Deposito Bank BNI Raib, Ekonom Beri Analisa Tajam

Deposito Bank BNI Raib, Ekonom Beri Analisa Tajam - GenPI.co
Gedung BNI di Jakarta. ANTARA/HO-BNI/aa.

GenPI.co - Ekonom SBM ITB, Anggoro Budi Nugroho mengatakan Bank BNI terancam dikenakan pidana bila terbukti lalai menjaga deposito nasabah sebesar Rp 20,1 miliar milik Hendrik dan Heng Tao Pek.

Menurut Anggoro Budi Nugroho, pada Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan di pasal 49 ada ancaman pidana penjara dan denda bagi aparat perbankan yang terbukti mengubah, mengaburkan/menghilangkan catatan pembukuan transaksi.

"Sudah tepat, masuk ke ranah hukum karena ada perlindungan UU untuk nasabah," ujarnya seperti yang dilansir dari Ayobandung.com, Kamis 24 Juni 2021.

BACA JUGA:  Duit ATM Bank BNI Hilang, Polisi Selidiki Sebabnya

Lebih lanjut, kata Anggoro, perekrutan sumber daya manusia (SDM) bank harus terus ditinjau dan bersandar pada nilai-nilai individu pegawai yang memiliki kredibilitas dan integritas. Hal ini untuk menghindari tindakan pengaduan hukum dari nasabah.

Deposito menjadi salah satu produk andalan perbankan bagi sebagian besar orang setelah tabungan. Salah satu perbedaan dari kedua produk tersebut yakni deposito memiliki keuntungan jauh lebih tinggi dibandingkan tabungan bila nasabah memarkirkan dana.

BACA JUGA:  Dana Nasabah Bank BNI Digelapkan, Uang Rp2,69 Miliar Disita

"Perbankan pun perlu mengedukasi terlebih dahulu kepada calon nasabah yang akan memarkirkan dana di deposito untuk menghindari permasalahan di kemudian hari," ujarnya.

Edukasi tersebut bisa berupa tidak menempatkan dana melalui oknum perantara, sekali pun pegawai bank untuk memperkecil risiko fraud.

BACA JUGA:  BNI Bawa Angin Segar, Bulu Tangkis Bisa Raih Banyak Gelar

Sebelumnya, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mempersoalkan klaim sepihak yang dinyatakan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI terhadap bilyet deposito palsu senilai Rp 20,1 miliar milik Hendrik dan Heng Tao Pek.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara