The Best of Street Food Fiesta Jadi Awal Perjalanan Wisata Kuliner di Batam

The Best of Street Food Fiesta Jadi Awal Perjalanan Wisata Kuliner di Batam

BATAM - The Best of Street Food Fiesta 2019 sukses digelar, Sabtu (2/3) lalu. Event yang didukung Kementerian Pariwisata itu berhasil menarik seribuan pengunjung yang berkumpul di lokasi kegiatan, yaitu di Batam View Beach Resort.

Tak hanya wisatawan lokal, banyak pula turis mancanegara yang hadir di sana. Antara lain dari Italia, Malaysia, Singapura, dan Srilangka. Rata-rata pendapat mereka pun sama terkait sajian yang dihidangkan malam itu. Sangat enak dan ingin menikmati lagi.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani mengatakan, Batam merupakan salah satu daerah yang terkenal sebagai surga kuliner. Pulau ini dihuni beragam etnis yang membawa citarasa masakan berbeda. Paduan bumbu dan rempah menyatu dengan bahan-bahan pilihan, menghadirkan menu spesial yang sulit dicari di wilayah lain.

“Berakhirnya ‘The Best of Street Food Fiesta’ justru menjadi awal perjalanan wisata kuliner di Batam. Wisatawan bisa melakukan perburuan kuliner sendiri, karena banyak panduan yang bisa didapat. Salah satunya melalui internet yang sudah mengakomodir hampir semua menu favorit,” ujarnya, Selasa (5/3).

Dari menu-menu yang direkomendasikan, ada sajian khas Mie Tarempa. Mie kuning khas Melayu ini memiliki tampilan dan aroma yang menggoda, dengan bumbu rempah yang nikmat. Rasanya sayang sekali jika berkunjung ke Batam tanpa menikmati kuliner yang satu ini.

“Sekilas, mie tarempa mirip dengan kwetiaw. Bentuknya pipih, tetapi ukurannya lebih kecil. Teksturnya lembut dan empuk. Cenderung lumak, karena begitu masuk ke mulut, mie yang panjang bisa terputus sendiri tanpa perlu digigit,” jelas Rizky Handayani.

Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menambahkan, Mie Tarempa bukan satu-satunya hidangan berbahan dasar mie yang disukai masyarakat. Ada juga pesaingnya yang tak kalah enak dan unik, yaitu Mie Lendir.

Meski namanya terdengar aneh, tetapi rasanya benar-benar nendang. Ini adalah salah satu makanan khas Batam yang wajib dicoba. Dalam sepiring mie lendir, terdapat kombinasi empat rasa sekaligus, yaitu asin, pedas, gurih dan manis.

“Rasa manis didapat dari bumbu mie lendir, gabungan antara kacang tanah dan ubi jalar. Sementara rasa gurih didapat dari udang dan ayam. Biasanya, udang dan ayam dihancurkan bersama bumbu. Sehingga, walau tidak tampak gumpalan ayam ataupun udang, rasa gurih dari dua jenis daging itu tetap terasa kuat,” urainya.

Mie lendir seringkali disajikan dengan tauge rebus dan cabai rawit yang diiris tipis-tipis. Sebagai pelengkap, penjual seringkali menambahkan taburan kerupuk atau emping. Beberapa terdapat yang disajikan begitu saja. Mie lendir dapat dicicipi di nyaris seluruh kopitiam yang terdapat di Kota Batam.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, Batam memang memiliki kekayaan kuliner yang otenti dan selalu diburu para pelancong. Citasara yang ditawarkan pun sangat beragam karena berasal dari berbagai etnis, baik dalam maupun luar negeri.

“Banyak usaha kuliner bermunculan di Batam. Kuliner sendiri merupakan bisnis yang sempurna karena porsinya besar hingga 40 persen. Sayangnya, kuliner Indonesia saat ini belum memiliki national food. Namun begitu, 30-40 persen pengeluaran wisatawan tetap ada di kuliner,” terangnya. (*)

Redaktur: Cholis Faizi Sobari

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER