Gagang Bayam Timur, Burung Cantik Penghuni Limboto

Sekumpulan gagang bayam timur di Danau Limboto.
Sekumpulan gagang bayam timur di Danau Limboto.

Gagang bayam timur atau Himantopus leucocephalus bukanlah nama tanaman.  Meskipun terdengar mirip nama sayuran yang biasa dikonsumsi masyarakat.

Gagang bayam timur adalah jenis burung air yang menjadi daya tarik wisata di kawasan lahan basah (wetlands) yang banyak tersebar di Indonesia.

Burung ini dikenal sebagai satwa pemangsa  invertebrata mungil yang banyak hidup di daerah yang berair.  Sehingga burung ini sering kali terlihat di rawa, sungai, danau, pantai atau sawah yang berlumpur.

“Gagang bayam ini banyak dijumpai di sawah, tambak, pantai  atau di Danau Limboto, biasanya terlihat pada bulan-bulan tertentu,” kata Danny Albert Rogi, penggiat lingkungan dari Perkumpulan  Biodiversitas Gorontalo, Jumat (15/3).

Warna bulunya sederhana, hitam dan putih. Bulu berwarna hitam menutupi  sayap, dan leher bagian belakang, sedangkan warna putih di luar itu.

“Warna kakinya kemerahan, mungkin ini seperti batang sayuran bayam,” kata Danny Albert Rogi terkekeh.

Kaki merah jambu burung ini sangat panjang, mengingatkan bentuk kaki burung flamingo yang ada di belahan lain bumi ini.

Di Danau Limboto Gorontalo, burung ini menjadi daya tarik wisata. Pada musim migrasi antara bulan Agustus hingga Oktober, burung ini sangat banyak. Kelompoknya hingga mencapai ratusan ekor. Suaranya riuh rendah saling bersahutan, apalagi saat menemukan makanan.

Pada saat terbang pun gagang bayam timur bersuara nyaring. Sering kali, kehadiran satu-dua ekor di satu titik mengundang gagang bayam lain untuk datang karena suaranya ini.

Saat terbang atau asyik mencari makan di lumpur, burung ini sangat menawan. Kakinya jenjang kemerahan, dengan suaranya yang ribut menjadikan atraksi yang menarik bagi wisatawan. Ada momen khusus, burung ini akan kawin. Ini adalah momen menarik untuk di amati dan diabadikan.

Secara fisik sulit bagi wisatawan awam untuk membedakan mana jantan dan betinanya. Namun para pengamat burung bisa membedakan dari lengkungan paruh hitamnya.

“Hanya mereka yang pernah membandingkan yang paham, kalau baru pertama kali sulit membedakan jantan betinanya,” jelas Danny Albert Rogi.

Kehadiran gagang bayam timur di lahan basah di semua lokasi bisa menarik wisatawan, ini berarti menjadia aset wisata daerah. Yang utama adalah melakukan identifikasi keragaman hayati di kawasan lahan basah, biasanya masih banyak jenis burung lain yang hidup dalam habitat ini seperti keluarga mandar, tikusan alis putih, blekok, keluarga kuntul dan cangak.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Landy Primasiwi
Reporter
Landy Primasiwi

KULINER