kaki menanjak untuk melihat panorama alam Gunung Kelud dan melihat sisa sisa letusan 5 tahun silam. Bagi yang tidak ingin capek, bisa memanfaatkan ojek dari warga setempat. 

“Pemandangannya itu loh sungguh keren, emang sih perlu nanjak sambil jalan kaki, tapi sesampainya di atas kita disuguhkan dengan panorama alam Kelud yang keren banget. Jadi sepadanlah dengan perjuangannya, semoga segera di selesaikan pembangunannya sehingga tak perlu repot dan bisa melihat kawah dengan mudah.” Terang Ajeng Dina, wisatawan asal Nganjuk.

Perjalanan menuju wisata Gunung Kelud dapat ditempuh dengan durasi 2 jam perjalanan dari pusat Kota Kediri. Di sekitaran Kaki Gunung Kelud pun mulai tumbuh kembang wisata penyangga yang dapat dimanfaatkan pengunjung seperti Taman Indian, Kebun Anggrek, Kebun Nanas dan lainnya.

Redaktur: Fini Auliany

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Annissa Nur Jannah
Reporter
Annissa Nur Jannah

KULINER