Empat Air Terjun Ini Harus Dikunjungi Saat Pelesiran ke Lumajang

Air Terjun Tumpak Sewu (ist)
Air Terjun Tumpak Sewu (ist)

GenPI.co – Berada di kawasan Tapal Kuda, Lumajang menyimpan beragam pesona alam yang menawan. Beragam destinasi pantai, danau hingga pegunungan yang asri mampu menyedot perhatian para pelancong. Selain itu kabupaten di wilayah Jawa Timur ini memiliki wisata air terjun yang elok.

Dilansir dari berbagai sumber, buat pecinta air wisata air terjun Lumajang menawarkan empat destinasi air terjun dengan keunikan masing-masing. Apa saja?

Air Terjun Tumpak Sewu dan Goa Tetes

Lokasi air terjun ini terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Di sekitar air terjun ini terdapat panorama bukit yang elok. Nampak air mengalir terjun dari rembesan di dinding bukit yang melingkar. Karena banyaknya air terjun, itu maka nama seribu (sewu) disematkan.

Sementara Tumpak berarti menumpang, atau diartikan seribu air terjun yang menumpang pada dinding bukit. Diameter atau jarak antar bukit sekitar 100 m, dengan ketinggian air terjun hingga lembah 50 hingga 70 meter.

Obyek wisata ini cukup mudah dijangkau. Biaya berkisar Rp 2 ribu hingga Rp 10 ribu. Setelah membayar biaya retribusi, pengunjung masih harus menempuh perjalanan yang cukup panjang. Jalur pertama yang adalah anak tangga berundak yang menempel di badan bukit dan menurun curam ke dasar bukit. Di ujung anak tangga terakhir, akan disuguhi pemandangan Goa Tetes yang begitu menakjubkan. Dan setelah itu, pengunjung akan menemukan spot foto yang ciamik untuk melihat air terjun Tumpak Sewu.

Air Terjun Watu Lapis

Air terjun Watu Lapis terletak di Mbenciran, Dusun Tawonsongo, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang. Obyek wisata ini masih tergolong baru di kalangan wisatawan lokal maupun luar daerah, karena baru ditemukan pada tahun 2013 silam. Istimewanya, disini pengunjung bisa melihat pemandangan perkebunan kopi yang cukup luas.

Lokasi wisata air terjun ini bisa ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Jarak tempuhnya dari pusat Kota Lumajang sekitar 35 km, atau sekiranya dengan estimasi waktu sekitar 1,5 jam perjalanan. Untuk biaya masuknya dipatok dengan harga Rp. 7 ribu lengkap dengan biaya parkir kendaraan roda dua.

Air Terjun Kapas Biru

Lokasinya terletak di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, atau masih searah dengan jalur yang menuju ke Air Terjun Tumpak Sewu dan Goa Tetes. Pesona air terjun ini menawarkan air yang mengalir deras dari ketinggian 50 meter. Air terjun ini juga dihiasi oleh tebing-tebing batu yang menjulang tinggi, yang menambah kesan artistik obyek wisata ini.

Untuk sampai ke wisata ini bisa lewat jalur Malang – Turen – Dampit – Pronojiwo. Sesampainya di kecamatan Pronojiwo, carilah Kantor Polsek Pronojiwo. Tak jauh dari situ, ada jalan tikungan dan di sebelah kanan jalannya ada tulisan “Air Terjun Kapas Biru”. Sesampai di lokasi, hanya dikenai biaya parkir kendaraan sebesar Rp. 2 ribu untuk dan Rp. 5 ribu untuk mobil. Sedangkan biaya masuknya berkisar antara Rp. 5 ribu - Rp. 7 ribu.

Air Terjun Coban Tawon

Empat Air Terjun Ini Harus Dikunjungi Saat Pelesiran ke Lumajang

Coban Pawon atau biasa disebut Antrukan Pawon memiliki keunikan tersendiri, di mana air terjun ini berada di dalam goa yang menyerupai pawon (dapur tempat memasak). Setiap percikan air terjun ini diyakini bisa membantu penyembuhan penyakit. Nah, kalau kamu berminat datang ke sini, lokasinya terletak di Dusun Kertowono, Desa Wangkit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Coban ini memiliki ketinggian sekitar 15 meter, dengan air yang menimpa lobang goa yang ada di bawahnya. Kalau dilihat dari kejauhan, bentuk pawon tersebut sangatlah jelas dan terlihat detailnya. Bahkan, cahaya matahari yang menerawang masuk pun jadi terlihat lebih indah. Terlebih lagi, jika kamu masuk ke dalam goa yang berdiameter sekitar 6 meter ini, maka kamu akan mendapati sebuah sungai yang mengalir menuju hilir. Untuk biaya masuknya dipatok dengan harga Rp. 5000,00 lengkap dengan biaya parkir kendaraan roda dua.

Reporter : Hafid Arsyid

Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER