Tangerang Garap Danau Cigaru untuk Destinasi Wisata Bahari

Danau Cigaru akan dikembangkan jadi wisata bahari. (ist)
Danau Cigaru akan dikembangkan jadi wisata bahari. (ist)

GenPI.co - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, menggarap Danau Cigaru, Kecamatan Cisoka sebagai destinasi wisata bahari.

"Kami sudah menghubungi pengelola danau itu agar mereka bersedia untuk bekerja sama," kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik di Tangerang, Dikutip dari Antara,  Selasa (9/4).

Ahmad mengatakan selama ini danau buatan hanya dikelola warga setempat secara amatiran oleh pemilik lahan sehingga wisatawan yang berkunjung kebanyakan penduduk lokal.

Namun pada hari libur banyak juga warga dari luar daerah yang berkunjung, mereka ingin menikmati keindahan danau buatan sembari berfoto.

Baca juga: Desa Wisata di Kabupaten Tegal Dipasang Wifi Gratis

Bahkan keberadaan danau itu dapat menambah pendapatan bagi penduduk lokal dengan menjual aneka kerajinan dan kuliner setempat. Danau Cigaru terdiri atas tiga danau buatan hasil penambangan galian pasir yang memiliki air tiga warna, hijau, putih dan kecoklatan pada lokasi yang berdekatan.

Pada areal tersebut juga terdapat perahu dan tempat berfoto bagi pengunjung, setelah itu dapat menikmati kuliner lokal yang dijual pedagang. Untuk mengunjungi obyek wisata tersebut tidak mengalami kendala karena letaknya relatif dekat dengan pasar dan Kantor Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Pemerintah setempat sudah membangun jalan masuk dengan mengunakan konstruksi semen cor bertulang demi kelancaran wisatawan menuju lokasi. Ahmad mengatakan berencana bekerja sama dengan agen wisata agar destinasi itu lebih banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Selama ini memang belum digarap secara profesional, tapi optimistis jika dikelola secara baik memberikan manfaat yang lebih," katanya.

Sementara itu, pengelola objek wisata Cigaru, Sudirman Indra mengatakan rencana pemda tersebut merupakan langkah positif dan diharapkan ada hasil yang lebih baik. Namun pihaknya mengharapkan ketika obyek itu digarap, tidak menghilangkan dan dapat mempertahankan kearifan lokal.

Sudirman menambahkan pengelola yang baru harus mempekerjakan warga setempat karena selama ini digarap bersama dan dapat menambah perekonomian penduduk. 

Redaktur: Cahaya

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER