FORUM

Ceritakan Pengalaman Liburanmu Di Akhir Tahun 2018 , Serta Upload Dan Tag Bukti Foto Saat Liburan Ke Ig @Genpi.Co

27 December 2018     91 Responden
Ceritakan Pengalaman Liburanmu Di Akhir Tahun 2018 , Serta Upload Dan Tag Bukti Foto Saat Liburan Ke Ig @Genpi.Co

Tak terasa kita semua hampir melewati tahun 2018. Sudah punya ide untuk liburan tahun ini ke mana? Kemanapun pastinya seru untuk kita kunjungi, karena tempat-tempat wisata pasti dipadati oleh wisatawan yang sedang berlibur.

Nah sobat Genpi, kali ini kami ingin mendengar cerita tentang liburanmu di penghujung tahun 2018. Kemanakah dirimu? 

Yuk tulis ceritamu di Forum Genpi.co Periode 27 Desember 2018 – 10 January 2019 ini dan jangan lupa kali ini kami meminta kamu untuk menyertakan foto liburanmu yang di upload di Instagram dengan tag @genpi.co dan hastag #ForumGenpi,co. Buat kamu yang gak liburan, jangan khawatir! Kamu juga tetap bisa ceritakan bagaimana kamu menghabiskan waktu liburanmu di rumah loh!

Berikut syarat dan ketentuan yang wajib kamu perhatikan :

1.   Wajib Mencantumkan foto profil dan nama lengkap pada akun yang didaftarkan di Genpi.co, (Anonim tidak terhitung dan dianggap tidak valid)

2.   Wajib mencantumkan nama akun Instagram dibawah komen forum (untuk memudahkan admin menghubungi bila terpilih menjadi pemenang)

3.   Upload Foto kamu saat liburan dan tag ke akun Instagram @genpi.co dengan menggunakan hastag #ForumGenpi.co (untuk memudahkan admin mencari pemenang)

4.   Wajib Follow akun Instagram @Genpi.co

5.   Menuliskan komentar nya di Genpi.co/forum dan juga komentar Instagram dengan hastag #ForumGenPI.co #GiveawayTime

 

Kami akan memilih Komentar forum dan foto terbaik dan yang paling menarik, juga memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

Juara 1 mendapatkan Uang Tunai sebesar Rp. 500.000

Juara 2 mendapatkan Uang Tunai sebesar Rp. 300.000

Juara 3 mendapatkan Uang Tunai sebesar Rp. 200.000

 

Yuk share forum ini ke seluruh kerabat kamu dan kirim data akun kamu ke DM Instagram @Genpi.co!

Semoga kamu yang beruntung. GOOD LUCK!

 


#ForumGenPI.co #GiveawayTime #GenPI.co 

YUK.. Share ke teman-temanmu

Silakan login untuk memberikan komentar.


Anonim
Anonim
11 January 2019 at 06:48

Tak hanya pantai-pantai cantik, Lombok kini semakin lengkap menyediakan destinasi wisata lainnya. Salah satu yang viral, Kebun Re. Dinamai persis sesuai kondisi aslinya, spot ini dipenuhi ilalang. Dimana arti 'Re' (bahasa Sasak Lombok) adalah ilalang.

Kebun Re berada di Dusun Tanak Lilin, desa Loloan, kecamatan Bayan - Lombok Utara. Berjarak sekitar tiga setengah jam berkendara dari Bandara Internasional Lombok (BIL) atau hanya dua setengah jam dari pusat kota Mataram.

Di sini kamu akan dapatkan pesona pemandangan siluet Rinjani dan bentang laut Jawa di sisi sebaliknya. Sisi latar foto lainnya, sawah terasering nan cantik.

Asyik kan?

Jadi, buat kamu yang ingin update koleksi foto liburan terbaik, datanglah ke Kebun Re sebelum pukul sembilan pagi. Tentu juga, di momen sore yang cerah, akan jadi salah satu sunsetmu yang sempurna!

Ssstt, spot cantik ini masih gratis tis. Bisa jadi celah bisnis nih. Siapa tahu akan jadi destinasi digital berikutnya di Lombok kan?

#ForumGenPIco #GiveawayTime
IG: @zarkasi_lombok

1  
Anonim
Anonim
10 January 2019 at 22:02

Selalu menarik untuk berkunjung ke desa atau kampung wisata. Pesona pemandangan serba alami, kuliner khas nan lezat serta keramahan tulus warga desa. Sebagian dari suguhan yang tersedia bagi para pengunjung.
Di Lombok, salah satu yang unik dan terbaik, Kampung Wisata Kerujuk. Berada di desa Pemenang Barat, kabupaten Lombok Utara, kampung wisata ini kini kembangkan konsep 'Historical dan Ecotourism'.
Kisah-kisah tradisi masyarakat, dibagikan melalui beragam permainan tradisional. Ecotourism dikembangkan bersama dan terus menerus di sudut Taman Hijau. Tak hanya menularkan kebiasaan peduli lingkungan, Taman Hijau juga sediakan spot-spot foto instagrammable. Kombinasi tepat bagi generasi millenial nan digital.
Paket-paket wisata tersedia, mulai dari 25 K idr sampai 50 K idr atau lebih, per orang serta tergantung jenis paket wisata yang dipilih.
Spot yang tepat sebagai destinasi liburan keluarga atau solo traveller. Berjarak dua jam berkendara dari Bandara Internasional Lombok (BIL) atau hanya setengah jam dari hotel favorit kamu di kawasan Senggigi, Lombok Barat.
#ForumGenPIco #GiveawayTime
IG: @zarkasi_lombok

0  
Anonim
Anonim
10 January 2019 at 22:01

melalui beragam permainan tradisional. Ecotourism dikembangkan bersama dan terus menerus di sudut Taman Hijau. Tak hanya menularkan kebiasaan peduli lingkungan, Taman Hijau juga sediakan spot-spot foto instagrammable. Kombinasi tepat bagi generasi millenial nan digital.
Paket-paket wisata tersedia, mulai dari 25 K idr sampai 50 K idr atau lebih, per orang serta tergantung jenis paket wisata yang dipilih.
Spot yang tepat sebagai destinasi liburan keluarga atau solo traveller. Berjarak dua jam berkendara dari Bandara Internasional Lombok (BIL) atau hanya setengah jam dari hotel favorit kamu di kawasan Senggigi, Lombok Barat.
#ForumGenPIco #GiveawayTime
IG: @zarkasi_lombok

0  
Anonim
Anonim
10 January 2019 at 21:58


Assalamualaikum sahabat Traveler. Liburan akhir tahun kali ini Saya akan bercerita tentang satu destinasi di Lombok yang lagi ngehits banget. Untuk destinasi baru dengan pengunjung weekend 800-1.000 orang itu sungguh diluar ekspektasi untuk destinasi baru di Pulau Lombok.

Main ke Lombok tidak hanya berbicara tentang pantai, air terjun, atau gunung. Begitu banyak keindahan yang ditawarkan. Jadi kalau bosan lihat birunya laut boleh nih sahabat traveler main melihat hijaunya pepohonan dan ademnya desiran 157 air terjun yang ada di Pulau Lombok. Kali ini saya mau memperkenalkan sebuah bukit yang berada diselatan Pulau Lombok bernama bukit Buwunmas Hill.

Bukit Buwunmas Hill berada di wilayah administrasi desa Buwunmas kecamatan Sekotong. Berjarak sekitar 50-60 menit dari bandara Lombok international airport untuk sampai ketempat parkir. Kamu harus sedikit berextra tenaga untuk sampai ke puncak Buwunmas hill, karena akses dari tempat parkir terbilang sedikit extreme dengan jalur treking tanah dan sedikit bebatuan. Namun jangan hawatir karena pengelola sudah menyediakan ojek dengan budged Rp 20.000 pp. Tidak sampai 20 menit Anda sudah bisa menikmati bukit savana ilalang dengan view teluk sepi dan teluk belongas ditambah hamparan sawah yang akan membuat Kamu betah berlama-lama ditempat keren ini.

Sahabat Traveler kapan main kesini?
#ForumGenpi.Co #GiveAwayTime #Genpi.co
Ig : @ihsanculun


1  
Musayyarotun Nupus
Musayyarotun Nupus
10 January 2019 at 21:29

Hampa rasanya jika waktu luang tidak digunakan untuk berlibur. Tak ingin menyia-nyiakan waktu dipenghujung tahun 2018, aku pun pergi berlibur bersama teman-teman ke tempat wisata yang ada di Lebak, Banten.

Yup!!! Wisata kebun teh cikuya. Kebun teh cikuya ini berlokasi di desa Hegarmanah, Kec. Cibeber, Kab. Lebak, Banten. Pemandangannya sangat indah dan udaranya sangat sejuk. Tidak jauh dari kebun teh, ada wisata hutan damar. Disini kami bermalam dengan mendirikan tenda. Oya, ada juga curug yaitu curug ciporolak. Jaraknya sekitar 2-3 jam dari hutan damar.

Wisata di Kabupaten Lebak Banten ini memiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. So, tunggu apalagi guys... Yuk liburan kesini bersama kekasih, kerabat, atau keluargamu.

-----------------------

IG: @msnn_29

-----------------------

#ForumGenPI.co #GiveawayTime #GenPI.co

1  
Musayyarotun Nupus
Musayyarotun Nupus
10 January 2019 at 21:23

Hampa

0  
Musayyarotun Nupus
Musayyarotun Nupus
10 January 2019 at 21:22

Hampa

0  
Anonim
Anonim
10 January 2019 at 21:16

Hampa rasanya jika waktu luang tidak digunakan untuk berlibur. Tak ingin menyia-nyiakan waktu dipenghujung tahun 2018, akupun pergi berlibur bersama teman-teman ke tempat wisata yang ada di Lebak, Banten

Yup! Wisata kebun teh cikuya. Kebun teh cikuya ini berlokasi di desa Hegarmanah Kec. Cibeber Kab. Lebak, Banten. Pemandangannya sangat indah dan udaranya sangat sejuk. Tidak jauh dari kebun teh, ada juga wisata hutan damar. Disini kami bermalam dengan mendirikan tenda. Oya, ada juga curug yaitu curug ciporolak. Jaraknya sekitar 2-3 jam dari hutan damar.

Wisata di Kab. Lebak, Banten ini memiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. So, tunggu apalagi gaes.. yukk liburan dengan kekasih, kerabat, atau keluargamu kesini😃
ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
Ig: @msnn_29
ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
#ForumGenPI.co #GiveawayTime #GenPI.co

1  
Willyanto
Willyanto
10 January 2019 at 19:29

Di Akhir Tahun 2018, saya mengisi liburan saya dengan pulang kampung ke Bengkayang, Kalimantan Barat.

Saya jarang berkelana kemana-mana sih karena saya memang berencana untuk beristirahat setelah merantau dan bekerja.

Namun pada tanggal 31 desember 2018, saya pun akhirnya mengunjungi ke suatu acara yang berlokasi di depan "Gedung Pancasila Bengkayang 1950. Di sana terdapat panggung acara dimana para peserta menunjukkan kebolehan mereka dengan bernyanyi. Mayoritas peserta yang berpartisipasi adalah anak-anak dan remaja. Dan hal yang paling menarik dari kontes tersebut adalah seluruh peserta tidak menyanyikan lagu-lagu jaman sekarang atau yang pernah viral di media, melainkan menyanyikan lagu-lagu daerah atau lagu jaman dahulu yang liriknya memiliki pesan moril dibandingkan lagu cinta-cintaan antar remaja dan seiring waktu hingga menuju tengah malam, para penonton yang hadir di depan panggung acara tersebut semakin ramai. Dan tak jauh dari lokasi acara terdapat sebuah pasar kaget yang menyajikan makanan, minuman hingga wahana permainan untuk anak-anak, sangat cocok untuk para keluarga yang membawa anaknya untuk menghabiskan malam pergantian tahun bersama.

0  
Anonim
Anonim
10 January 2019 at 19:27

Di Akhir Tahun 2018, saya mengisi liburan saya dengan pulang kampung ke Bengkayang, Kalimantan Barat.

Saya jarang berkelana kemana-mana sih karena saya memang berencana untuk beristirahat setelah merantau dan bekerja.

Namun pada tanggal 31 desember 2018, saya pun akhirnya mengunjungi ke suatu acara yang berlokasi di depan "Gedung Pancasila Bengkayang 1950. Di sana terdapat panggung acara dimana para peserta menunjukkan kebolehan mereka dengan bernyanyi. Mayoritas peserta yang berpartisipasi adalah anak-anak dan remaja. Dan hal yang paling menarik dari kontes tersebut adalah seluruh peserta tidak menyanyikan lagu-lagu jaman sekarang atau yang pernah viral di media, melainkan menyanyikan lagu-lagu daerah atau lagu jaman dahulu yang liriknya memiliki pesan moril dibandingkan lagu cinta-cintaan antar remaja dan seiring waktu hingga menuju tengah malam, para penonton yang hadir di depan panggung acara tersebut semakin ramai. Dan tak jauh dari lokasi acara terdapat sebuah pasar kaget yang menyajikan makanan, minuman hingga wahana permainan untuk anak-anak, sangat cocok untuk para keluarga yang membawa anaknya untuk menghabiskan malam pergantian tahun bersama.  Dan pada akhir acara ditutupi dengan pesta kembang api yang indah dan meriah, sungguh sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan untuk menutup tahun 2018 di kampung.

#ForumGenPI.co #GiveawayTime

IG : @willy.hoky4

0  
Willyanto
Willyanto
10 January 2019 at 19:10

Di Akhir Tahun 2018, saya mengisi liburan saya dengan pulang kampung ke Bengkayang, Kalimantan Barat.

0  
Anonim
Anonim
10 January 2019 at 19:08

Selalu menarik untuk berkunjung ke desa atau kampung wisata. Pesona pemandangan serba alami, kuliner khas nan lezat serta keramahan tulus warga desa. Sebagian dari suguhan yang tersedia bagi para pengunjung.
Di Lombok, salah satu yang unik dan terbaik, Kampung Wisata Kerujuk. Berada di desa Pemenang Barat, kabupaten Lombok Utara, kampung wisata ini kini kembangkan konsep 'Historical dan Ecotourism'.
Kisah-kisah tradisi masyarakat, dibagikan melalui beragam permainan tradisional. Ecotourism dikembangkan bersama dan terus menerus di sudut Taman Hijau. Tak hanya menularkan kebiasaan peduli lingkungan, Taman Hijau juga sediakan spot-spot foto instagrammable. Kombinasi tepat bagi generasi millenial nan digital.
Paket-paket wisata tersedia, mulai dari 25 K idr sampai 50 K idr atau lebih, per orang serta tergantung jenis paket wisata yang dipilih.
Spot yang tepat sebagai destinasi liburan keluarga atau solo traveller. Berjarak dua jam berkendara dari Bandara Internasional Lombok (BIL) atau hanya setengah jam dari hotel favorit kamu di kawasan Senggigi, Lombok Barat.

#ForumGenPIco #GiveawayTime

IG: @bunsal88

0  
Anonim
Anonim
10 January 2019 at 18:41

Selalu menarik untuk berkunjung ke desa atau kampung wisata. Salah satu destinasi kampung wisata terbaik di Lombok, Kampung Wisata Kerujuk, di desa Pemenang Barat - kabupaten Lombok Utara. Di Kerujuk, ragam permainan bersanding dengan variasi outbound activities. Taman Hijau, mengajarkan lebih peduli lingkungan, sekaligus juga menjadi taman dengan spot-spot foto nan instagrammable. Tiket masuk pun terjangkau, di kisaran 25 K idr sampai 50 K idr, tergantung jenis paket wisata yang dipilih. Sstt, di sini, kamu kudu banget minum air aren manis menyegarkan. Baru saja turun dari pohon Enau, kebun-kebun milik warga di sekitar Kampung Wisata ini.
IG : @bunsal88

0  
Rachmatulla
Rachmatulla
10 January 2019 at 18:17

Sebagian orang bertanya, Liburan akhir tahun kemarin kemana ?dan ya kali ini aku kembali. Kembali ke salah satu destinasi idaman yang bisa membuat aku “Love at the fisrt sight” yaitu Pulau Nusa Penida. Setelah sekitar 1 tahun yang lalu pertama kali menginjakan kaki di pulau yang terletak di sisi tenggara Bali ini. Pikiran dan bayangan untuk mengexplore berbagai lokasi yang eksotis di pulau ini seringkali hinggap ke pikiran.
Pulau Nusa Penida menurutku merupakan salah satu pulau dengan keindahan alami dan budaya yang masih murni di provinsi Bali. Berbagai destinasi wisata yang masih sangat alami dan kata orang “perawan” pun dengan mudah ditemui di berbagai sudut pulau. Dan tentunya gratis tiket masuk bro.

0  
Rachmatulla
Rachmatulla
10 January 2019 at 18:17

Kali ini dengan sistem super duper hemat budget (karena maklum gak ada duit) aku bersama salah satu temanku memutuskan untuk menghabiskan waktu pergantian tahun disana. Kita berangkat dari Pasuruan tanggal 28 Desember 2018, dengan menempuh kereta Api Probowangi yang hanya 68.000 sudah sampai Banyuwangi. Perjalanan dilanjutkan dengan menyewa motor di daerah Karangasem, Banyuwangi.
Karena kita hemat biaya, kita putuskan naik motor bergantian dari Gilimanuk menuju Pelabuhan Padang Bai di sisi Timur Bali. Perjalanan yang menempuh 4 jam ini kita lakukan tengah malam, haha ketika orang pada merem kita kujanan sambil motoran.

0  
Rachmatulla
Rachmatulla
10 January 2019 at 18:16

Akses Menuju ke Nusa penida paling murah menurutku adalah menggunakan Kapal Ferry melalui pelabuhan Padang Bai. Selain murah, perjalanannya lumayan cepat hanya 1jam an. Sesampainnya kita di pulau Indah ini, kita check in di salah satu hotel yang sudah kita booking jauh jauh hari dan melanjutkan perjalanan untuk meng-explore setiap jengkal pulau ini.
Tujuan pertama tetap di Kelingking Beach. Keindahan panorama Pantai ikonik kepala T-rex ini yang menjadikan aku untuk ingin kembali menuju ke Pulau Nusa Penida ini. Banyak lokasi Baru yang kami kunjungi, seperti air terjun peguyangan, Bukit Teletubies, Raja Lima, serta Bannah sunset point. Itu indahnya broo, gilak bener. Dan paling penting kesemua destinasi itu kita Cuma bayar parkir ada yang gratis pula haha. So thats all my new years eve story for #ForumGenpi.co #GivewayTime @Genpi.co

Instagram : @matullaa


0  
Anonim
Anonim
10 January 2019 at 18:10

Selamat sore

0  
Nurul Isti
Nurul Isti
10 January 2019 at 15:44

Menikmati liburan kali ini, aku menyempatkan berlibur untuk bersilaturahmi bersama sahabat ku di Yogyakarta.


Tidak usah panjang lebar atau jauh dari suasana pantai atau apapun itu. Titik Nol Kilometer menjadi daya tarik aku untuk berwisata disini. Suasana malam Titik Nol Kilometer ini mencapai keramaian yang agak sulit untuk kami berfoto bersama.


Mencari titik lenggang untuk berfoto dengan view gedung dengan lampu menyinari gedung tersebut. Itu terus kami manjakan untuk melanjutkan berfoto di Titik Nol Kilometer ini.


Titik Nol Kilometer Yogyakarta berada di pusat Kota Yogyakarta, tak jauh dari Jalan Malioboro. Mengunjungi Titik Nol Kilometer akan telah membawa kita pada masa Yogyakarta di masa lalu. Sebab, kawasan di sekitar Titik Nol Kilometer merupakan kawasan penting pada masa lalu.


Jogja yang semrawut dan Jogja yang menampakkan ke modernnya tetapi tetap

0  
Anonim
Anonim
10 January 2019 at 15:21

liburan telah usai..yang tersisa ya sisa-sisa liburan dan gegalan move on dari liburan itu sendiri.
liburan akhir tahun memang liburan yang selalu ditunggu milenials selain libur hari besar keagamaan tentunya.
libur akhir tahun adalah bonus untuk menebus kepenatan selama satu tahun ke belakang.
dan kali ini pun saya gak mau ketinggalan.
Liburan akhir tahun 2018 ke 2019 saya pilih kota Bukittinggi sumatera barat sebagai destinasi tujuan.
gak termasuk ke dalam 10 Bali Baru sih, tapi ternyata disini itu seru loh sobat wisata.
selain saya menikmati wisata Budaya dan Alam nya yang menawan, di satu tempat yang di sebut Panorama Bukittinggi ini saya menikmati 2 wisata sekaligus.
apa itu? Wisata alam dan Wisata Sejarah.
worth it banget loh. kenapa?
karena di Panorama ini saya melihat sisa peninggalan jaman penjajahan dulu yaitu Lobang Jepang.
cukup dengan membayar tiket 1x masuk Rp 5000 untuk dewasa, kita bisa mengelilingi kawasan ini.
gak mahal bukan? di musim liburan dimana semua harga melambung, Panorama Bukittinggi memberikan nilai beda.
Lobang Jepang ini merupakan bukti sejarah kekejaman jaman penjajahan dulu dan sekarang telah dijadikan cagar Budaya oleh Pemerintah Bukittinggi.
seram?? gak donk, kan sudah direnovasi dan diberikan pencahayaan sehingga ketika kita melewati setiap lorongnya kita langsung ingat dan membayangkan, bagaimana nasib para pekerja yang membuat lobang ini.
setiap lorong memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari ruang amunisi, penjara, dapur bahkan lobang yang digunakan untuk mengintai musuh dikala itu.
keluar dari Lobang Jepang, kita akan melihat indahnya Ngarai Sianok yang diapit oleh Gagahnya Gunung Singgalang, Marapi dan Tandikek. itulah kenapa Bukittinggi disebut Tri Arga yang artinya Tiga Gunung.
jadi, kalau mau liburan di Bukittinggi, masukkan Panorama Bukittinggi ke list tujuan kamu selain Si Iconic Jam Gadang nya tentunya.

#ForumGenPI.co
#GiveawayTime
#GenPI.co

ig @dionherdi

0  
Siti Sondari
Siti Sondari
10 January 2019 at 14:53

Liburan ke Kota Cinta Yogyakarta Untuk Memupuk Cinta Keluarga


Liburan akhir tahun ini menjadi liburan yang sangat berkesan. Karena, liburan ini menjadi kali pertamanya aku dan pak Suami mengajak serta si kecil kami Aini yg masih berusia 2 tahun untuk pergi berlibur cukup jauh dari rumah. Kami satu keluarga pergi berlibur dan berwisata di kota Yogyakarta.


Yogyakarta memang kota istimewa, selalu meninggalkan cerita indah dan berkesan. Walaupun ini kali ketiga ku berlibur di kota Gudeg ini, rasanya tak pernah ada kata bosan berlibur menikmati semua suasana dan keindahan kota juga alamnya.


Kami pergi dengan si hitam beroda empat kesayangan kami. Menjajali jalan tol yang baru diresmikan, hingga akhirnya setelah 8 jam perjalanan (tanpa menghitung waktu rehat) kami tiba di kota tujuan, Yogyakarta. Alhamdulillah, si kecil sepanjang perjalanan sangat menikmati. Tidak rewel dan terlihat sangat senang.


Destinasi pertama kami tiada lain adalah Candi Borobudur. Candi yg banyak menyimpan sejarah kerajaan Budha di Indonesia. Si Kecil yg sangat eksploratif menaiki anak tangga candi sendiri tanpa ku gendong, sepanjang itu pula ia mulai kritis dan menanyakan beragam hal. Mulai dari pertanyaan sederhana hingga pertanyaan yg membuat ku berfikir lebih keras. Namun, ini lah pengalaman seru mengajak serta si kecil berlibur. Menambah pengetahuan si kecil akan warisan dan budaya Indonesia tercinta.


Destinasi kedua kami adalah Pantai Parangtritis, kami terlalu sore untuk menikmati prosesi sunset yang berharga. Hingga akhirnya kami hanya bisa menikmati sisa-sisa senja setelah matahari telah kembali ke peraduannya. Karena merasa kasihan pada si kecil yg belum puas bermain di pantai, kami memutuskan untuk pergi ke Malioboro. Destinasi terakhir kami hari itu di kota Yogyakarta. Kami pergi menikmati suasa khas Yogya di Malioboro. Menikmati dan mengendarai becak hias warna-warni bersama si kecil, sungguh menambah moment liburan tahun ini menjadi sangat berkesan. Si kecil sangat antusias walau hanya duduk di atas becak. Ia terus saja melontarkan pertanyaan ini dan itu dengan kritis, aku dan pak suami tentu mulai kelabakan menjawabnya.


Liburan bersama keluarga tersayang memang selalu istimewa dan berkesan. Menikmati suasana malam di Malioboro menjadi penutup liburan hari pertama kami bersama si kecil di kota Cinta, Yogyakarta. Kami, tak akan bosan untuk kembali kesana, ke Yogyakarta. Untuk memupuk kembali Cinta keluarga kami.


Tunggu kami yaa Yogyakarta, kami akan kembali dan membuat kisah baru dengan anggota keluarga baru nanti…


Akun ig : @sondari_s (https://www.instagram.com/sondari_s)


0  
Anonim
Anonim
10 January 2019 at 14:43

liburan kali ini aku manfaatkan dengan seluruh keluarga besar dari Pihak Ibu ku ke Kamlung Halaman nya di salah satu desa di Kabupaten padang Pariaman di Sumatera Barat.
Selama ini mungkin pulang kampung hanya dinikmati saat lebaran atau hari besar lainnya untuk berkumpul. kali ini kami membuatnya berbeda.
Liburan Panjang kali ini kami nikmati dengan menexplore tempat wisata yang ada di kampung ibu ku ini.
Yap, pemandian Lubuk Bonta dengan Pemandian rumah putih. Sekilas memang sudah tidak ada lagi rumah putih yang menjadi brand nya tempat ini.
sobat wisata tau gak, kalau disini itu dulunya perkebunan karet milik Belanda yang kala itu membuat tempat pemandian milik Bangsawan yang tinggal disana.
Air dingin dan Jernih membuat pemandian disini makin seru.
Mungkin bagi sebagian orang, liburan akhir tahun ku ini basi, tapi gak menurut ku.
ternyata, explore kampung sendiri itu lebih keren.
apalagi kalau COE nya komit dengan 1 desa 1 tempat wisata. Aku yakin, kemana pun kita liburan, pasti bakalan seruuu...

#ForumGenPI.co #GiveawayTime #GenPI.co

ig @ginamasva17

1  
Anonim
Anonim
10 January 2019 at 14:41

liburan kali ini aku manfaatkan dengan seluruh keluarga besar dari Pihak Ibu ku ke Kamlung Halaman nya di salah satu desa di Kabupaten padang Pariaman di Sumatera Barat.
Selama ini mungkin pulang kampung hanya dinikmati saat lebaran atau hari besar lainnya untuk berkumpul. kali ini kami membuatnya berbeda.
Liburan Panjang kali ini kami nikmati dengan menexplore tempat wisata yang ada di kampung ibu ku ini.
Yap, pemandian Lubuk Bonta dengan Pemandian rumah putih. Sekilas memang sudah tidak ada lagi rumah putih yang menjadi brand nya tempat ini.
sobat wisata tau gak, kalau disini itu dulunya perkebunan karet milik Belanda yang kala itu membuat tempat pemandian milik Bangsawan yang tinggal disana.
Air dingin dan Jernih membuat pemandian disini makin seru.
Mungkin bagi sebagian orang, liburan akhir tahun ku ini basi, tapi gak menurut ku.
ternyata, explore kampung sendiri itu lebih keren.
apalagi kalau COE nya komit dengan 1 desa 1 tempat wisata. Aku yakin, kemana pun kita liburan, pasti bakalan seruuu...

#ForumGenPI.co #GiveawayTime #GenPI.co

ig @ginamasva17

1  
Abdillah Hadi Wijaya
Abdillah Hadi Wijaya
10 January 2019 at 10:36

Pesona Alam dan Budaya Bali yang Memikat Hati


Sebagai seorang Travel Blogger tentu menjelajahi pariwisata di Indonesia sudah suatu keharusan. Liburan akhir tahun kemarin, aku menjelajahi Pulau Bali untuk mengeksplorasi keindahan alam dan budaya khas pulau dewata.


Cerita bermula saat aku mengunjungi Garuda Wisnu Kencana Cultural Park. Sungguh luar biasa bisa datang kemari untuk menyaksikan langsung mahakarya anak bangsa yg menjadi patung tembaga terbesar di dunia. Setelah penantian panjang selama 28 tahun, akhirnya Patung Garuda Wisnu Kencana karya Nyoman Nuarta resmi dibangun dan menjadi patung ketiga tertinggi di dunia.


Titik wisata selanjutnya yaitu Pura Tirta Empul, konon katanya mata air di kolam pura ini selain untuk penyucian diri, bisa membuat awet muda kalau mandi dan minum menggunakan air sucinya. Setiap wisatawan yang berkunjung dipinjamkan kain sarung untuk memasuki area pura. Sementara untuk pakaian berendam, diharuskan menyewa sebesar 10 ribu rupiah saja.


Hal unik dari Pura Tirta Empul ini kita bisa mencoba tradisi Melukat. Mulai dari menggunakan kain kamen yg diikat di pinggang, masuk ke kolam suci dan antre untuk membasahi diri di setiap pancurannya. Masyarakat Hindu percaya jika mandi disini bisa menyembuhkan berbagai penyakit bahkan bisa enteng jodoh dan melancarkan rezeki. Prosesnya cukup sederhana, kita tinggal mandi di setiap pancuran sambil menangkupkan tangan seolah berdoa.


Lalu aku mengunjungi Pura Luhur Uluwatu yg merupakan Pura di Puncak Batu Karang yg selalu dihantam ombak kencang dengan pemandangan Samudra Hindia. Kita diharuskan memakai kain dan sarung karena berada di daerah sakral dan religius. Nama puranya sendiri berasal dari bahasa sansekerta yg artinya Puncak Batu Karang.


Kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke pura ini untuk menonton langsung Tari Kecak. Bayangkan, keindahan matahari terbenam di atas samudra hindia berpadu dengan budaya kental khas pulau dewata yg sangat mempesona. Tarian yg hanya terdiri dari puluhan pria yg menyerukan "cak cak" dan beberapa tokoh saja, bisa menyajikan tarian epik nan sensasional tanpa iringan musik.


Satu teater saja kapasitasnya bisa memuat 1300 orang, aku berkunjung pada

0  
Achmad Chamdi
Achmad Chamdi
10 January 2019 at 07:18

CURUG CIKANTEH, Sukabumi - Ucapan rasa syukur karena bisa melihat salah satu keindahan alam Indonesia secara langsung.

Kalo ini aku dan sobat pejalanku menyusuri indahnya Sukabumi, Jawa Barat. Karena kabupaten sukabumi ini banyak yang bilang terdapat curug-curug yang indah.

Dan kali ini aku dan sobat pejalanku mencoba menyusuri indahnya Curug cikanteh. Curug ini

1  
Marta Temala
Marta Temala
09 January 2019 at 16:46

Liburan Akhir Tahun kali ini

0  
Marta Temala
Marta Temala
09 January 2019 at 15:11

Sebenarnya banyak tempat wisata di Tanjung Enim yang bisa dikunjungi hanya saja tidak banyak yang terekspos, selain akses kesana yang lumayan jauh dan harus melewati perkebunan warga pedesaan. Dan belum dibuka secara resmi, kebanyakan orang taunya Air Terjung Bedegung padahal banyak yang lainnya. Kita pilih ke tempat yang berbeda, pilihan kita jatuh ke ke

0  
Marta Temala
Marta Temala
09 January 2019 at 15:09

Lanjutan (karena postingan selalu sepotong demi sepotong) hehe :)

Akhir Tahun 2018 kali ini kemana? Eksplor Tanjung Enim aja :)


"Mba aku jadi ke Tanjung Enim bersama Mba Ully ini mau naek travel aja. FYI, kita gak bareng karena aku pulang jum'at nya naek kereta malam.

0  
Marta Temala
Marta Temala
09 January 2019 at 15:08

Akhir Tahun 2018 kali ini kemana? Eksplor Tanjung Enim aja :)


Sebenernya tahun ini belum ada rencana mau liburan kemana? bukan tradisi atau kegiatan rutin yang akhir tahun pasti liburan, cuma sejak lulus kuliah dan bisa cari duit sendiri, hobi yang dulu terpendam karena keterbatasan dana akhirnya terealisasi. Dan akhir tahun ini, saya iseng menawarkan paket liburan hemat ala anak rantauan ke teman sekantor saya Hana. Sewaktu perjalanan pulang dari kantor menggunakan transmusi, saya iseng nyeletuk "Han, liburan akhir tahun ke Tanjung Enim aja, murah gak perlu tiket pesawat dan cukup naek damri, travel atau kereta" , dan gayungpun tidak langsung bersambut saudara-saudara. Hana banyak mikir dan banyak pertimbangan. Kupikir gak akan jadi, ternyata hana telpon di hari sabtu tanggal 29 Desember 2018 .

"Mba aku jadi ke Tanjung Enim bersama Mba Ully ini mau naek travel aja. FYI, kita gak bareng karena aku pulang jum'at nya naek kereta malam.

0  
Nurul Isti
Nurul Isti
09 January 2019 at 15:00

Menemukan Wisata Terbaru yang terletak di Dusun Sumberwangi Desa Tirtomarto Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Air Terjun ini disebut air terjun matahari yang sekarang menjadi sebutan Coban Srengenge. Air terjun ini sangat ramai dikunjungi bahkan saya merasakan kenyaman berada di Coban Srengenge.

Coban Srengenge ini sebagai salah satu tempat wisata airterjun Tingkat tiga,

0  
Nurul Isti
Nurul Isti
09 January 2019 at 14:57

Tidur di Yogya dan langsung main ke Solo. Itu suatu keunikan bagi kami berlibur bersama teman-teman.


Hal yang diharapkan harus sesuai dengan keindahan ekspektasi kita. Perjalanan sekitar 3 jam, kita menikmati banyak keindahan setiap perjalanan.


Air terjun ini terletak di Gandu, Berjo, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dengan menaiki tangga sebanyak 116 Tangga. Wah, ini keseruan sekaligus melelahkan dalam mencapai titik air terjun ini.


Obyek wisata ini berada di kaki Gunung Lawu. Dengan Udara yang sejuk dan hamparan pepohonan rindang menjadi daya tarik bagi kami untuk datang kesini.

Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB


Tinggi air terjun ini hanya sekitar 30 meter. Airnya begitu jernih dan segar. Fasilitas lain yang disediakan berupa wahana permainan anak seperti jungkat jungkit, ayunan, dan bola panjat. Ada juga kolam renang untuk anak.


Bagi kamu yang ingin ke Air Terjun Jumog ini, jangan lupa sediakan hal menarik dalam setiap perjalanan. Jangan sampai kamu bosan. Ketika sudah sampai di tempat kesegaran akan kamu rasakan berada disini.


Jangan lupa untuk datang ke Air Terjun yang konon sebagai Surga Tersembunyi di Provinsi Jawa Tengah Solo-Karanganyar.


@kemenpar @pesonaid.travel @genpi.co @nurulsti


#PesonaIndonesia

0  
Nurul Isti
Nurul Isti
09 January 2019 at 14:54

Menemukan Wisata Terbaru yang terletak di Dusun Sumberwangi Desa Tirtomarto Kabupaten Malang, Jawa Timur


Air Terjun ini disebut air terjun matahari yang sekarang menjadi sebutan Coban Srengenge. Air terjun ini sangat ramai dikunjungi bahkan saya merasakan kenyaman berada di Coban Srengenge


Coban Srengenge ini sebagai salah satu tempat wisata airterjun Tingkat tiga,

1  
Marta Temala
Marta Temala
09 January 2019 at 12:09

Saya coba posting ulang ya min :)


Akhir Tahun 2018 kali ini kemana? Eksplor Tanjung Enim aja :)


Sebenernya tahun ini belum ada rencana mau liburan kemana. Bukan tradisi atau kegiatan rutin yang akhir tahun pasti liburan, cuma sejak lulus kuliah dan bisa cari duit sendiri, hobi yang dulu terpendam karena keterbatasan dana akhirnya terealisasi. Dan akhir tahun ini, saya iseng menawarkan paket liburan hemat ala anak rantauan ke teman sekantor saya Hana. Sewaktu perjalanan pulang dari kantor menggunakan transmusi, saya iseng nyeletuk "Han, liburan akhir tahun ke Tanjung Enim aja, murah gak perlu tiket pesawat dan cukup naek damri atau travel saja." , dan gayungpun tidak langsung bersambut saudara-saudara. Hana banyak mikir dan banyak pertimbangan. Kupikir gak akan jadi, ternyata hana telpon di hari sabtu tanggal 29 Desember 2018

0  
Marta Temala
Marta Temala
09 January 2019 at 11:23

Akhir Tahun 2018 kali ini kemana? Eksplor Tanjung Enim aja :)

Sebenernya tahun ini belum ada rencana mau liburan kemana? bukan tradisi atau kegiatan rutin yang akhir tahun pasti liburan, cuma sejak lulus kuliah dan bisa cari duit sendiri, hobi yang dulu terpendam karena keterbatasan dana akhirnya terealisasi. Dan akhir tahun ini, saya iseng menawarkan paket liburan hemat ala anak rantauan ke teman sekantor saya Hana. Sewaktu perjalanan pulang dari kantor menggunakan transmusi, saya iseng nyeletuk "Han, liburan akhir tahun ke Tanjung Enim aja, murah gak perlu tiket pesawat dan cukup naek damri" , dan gayungpun tidak langsung bersambut saudara-saudara. Hana banyak mikir dan banyak pertimbangan. Kupikir gak akan jadi, ternyata hana telpon di hari sabtu tanggal 29 Desember 2018

0  
Marta Temala
Marta Temala
09 January 2019 at 11:21

Akhir Tahun 2018 kali ini kemana? Eksplor Tanjung Enim aja :)

Sebenernya tahun ini belum ada rencana mau liburan kemana? bukan tradisi atau kegiatan rutin yang akhir tahun pasti liburan, cuma sejak lulus kuliah dan bisa cari duit sendiri, hobi yang dulu terpendam karena keterbatasan dana akhirnya terealisasi. Dan akhir tahun ini, saya iseng menawarkan paket liburan hemat ala anak rantauan ke teman sekantor saya Hana. Sewaktu perjalanan pulang dari kantor menggunakan transmusi, saya iseng nyeletuk "Han, liburan akhir tahun ke Tanjung Enim aja, murah gak perlu tiket pesawat dan cukup naek damri" , dan gayungpun tidak langsung bersambut saudara-saudara. Hana banyak mikir dan banyak pertimbangan. Kupikir gak akan jadi, ternyata hana telpon di hari sabtu tanggal 29 Desember 2018

0  
LILI AFRIYENI JOHAN
LILI AFRIYENI JOHAN
09 January 2019 at 08:32
*NOTE: MAAF MIN DI UPLOAD LAGI KOMEN DIFORUMNYA, DARI TADI KEPENGGAL-PENGGAL, INI YANG LENGKAP, hehehe.


Libur akhir tahun? Siapa si yang gak suka? Hehe... Biasanya kebanyakan orang sudah mempersiapkan dengan matang untuk menghabiskan akhir tahun dimana. Dan aku mendadak jatuh cinta ingin menghabiskan akhir tahun dengan keromantisan alam yang ada di lampung. Tempat dimana menurutku punya sunset yang indah dihamparan pasir putih dan pepohonan yang rimbun dan tak hanya itu, tempat dimana bisa berwisata sejarah juga. Ya, tentu saja "PULAU PISANG".

Pulau Pisang merupakan pulau kecil yang indah yang terletak di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Perjalanan dari Bandar Lampung ke Pulau Pisang menempuh jarak 250 KM atau kurang lebih sekitar 5-6 jam perjalanan. Perjalanan yang berliku-liku dan pemandangan alam selama diperjalanan menambah semangat kami untuk segera sampai di Pulau ini. Akses jalanpun tak sulit, karena aspal jalanan terbilang mulus.Setelah kurang lebih 6 jam perjalanan, sampailah kami di dermaga tembakak. Untuk menyeberang ke Pulau Pisang sebaiknya memang melalui Dermaga Tembakak ini, karena lebih dekat kurang lebih 15 sampai 20 menit saja. Untuk jadwal penyeberangan dari Dermaga Tembakak ke Pulau Pisang ini ada dua kali, jam 7 sampai jam 9 pagi dan jam 2 sampai jam 3 sore.

Tarif naik kapal sekitar Rp. 15.000- Rp. 20.000 perorang. Untuk mencari tempat tinggal di Pulau inipun tak sulit. Banyak Home Stay di rumah warga dengan harga terjangkau sekitar Rp. 65.000/orang/malam yang berisi 1 kamar tidur untuk 2-3 orang tanpa kamar mandi di dalamnya. Di Pulau Pisang ini ada banyak menu makanan yang unik dan lezat yang harus kalian coba. Seperti Gulai Taboh Ikan, Sayur Bening Daun Kelor, dan Serabi Khas Pulau Pisang. Untuk mengelilingi Pulau Pisang dalam seharian, kami menyewa motor. Namun pengunjung juga dapat mengelilinginya dengan bersepeda atau juga berjalan kaki. Untuk penyewaan motor sekitar Rp. 50.000. Nah, tidak hanya wisata alam. Di Pulau ini juga terdapat banyak peninggalan sejarah dan bangunan-bangunan dengan tipikal tempo dulu yang unik, salah satunya sekolah dasar peninggalan belanda. Di Pulau ini hanya ada dua jenjang pendidikan, SD dan SMP. Untuk melanjutkan jenjang SMA, mereka dapat melanjutkan sekolah di Krui atau daerah lainnya. So, liburan akhir tahun ini sangat berkesan. Aku mendapatkan wisata alam dan sejarah sekaligus.


IG: @liliafriyenij
2  
LILI AFRIYENI JOHAN
LILI AFRIYENI JOHAN
09 January 2019 at 08:23

Libur akhir tahun? Siapa si yang gak suka? Hehe... Biasanya kebanyakan orang sudah mempersiapkan dengan matang untuk menghabiskan akhir tahun dimana. Dan aku mendadak jatuh cinta ingin menghabiskan akhir tahun dengan keromantisan alam yang ada di lampung. Tempat dimana menurutku punya sunset yang indah dihamparan pasir putih dan pepohonan yang rimbun dan tak hanya itu, tempat dimana bisa berwisata sejarah juga. Ya, tentu saja "PULAU PISANG".


Pulau Pisang merupakan pulau kecil yang indah yang terletak di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Perjalanan dari Bandar Lampung ke Pulau Pisang menempuh jarak 250 KM atau kurang lebih sekitar 5-6 jam perjalanan. Perjalanan yang berliku-liku dan pemandangan alam selama diperjalanan menambah semangat kami untuk segera sampai di Pulau ini. Akses jalanpun tak sulit, karena aspal jalanan terbilang mulus.Setelah kurang lebih 6 jam perjalanan, sampailah kami di dermaga tembakak. Untuk menyeberang ke Pulau Pisang sebaiknya memang melalui Dermaga Tembakak ini, karena lebih dekat kurang lebih 15 sampai 20 menit saja. Untuk jadwal penyeberangan dari Dermaga Tembakak ke Pulau Pisang ini ada dua kali, jam 7 sampai jam 9 pagi dan jam 2 sampai jam 3 sore.


Tarif naik kapal sekitar Rp. 15.000- Rp. 20.000 perorang. Untuk mencari tempat tinggal di Pulau inipun tak sulit. Banyak Home Stay di rumah warga dengan harga terjangkau sekitar Rp. 65.000/orang/malam yang berisi 1 kamar tidur untuk 2-3 orang tanpa kamar mandi di dalamnya. Di Pulau Pisang ini ada banyak menu makanan yang unik dan lezat yang harus kalian coba. Seperti Gulai Taboh Ikan, Sayur Bening Daun Kelor, dan Serabi Khas Pulau Pisang.


Untuk mengelilingi Pulau Pisang dalam seharian, kami menyewa motor. Namun pengunjung juga dapat mengelilinginya dengan bersepeda atau juga berjalan kaki. Untuk penyewaan motor sekitar Rp. 50.000. Nah, tidak hanya wisata alam. Di Pulau ini juga terdapat banyak peninggalan sejarah dan bangunan-bangunan dengan tipikal tempo dulu yang unik, salah satunya sekolah dasar peninggalan belanda. Di Pulau ini hanya ada dua jenjang pendidikan, SD dan SMP. Untuk melanjutkan jenjang SMA, mereka dapat melanjutkan sekolah di Krui atau daerah lainnya. So, liburan akhir tahun ini sangat berkesan. Aku mendapatkan wisata alam dan sejarah sekaligus.


IG: @liliafriyenij

1  
LILI AFRIYENI JOHAN
LILI AFRIYENI JOHAN
09 January 2019 at 08:19

Libur akhir tahun, aku mendadak jatuh cinta ingin menghabiskan dengan keromantisan alam yang ada di lampung. Tempat dimana menurutku punya sunset yang indah dihamparan pasir putih dan pepohonan yang rimbun dan tak hanya itu, tempat dimana bisa berwisata sejarah juga. Ya, tentu saja

0  
Lia kustia dewi
Lia kustia dewi
09 January 2019 at 08:12

Hai sobat genpi,. Kali ini aku mau berbagi cerita nih mengenai liburan ku kemarin, yang aku beri tema -Menikmati kemegahan candi borobudur-

-

Di penghujung tahun kemarin,

0  
LILI AFRIYENI JOHAN
LILI AFRIYENI JOHAN
09 January 2019 at 08:09

Libur akhir tahun? Siapa si yang gak suka? Hehe... Biasanya kebanyakan orang sudah mempersiapkan dengan matang untuk menghabiskan akhir tahun dimana. Dan aku mendadak jatuh cinta ingin menghabiskan akhir tahun dengan keromantisan alam yang ada di lampung. Tempat dimana menurutku punya sunset yang indah dihamparan pasir putih dan pepohonan yang rimbun dan tak hanya itu, tempat dimana bisa berwisata sejarah juga. Ya, tentu saja "PULAU PISANG".


Pulau Pisang merupakan pulau kecil yang indah yang terletak di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Perjalanan dari Bandar Lampung ke Pulau Pisang menempuh jarak 250 KM atau kurang lebih sekitar 5-6 jam perjalanan. Perjalanan yang berliku-liku dan pemandangan alam selama diperjalanan menambah semangat kami untuk segera sampai di Pulau ini. Akses jalanpun tak sulit, karena aspal jalanan terbilang mulus.


Setelah kurang lebih 6 jam perjalanan, sampailah kami di dermaga tembakak. Untuk menyeberang ke Pulau Pisang sebaiknya memang melalui Dermaga Tembakak ini, karena lebih dekat kurang lebih 15 sampai 20 menit saja. Untuk jadwal penyeberangan dari Dermaga Tembakak ke Pulau Pisang ini ada dua kali, jam 7 sampai jam 9 pagi dan jam 2 sampai jam 3 sore.


Tarif naik kapal sekitar Rp. 15.000- Rp. 20.000 perorang. Untuk mencari tempat tinggal di Pulau inipun tak sulit. Banyak Home Stay di rumah warga dengan harga terjangkau sekitar Rp. 65.000/orang/malam yang berisi 1 kamar tidur untuk 2-3 orang tanpa kamar mandi di dalamnya. Di Pulau Pisang ini ada banyak menu makanan yang unik dan lezat yang harus kalian coba. Seperti Gulai Taboh Ikan, Sayur Bening Daun Kelor, dan Serabi Khas Pulau Pisang.

Untuk mengelilingi Pulau Pisang dalam seharian, kami menyewa motor. Namun pengunjung juga dapat mengelilinginya dengan bersepeda atau juga berjalan kaki. Untuk penyewaan motor sekitar Rp. 50.000.


Nah, tidak hanya wisata alam. Di Pulau ini juga terdapat banyak peninggalan sejarah dan bangunan-bangunan dengan tipikal tempo dulu yang unik, salah satunya sekolah dasar peninggalan belanda. Di Pulau ini hanya ada dua jenjang pendidikan, SD dan SMP. Untuk melanjutkan jenjang SMA, mereka dapat melanjutkan sekolah di Krui atau daerah lainnya.

Masyarakat di Pulau ini umumnya menggunakan bahasa lampung (daerah).

0  
LILI AFRIYENI JOHAN
LILI AFRIYENI JOHAN
09 January 2019 at 07:32

Libur akhir tahun?
Siapa si yang gak suka? Hehe...
Biasanya kebanyakan orang sudah mempersiapkan dengan matang untuk menghabiskan akhir tahun dimana.
Dan aku mendadak jatuh cinta ingin menghabiskan akhir tahun dengan keromantisan alam yang ada dilampung. Tempat dimana menurutku punya sunset yang indah dihamparan pasir putih dan pepohonan yang rimbun dan tak hanya itu, tempat dimana bisa berwisata sejarah juga. Ya, tentu saja "Pulau Pisang".

Pulau pisang merupakan pulau kecil yang indah yang terletak di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

0  
Anonim
Anonim
09 January 2019 at 07:30

Libur akhir tahun?
Siapa si yang gak suka? Hehe...
Biasanya kebanyakan orang sudah mempersiapkan dengan matang untuk menghabiskan akhir tahun dimana.
Dan aku mendadak jatuh cinta ingin menghabiskan akhir tahun dengan keromantisan alam yang ada dilampung. Tempat dimana menurutku punya sunset yang indah dihamparan pasir putih dan pepohonan yang rimbun dan tak hanya itu, tempat dimana bisa berwisata sejarah juga. Ya, tentu saja "Pulau Pisang".

Pulau pisang merupakan pulau kecil yang indah yang terletak di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Perjalanan dari Bandar Lampung ke Pulau pisang menempuh jarak 250 KM atau kurang lebih sekitar 5-6 jam perjalanan. Perjalanan yang berliku2 dan pemandangan alam selama diperjalanan menambah semangat kami untuk segera sampai di pulau ini. Akses jalanpun tak sulit, karena aspal jalanan terbilang mulus.

Setelah kurang lebih 6 jam perjalanan, sampailah kami didermaga tembakak, untuk menyeberang ke Pulau Pisang sebaiknya memang melalui Dermaga Tembakak ini, karena lebih dekat kurang lebih 15 sampai 20 menit saja.

Untuk Jadwal penyeberangan dari dermaga Tembakak ke Pulau Pisang ini ada 2 kali, jam 7 sampai jam 9 pagi dan jam 2 sampai jam 3 sore.

Tarif naik kapal sekitar Rp. 15.000- Rp. 20.000 per orang. Untuk mencari tempat tinggal di pulau inipun tak sulit. Banyak home stay di rumah warga dengan harga terjangkau sekitar 65.000/orang/satu malam yang berisi 1 kamar tidur untuk 2-3 orang tanpa kamar mandi di dalamnya. 

Dipulau pisang ini ada banyak menu makanan yang unik dan lezat yang harus kalian coba, seperti Gulai Taboh Ikan, Sayur Bening Daun Kelor dan Serabi Khas Pulau Pisang.

Untuk mengelilingi pulau pisang dalam seharian, kami menyewa motor, namun pengunjung juga dapat mengelilinginya dengan bersepeda atau juga berjalan kaki. Untuk penyewaan motor sekitar Rp.50.000.

Nah, tidak hanya wisata alam. Dipulau ini juga terdapat banyak peninggalan sejarah dan bangunan-bangunan dengan tipikal tempo dulu yang unik, salah satu nya sekolah dasar peninggalan belanda.  Dipulau ini hanya ada dua jenjang pendidikan, SD dan SMP. Untuk melanjutkan jenjang SMA, mereka dapat melanjutkan sekolah di krui atau daerah lainnya.

Masyarakat dipulau pisang ini umumnya menggunakan bahasa lampung (daerah), namun mereka juga mengerti dan bisa berbicara menggunakan bahasa indonesia. Berhubung dipulau pisang ini signal cukup sulit, jadi sebaiknya kalian mempersiapkan jaringan yang cukup baik dan pastikan membawa power bank karena aliran listrik di Pulau Pisang masih menggunakan aliran genset. Listrik menyala dari jam 6 sore hingga 6 pagi.

Instagram: @liliafriyenij

0  
LILI AFRIYENI JOHAN
LILI AFRIYENI JOHAN
09 January 2019 at 07:24

Libur akhir tahun?
Siapa si yang gak suka? Hehe...
Biasanya kebanyakan orang sudah mempersiapkan dengan matang untuk menghabiskan akhir tahun dimana.
Dan aku mendadak jatuh cinta ingin menghabiskan akhir tahun dengan keromantisan alam yang ada dilampung. Tempat dimana menurutku punya sunset yang indah dihamparan pasir putih dan pepohonan yang rimbun dan tak hanya itu, tempat dimana bisa berwisata sejarah juga. Ya, tentu saja "Pulau Pisang".

Pulau pisang merupakan pulau kecil yang indah yang terletak di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

0  
LILI AFRIYENI JOHAN
LILI AFRIYENI JOHAN
09 January 2019 at 07:20

Libur akhir tahun?
Siapa si yang gak suka? Hehe...
Biasanya kebanyakan orang sudah mempersiapkan dengan matang untuk menghabiskan akhir tahun dimana.
Dan aku mendadak jatuh cinta ingin menghabiskan akhir tahun dengan keromantisan alam yang ada dilampung. Tempat dimana menurutku punya sunset yang indah dihamparan pasir putih dan pepohonan yang rimbun dan tak hanya itu, tempat dimana bisa berwisata sejarah juga. Ya, tentu saja "Pulau Pisang".

Pulau pisang merupakan pulau kecil yang indah yang terletak di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

0  
CINDY TRIANA PUTRI
CINDY TRIANA PUTRI
08 January 2019 at 23:31

Haloo sahabat GenPi

Sebelumnya, ini pengalaman saya ikutan GA, dan juga pengalaman pertama saya nulis. Jd kalau masih kurang seru dibaca, harap dimaklumi yaah. ????

Jadi liburan akhir tahun kemarin saya manfaatkan dg keliling ibukota, karena saya kebetulan tidak keluar kota dikarenakan situasi yg maceett paraahh.

Karena liburan gak mesti keluar kota, liburan dikota sendiri pun menyenangkan kalau kitanya happy :)

Saya memilih destinasi di Jakabaring Sport City, di venue Rowing. Disana ada danau buatan yg airnya jerniiihh sekali. Ditambah dg batu-batu kali dipinggir danau semakin mempercantik pemandangan. Air dan langit seolah senada berwarna biru cerah. Menenangkan.. entah kenapa saya sukaa sekali tempat-tempat yg ada airnya ???? (padahal ga bs berenang). Hari itu saya bersama teman-teman menghabiskan sore hari disana, bercerita, bercanda bersama. Disaat itulah saya bisa merasakan menikmati waktu.

Jakabaring Sport City memang sering kali dijadikan tempat wisata keluarga dengan pemandangan danau nya yang menenangkan.

0  
Ayu Wulandari
Ayu Wulandari
08 January 2019 at 22:07

Hai sahabat GenPI.
Kali ini aku mau cerita tentang liburan seru diakhir tahun 2018.
Liburan kali ini, aku dan sahabatku lebih memilih tempat yang benar2 keren dan menjadi icon wisata Kota Lampung. "Pantai Gigi Hiu".

Mungkin banyak orang yang sudah tak asing lagi mendengar nama pantai ini. Karena salah satu film horor indonesia juga ada yang shooting di pantai ini.

Perjalanan yg kami tempuh sekitar 3jam atau 80/km dari kota bandar lampung. Dan ini kali pertama kami liburan yang extream tapi membahagiakan. Haha. Bagaimana tidak, sekitar 10km dari pantai gigi hiu, perjalanannya sangat extream, bebatuan.
Tapi gak jadi masalah, karena sangat memacu adrenalin kami.
Diperjalananpun kami bertemu dengan para wisatawan yg sama2 ingin menuju Pantai Gigi Hiu. Bahkan saling membantu dalam perjalanan, sangat berasa solidaritas sesama para travellers.

Finally, yeahhh akhirnya sampe juga dipantai gigi hiu dan ini benar2 menakjubkan. Kemegahan pantai dan keindahan yang diberikan bagi setiap mata yang melihatnya,sangat-sangat indah. Jauhnya perjalanan pun terbayarkan setelah kami menginjakan kaki di pantai tersebut.
Kami disambut dengan suara ombak yang menerjang batu2 besar yang ada di pinggir pantai.

Keunikan pantai gigi hiu yang luar biasa menjadi daya tarik tersendiri.
Gugusan batu karang berbentuk lancip yang tertata alami di dekat bibir pantai yang sering kali diempas ombak jadi pemandangan tak biasa dan sangat fotogenik! Kalau sudah melihat dijamin terpana dan sangat memanjakan mata. Megah dan luar biasa.

Dan biaya masuk di pantai ini bisa dibilang murah untuk ukuran pantai seindah ini. Kami hanya mengeluarkan kocek 10rb/orang, sangat terjangkau bukan.

Lokasi: Pantai Gigi Hiu, Kelumbayan, Tanggamus, Lampung.

Akun IG: @ayuwd__

2  
Anonim
Anonim
08 January 2019 at 21:13

Hai sahabat GenPI.
Kali ini aku mau cerita tentang liburan seru diakhir tahun 2018.
Liburan kali ini, aku dan sahabatku lebih memilih tempat yang benar2 keren dan menjadi icon wisata Kota Lampung. "Pantai Gigi Hiu".

Mungkin banyak orang yang sudah tak asing lagi mendengar nama pantai ini. Karena salah satu film horor indonesia juga ada yang shooting di pantai ini.

Perjalanan yg kami tempuh sekitar 3jam atau 80/km dari kota bandar lampung. Dan ini kali pertama kami liburan yang extream tapi membahagiakan. Haha. Bagaimana tidak, sekitar 10km dari pantai gigi hiu, perjalanannya sangat extream, bebatuan.
Tapi gak jadi masalah, karena sangat memacu adrenalin kami.
Diperjalananpun kami bertemu dengan para wisatawan yg sama2 ingin menuju Pantai Gigi Hiu. Bahkan saling membantu dalam perjalanan, sangat berasa solidaritas sesama para travellers.

Finally, yeahhh akhirnya sampe juga dipantai gigi hiu dan ini benar2 menakjubkan. Kemegahan pantai dan keindahan yang diberikan bagi setiap mata yang melihatnya,sangat-sangat indah. Jauhnya perjalanan pun terbayarkan setelah kami menginjakan kaki di pantai tersebut.
Kami disambut dengan suara ombak yang menerjang batu2 besar yang ada di pinggir pantai.

Keunikan pantai gigi hiu yang luar biasa menjadi daya tarik tersendiri.
Gugusan batu karang berbentuk lancip yang tertata alami di dekat bibir pantai yang sering kali diempas ombak jadi pemandangan tak biasa dan sangat fotogenik! Kalau sudah melihat dijamin terpana dan sangat memanjakan mata. Megah dan luar biasa.

Dan biaya masuk di pantai ini bisa dibilang murah untuk ukuran pantai seindah ini. Kami hanya mengeluarkan kocek 10rb/orang, sangat terjangkau bukan.

Lokasi: Pantai Gigi Hiu, Kelumbayan, Tanggamus, Lampung.

Akun IG: @ayuwd__

1  
Nurul Isti
Nurul Isti
08 January 2019 at 11:20

Tidur di Yogya dan langsung main ke Solo. Itu suatu keunikan bagi kami berlibur bersama teman-teman.


Hal yang diharapkan harus sesuai dengan keindahan ekspektasi kita. Perjalanan sekitar 3 jam, kita menikmati banyak keindahan setiap perjalanan.


Air terjun ini terletak di Gandu, Berjo, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dengan menaiki tangga sebanyak 116 Tangga. Wah, ini keseruan sekaligus melelahkan dalam mencapai titik air terjun ini.


Obyek wisata ini berada di kaki Gunung Lawu. Dengan Udara yang sejuk dan hamparan pepohonan rindang menjadi daya tarik bagi kami untuk datang kesini.

Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB


Tinggi air terjun ini hanya sekitar 30 meter. Airnya begitu jernih dan segar. Fasilitas lain yang disediakan berupa wahana permainan anak seperti jungkat jungkit, ayunan, dan bola panjat. Ada juga kolam renang untuk anak.


Bagi kamu yang ingin ke Air Terjun Jumog ini, jangan lupa sediakan hal menarik dalam setiap perjalanan. Jangan sampai kamu bosan. Ketika sudah sampai di tempat kesegaran akan kamu rasakan berada disini.


Jangan lupa untuk datang ke Air Terjun yang konon sebagai Surga Tersembunyi di Provinsi Jawa Tengah Solo-Karanganyar.


@genpi.co

0  
Amrulloh
Amrulloh
07 January 2019 at 17:44

Lok : Museum NTB, Tgl : 31 Desember 2018, Ig : amrulloh_multojo

0  
Amrulloh
Amrulloh
07 January 2019 at 17:42

Sambungan :

Ini adalah liburan paling berkesan, banyak pelajaran yang saya dapatkan dan bisa saya terapkan kelak.

1  
Amrulloh
Amrulloh
07 January 2019 at 17:40

Sambungan :

Setelah itu saya masuk ke museum, terkhir ke sini waktu kelas X SMA hehehe.. Saya melihat sambil membaca koleksi di sana seperti pakaian, peralatan rumah tangga, perhiasan, alat transportasi, permainan, alat musik dan lain-lainnya. Hal yang buat saya terkesan adalah koleksi alat musiknya yang sangat jarang di temui, didengar dan di mainkan saat ini bahkan tidak pernah sama sekali sepetri pereret, sarone, genggong, gambo, tebab, silu, ta'a tumba yang di gunakan dengan cara di tiup, ada yg di gesek dan di petik. Dan saya kira alat musik yang di tiup hanya seruling saja ternyata zaman dulu banyak guys..

0  
Amrulloh
Amrulloh
07 January 2019 at 17:34

Sambungan :

Wah.. Asik ya.. Liburan sambil belajar. Mungkin hal itu sengaja di lakukan oleh guru agar siswa-siswanya dapat memanfaatkan waktu dengan baik di hari libur, tidak menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dan hura-hura saja yang nantinya dapat merugikan diri sendiri. Dengan demikian, saya sedikit mendapatkan refrensi karena saya adalah calon guru.. Hihihi..

0  
Amrulloh
Amrulloh
07 January 2019 at 17:29

Sambungan :

Setelah kami bertemu kami hanya duduk di taman sangkareang yang bertempat di jantung kota Mataram. Sambil menikmati es campur dan rujak. Kayaknya kurang seru juga berdiam di sana. Kamipun memutuskan untuk pergi lagi ke tempat yang dekat dengan taman dan hanya museum saja yang dekat. Ya.. Terpaksa untuk kesana dan ternyata di sana sudah ramai. Isinya anak SMA yang sedang mencari tugas sekolah pada pelajaran sejarah.

0  
Amrulloh
Amrulloh
07 January 2019 at 17:24

Yang baru saja menyelesaikan program pengenalan lapangan (PPL) dan tak lama kemudian saya pun beranjak dari rumah karena saking bosannya di sana, mau mencari udara segar dulu, kebetulan salah satu teman mengajak saya untuk keluar tapi dengan satu syarat yaitu harus di daerah mataram saja mungkin dia trauma atau di larang orang tua untuk pergi ke tempat yang jauh. Sebut saja namanya Amel.

0  
Amrulloh
Amrulloh
07 January 2019 at 17:20

Sambungan :

Di lombok sudah terjadi gempa yang sangat besar. Hal itulah yang membuat saya jarang keluar rumah apalagi di akhir tahun dan awal tahun ini, padahal saya sangat membutuhkan yang namanya liburan apalagi saya adalah seorang mahasiswa (FKIP Universitas Mataram)

0  
Amrulloh
Amrulloh
07 January 2019 at 17:09

Happy New Year 2019

LIBURAN SAMBIL BELAJAR

Akhir dan awal tahun merupakan moment yang di tunggu-tunggu oleh banyak orang. Moment tersebut sangat berkaitan erat dengan hal-hal yang menyenangkan dan penuh dengan keceriaan. Sebab sebagian orang akan menghabiskan waktu bersama keluarga, sahabat, pacar dan mengekspresikan kegembiraannya dengan cara liburan untuk mengusir penat dan lelah selama berkegiatan di tahun 2018.

Pantai, bukit, gunung, taman, mall, kolam renang, kebun binatang dan tempat lainnya akan menjadi primadona kunjungan di akhir dan awal tahun. Tapi berbeda dengan saya nih guys.. Kita tahu semua kan di akhir tahun 2018 tepatnya di bulan Desember telah terjadi bencana sunami di Selat Sunda dan Isu-isu yang beredar luas di masyarakat akan terjadi sunami susulan. Hal itulah yang membuat sebagian orang enggan untuk keluar rumah termasuk saya.

0  
Yetsly E D Oematan
Yetsly E D Oematan
07 January 2019 at 07:56

Haiii Sahabat GenPI.co

Kali ini saya akan menciritakan perjalanan Liburan Akhir Tahun 2018.
Seperti yang teman-teman ketahui bahwa Liburan itu menyenangkan bukan ?
Apalagi Liburan kali ini disertai momen Natal buat teman-teman yang Nasrani dan Hari Raya Galungan dan Kuningan buat teman-teman Hindu.
sebelumnya Saya Ucapkan Selamat Natal dan Selamat Merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan buat teman-teman yang merayakan, dan Selamat Tahun Baru buat kita semua ????.

" Terimakasih 2018 "

Hari itu, Minggu, 23 Desember 2018, Saya secara pribadi mengambil keputusan untuk berlibur dan menghabiskan Malam Natal di Desa Uiasa,Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Desa yang sebelumnya sudah pernah saya kunjungi diliburan sebelumnya, entah kenapa hati saya ingin sekali merasakan moment natal disana, padahal harusnya saya menghabiskan liburan dan melewati moment Natal bersama Keluarga di Kota Kupang, dengan berbagai alasan saya buat untuk mendapat ijin dari kedua orang tua, dan Syukur saya diijinkan dengan syarat ini dan itu, tapi tak apalah yang penting diijinkan.
Pagi itu saya mempersiapkan diri dan menyiapkan segala kebutuhan untuk liburan selama 3 hari, (23,24,25).
Dengan menggunakan Grab bike saya menuju pelabuhan Bolok tempat penyebrangan ke Pulau Semau, menggunakan Perahu Motor.Saya bersama penumpang lainnya menyebrang, perjalanan yang penuh ketegangan, kenapa ? Waktu itu cuaca mendung dan angin cukup kencang, sehingga gelombang lautpun cukup besar untuk melakukan penyebrangan menggunakan perahu motor, tetapi Syukur perjalannya aman dan Lancar, saya sengaja memilih duduk diluar tenda untuk menukmati setiap sensasi dari moment-moment yang ada, disaat perahu menerjang ombak yang cukup besar sebagian penumpang besorak entahlah itu sorakan histeris atau ketakutan atau apalah, yang pastinya suasananya cukup menarik.
Desa Uiasa sebuah desa dengan panorama yang menarik, Desa yang letaknya tepat dipinggir pantai dengan pemandangan Sunrise dikala pagi yang menghangatkan, dengan aktifitas pagi para nelayan dan petani rumput laut. Setibanya disana langsung disambut hangat oleh kedua Orang tua dari teman saya yang kebetulan waktu itu sempat berkenalan dan numpang mandi diliburan sebelumnya, baru sekali ketempat ini tetapi sudah diterima dengan baik oleh kedua orang tua ini dan diperlakukan selayaknya anak mereka, beruntung sekali saya bisa mengenal mereka, hari itu setibanya disana saya menghabiskan waktu dengan bercerita dan masak-masak bersama dikediaman Keluarga Laiskodat hingga larut malam, banyak yang kami ceritakan dan diceritakan.
Keesokan harinya, saya sengaja bangun pagi-pagi sekali untuk bergegas kepantai. Pemandangan pantai dipagi hari yang cantik dan meneduhkan hati, sejauh mata memandang tampak langit yang mendung dan barisan Para Wanita petani rumput laut yang menenggelamkan setengah badan mereka kelaut, aktifitas pagi dipantai yang menjadi rutinitas penduduk perempuan dipesisir pantau Uiasa, mereka bangun pagi-pagi untuk mengikat rumput laut, ada yang memetik/panen rumput laut, adapula yang hanya sekedar datang dan melihat keadaan laut tempat mereka mengais rejeki.
Pagi ini saya sempatkan diri ikut menyelinap diantara Ibu-Ibu petani rumput laut, dan ikut mengikat rumput laut pada tali-tali pengait, ikut memetik, ikut basah-basahan, dan paling menyenangkan dikasih rumput laut yang cukup bayak untuk dibawa pulang, hehehehe.
Bukan hanya Ibu-Ibu tapi ada juga anak-anak kecil yang terlihat dipantai, mereka berlarian, kejar-kejaran dan menceburkan diri kedalam gulungan ombak, pemandangan pagi yang jarang ditemui, bersama Erlan ( Adik perempuan teman saya ) saya diajak mencari keong dan makan Tiram, sensasi yang luar biasa Tiramnya dimakan mentah, awalnya agak ragu tapi setelah dimakan ternyat Rasanya gurih, ada asin dan juga manis-manis gitu, bikin ketagihan, tapi memang benar rasanya enak. Video dan Fotonya lihat di IGku nanti yah ????.
Setelah menikmati pemandangan pantai dan berjemur lumayan lama, saya diajak berendam di Kolam Uiasa ( Sebuah Kolam yang Airnya jernih dan sumber airnya langsung dari Mata Air ), begitu lihat langsung cebur dan rasanya segar banget, gimana Ngga Segar, panas-panasan dari pantai langsung nyebur dikolam yang sejuk banget, gimana sensasinya dan gimana serunya ngga kebayangkan gimana serunya. Setelah beberapa lama berendam dan berenang saya disuguhi kelapa muda yang airnya manis banget, dan buahnya itu baru saja dipetik, sebuah kenikmatan yang hakiki, hehehehe????????????
Setelah tiba dirumah makan siang saya disiapkan oleh mama (panggilan untuk Ibu dari Erlan )makanan yang menunya luar biasa enak, jujur saja di Kota Kupang memang banyak tapi jarang dimakan karena harganya yang lumayan mahal, tetapi disini bisa didapat dengan gratis karena langsung diambil sendiri dari laut, ada Cumi-cumi, Pado ( Gurita ), Kepiting dan Ikan Kombong, lumayan banyak menu makan siang ini, langsung saja saya makan dengan lahap.
Sorenya kami bersiap-siap untuk menghadiri Gereja Malam Natal, semua persiapan kami siapkan bersama dan berangkat kegereja bersama, bukan hanya bersama keluarga Laiskodat saja tetapi dengan tetangga dan penduduk sekitar, berjalan kaki menuju gereja , memegang Lilin dan senter sebagai penerang jalan karena Desa ini belum tersedia lampu jalan. Dan saya begitu kagum, dan mendapatkan suasana Natal yang sangat berbeda, bagaimana antusiasnya orang-orang disini, anak-anak, pemuda bahkan orsng-orang tua yang dengan semangat merayakan Natal dengan sederhana namun meriah, suasana yang mengharukan membuat air mata saya tak dapat dibendung, sebuah kekeluargaan yang tak dibuat-buat, sebuah kekaguman yang tak pernah saya rasakan di Kota Kupang, dan ini adalah kebahagiaan tersendiri dalam hidup saya, pengalaman luar biasa saya dapatkan,dimana moment natal benar-benar menjadi moment berdamai, melihat mereka saling berpelukan sambil bermaaf-maafan, memberi salam dan menyalakan lilin Natal dengan penuh hikmat, dan saya mengambil hikmat kebersamaan yang luar biasa dimalam Natal kali ini dan Malam natal ini saya lewati dengan penuh hikmat bersama keluarga yang baru saya kenal.
Dari sini saya belajar bahwa untuk bahagia tak perlu mewah cukup apa adanya kita, mau menerima keadaan dan selalu bersyukur dengan berkat yang diberikan, untuk bahagia bisa kita dapatkan dari siapa saja tak perlu dibuat-buat semuanya berjalan Natural membuat semuanya indah dan penuh makna,
perjalanan ini membari saya pelajaran berharga, pengalaman menarik Dan Keluarga baru.
Terimakasih 2018 ????

Itulah cerita Liburan Akhir Tahun dari saya, saya tunggu cerita dari kalian ...
????????????????????????

lG : @Jessy_Oematan

1  
Rabiyatul Addawiyah
Rabiyatul Addawiyah
06 January 2019 at 07:52

"MENUTUP BUKU PERJALANAN TAHUN 2018 DI AIR TERJUN TIMPONAN"


Hallo Sobat Genpi.co, Sampai Jumpa 2018, Selamat Datang tahun Baru 2019. Apa harapan kamu di Tahun 2019 ? Saran saya (JANGAN TERLALU BERHARAP YA) Hahahaha.


Perjalanan pagi (31 Desember 2018) lalu, saya mulai dengan membuka maps di handphone saya, kemudian saya mencari informasi tentang keberadaan Air Terjun Timponan. Ternyata Lokasi air terjun ini tidak jauh dari Pusat Kota Mataram, kurang lebih jarak yang ditempuh sekitar 4 Km dari pusat kota menuju Lingsar Desa Prabe Kabupaten Lombok Barat.

Langsung saja saya bersama kawan saya heri berangkat pada pukul 09.15 pagi dengan membawa kamera seadanya dan air secukupnya.

Mengikuti jalur yang tertera di google maps membuat kami terasa nyaman, dan berpikir air terjun ini sudah memiliki akses jalan yang cukup bagus, dan diluar dugaan kami saat itu ternyata maps yang kami gunakan terputus jaringan internetnya, alhasil kami harus bertanya kepada warga saat di perjalanan (Poin kalau mau travelling ya, harus berani bertanya).

Di sepanjang jalan, telinga saya di iringi suara aliran air, hijaunya sawah yang masih alami, bahkan wangi buah aren. Saya seperti berada di Bali saat itu, karena perkampungan yang saya lewati merupakan perkampungan Bali.

Menikmati perjalanan ke air terjun timponan membuat saya lupa saat itu, saya lupa bertanya lagi di mana lokasi desa prabe.

Akhirnya saya memasuki kawasan hutan aren, bertemu bapak-bapak dan langsung saja saya bertanya "pak jalur ke air terjun timponan, lewat mana yah ?". Dan si bapak menjawab "oh sudah dekat dek, nanti setelah jembatan belok kiri jangan lurus, ikutin saja jalurnya, nanti mentok parkir motornya terus jalan kaki kurang lebih 20 menit untuk sampai ke Air Terjunnya".

Hal yang saya lakukan setelah bertemu si Bapak, adalah mencari dulu di mana lokasi jembatan itu, dan ternyata saya melihat aliran sungai dengan warna air yang biru alami, dan saya pun mampir untuk berfoto-foto. Setelah mengambil 2-3 gambar, saya melanjutkan perjalanan saya untuk menemui air terjun timponan, belok kiri dari jembatan.

1  
Nurul Isti
Nurul Isti
06 January 2019 at 07:21

Menemukan Wisata Terbaru yang terletak di Dusun Sumberwangi Desa Tirtomarto Kabupaten Malang, Jawa Timur


Air Terjun ini disebut air terjun matahari yang sekarang menjadi sebutan Coban Srengenge. Air terjun ini sangat ramai dikunjungi bahkan saya merasakan kenyaman berada di Coban Srengenge


Coban Srengenge ini sebagai salah satu tempat wisata airterjun Tingkat tiga,

0  
Muhammad irsyad
Muhammad irsyad
05 January 2019 at 22:10

AIR TERJUN KAPAS BIRU YANG MEMBUAT KAMI LEBIH DARI BIASANYA


Air terjun kapas biru terletak di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Untuk mencapai lokasi ini pilihan akses tercepat melalui Kabupaten Malang. Waktu yang ditempuh dari Kabupaten Malang kurang lebih 2 jam untuk mencapainya. Pilihan transportasi dapat menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.

Pada akhir tahun 2018 objek wisata ini menjadi pilihan kami untuk beraktivitas di hari libur. Kami adalah sekelompok teman yang pernah satu sekolah ketika SMA. Dahulu kami sekolah di SMA Negeri 14 Surabaya hingga lulus di tahun

0  
Muhammad irsyad
Muhammad irsyad
05 January 2019 at 21:35

AIR TERJUN KAPAS BIRU YANG MEMBUAT KAMI LEBIH DARI BIASANYA


Air terjun kapas biru terletak di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Untuk mencapai lokasi ini pilihan akses tercepat melalui Kabupaten Malang. Waktu yang ditempuh dari Kabupaten Malang kurang lebih 2 jam untuk mencapainya. Pilihan transportasi dapat menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.


Pada akhir tahun 2018 objek wisata ini menjadi pilihan kami untuk beraktivitas di hari libur. Kami adalah sekelompok teman yang pernah satu sekolah ketika SMA. Dulu kami sekolah di SMA Negeri 14 Surabaya hingga lulus di tahun

1  
Arini Safitri
Arini Safitri
05 January 2019 at 05:56

Liburan memang hal yg paling ditunggu-tunggu oleh setiap orang. Apalagi jika liburan di akhir dan awal tahun yang selalu panjang. Tapi, bagi saya dan teman-teman yang harus tetap bekerja, ini bukan satu hal yang menyenangkan.

Hanya bisa sekedar membayangkan liburan panjang menyusuri pantai, mendaki gunung hingga menyelam ke bawah laut di penjuru nusantara.


Meskipun waktu libur terbatas, tak langsung membuat saya dan teman2 panik. Justru ide-ide kreatif muncul. Tak ingin menyia-nyiakan libur natal yg super singkat, kami pun menyambangi beberapa tempat di Palembang sambil membuat konten wisata. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, begitulah perumpamaannya. Liburannya dapat, konten wisatanya pun dapat.


Pagi hari, kami mengunjungi Kampung Hias Asian Games yg berada di Lorong Mari, Kecamatan Plaju, Palembang yg dinobatkan sebagai juara kedua lomba Kampung Hias Asian Games 2018 kemarin.

Kini Lorong Mari telah bermetamorfosis menjadi kampung mural yang instagramable. Warga disini juga memanfaatkan barang yg tak terpakai, seperti ban bekas yg dijadikan kursi, drum dijadikan lemari serta meja, dan botol untuk pot tanaman. Kampung ini juga sudah dilengkapi dgn CCTV loh, jadi semua aktifitas disana bisa dipantau.

Dari Lorong Mari, kami menuju destinasi selanjutnya yaitu Jakabaring Sport City (JSC). Diluar prediksi, ternyata hari itu Jakabaring sungguh ramai karena menjadi tempat wisata favorit para keluarga.


Di Jakabaring ini, kami juga masih bisa menikmati suasana lautan dalam bentuk danau buatan lohh. Meskipun makan nasi dgn telur terasa nikmat. Liburan murah tapi meriah, sungguh bahagia yang tak terduga.

Menjelang sore, kami beranjak menyusuri venue panjat tebing dan venue aquatic. Jadi, liburan itu sebenarnya bukan kemana kalian mau pergi, tapi siapa yg kalian ajak pergi bersama. Karena liburan di tempat yg asik pasti gak bakalan asik kalo kalian perginya sendiri, hahaha


Liburan pun usai, dan saya siap kembali bekerja dengan suasana hati riang gembira.

.

IG : @arini.sha

0  
Anonim
Anonim
04 January 2019 at 11:52

Haiii Sahabat GenPI.co

Kali ini saya akan menciritakan perjalanan Liburan Akhir Tahun 2018.
Seperti yang teman-teman ketahui bahwa Liburan itu menyenangkan bukan ?
Apalagi Liburan kali ini disertai momen Natal buat teman-teman yang Nasrani dan Hari Rata Galungan dan Kuningan buat teman-teman Hindu.
sebelumnya Saya Ucapkan Selamat Natal dan Selamat Merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan buat teman-teman yang merayakan, dan Selamat Tahun Baru buat kita semua 🙏.

" Terimakasih 2018 "

Hari itu, Minggu, 23 Desember 2018, Saya secara pribadi mengambil keputusan untuk berlibur dan menghabiskan Malam Natal didesa Uiasa,Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Desa yang sebelumnya sudah pernah saya kuncungi diliburan sebelumnya, entah kenapa hati saya ingin sekali merasakan moment Natal disana, padahal harusnya saya menghabiskan liburan dan melewati moment Natal bersama Keluarga di Kota Kupang, dengan berbagai alasan saya buat untuk mendapat ijin dari kedua orang tua, dan Syukur saya diijinkan dengan syarat ini dan itu.
Pagi itu saya mempersiapkan diri dan menyiapkan segala kebutuhan untuk liburan selama 3 hari, (23,24,25).
Dengan menggunakan Grab bike saya menuju pelabuhan Bolok tempat penyebrangan ke Pulau Semau, menggunakan Perahu Motor saya bersama penumpang lainnya menyebrang, perjalanan yang penuh ketegangan, kenapa ? Waktu itu cuaca mendung dan angin cukup kencang, sehingga gelombang lautpun cukup besar untuk melakukan penyebrangan menggunakan perahu motor, tetapi Syukur perjalannya aman dan Lancar, saya sengaja memilih duduk diluar tenda untuk menukmati setiap sonsasi dari moment-moment yang ada, disaat perahu menerjang ombak yang cukup besar sebagian penumpang besorak entahlah itu sorakan histeris atau ketakutan atau apalah, yang pastinya suasananya cukup menarik.
Desa Uiasa sebuah desa dengan panorama yang menarik, Desa yang letaknya tepat dipinggir pantai dengan pemandangan Sunrise dikala pagi yang menghangatkan, dengan aktifitas pagi para nelayan dan petanu rumput laut. Setibanya saya disana langsung disambut hangat oleh kedua Orang tua dari teman saya yang kebetulan waktu itu sempat berkenalan dan numpang mandi diliburan sebelumnya, baru sekali ketempat ini tetapi sudah diterima dengan baik oleh kedua orang tua ini dan diperlakukan selayaknya anak mereka, beruntung sekali saya bisa mengenal mereka, hari itu setibanya disana saya menghabiskan waktu dengan bercerita dan masak-masak bersama dikediaman Keluarga Laiskodat hingga larut malam, banyak yang kami ceritakan dan diceritakan.
Keesokan harinya, saya sengaja bangun pagi-pagi sekali untuk bergegas kepantai. Pemandangan pantai dipagi hari yang cantik dan meneduhkan hati, sejauh mata memandang tampak langit yang mendung dan barisan Para Wanita petani rumput laut yang menenggelamkan setengah badan mereka kelaut, aktifitas pagi dipantai yang menjadi rutinitas penduduk perempuan dipesisir pantau Uiasa, mereka bangun pagi-pagi untuk mengikat rumput laut, ada yang memetik/panen rumput laut, adapula yang hanya sekedar datang dan melihat keadaan laut tempat mereka mengais rejeki.
Pagi ini saya senpatkan diri ikut menyelinap diantara Ibu-Ibu petani rumput laut, dan ikut mengikat rumput laut pada tali-tali pengait, ikut memetik, ikut basah-basahan, dan paling menyenangkan dikasih rumput laut yang cukup bayak untuk dibawa pulang, hehehehe.
Bukan hanya Ibu-Ibu tapi ada juga anak-anak kecil yang terlihat dipantai, mereka berlarian, kejar-kejaran dan menceburkan diri kedalam gulungan ombak, pemandangan pagi yang jarang ditemui, bersama Erlan ( Adik perempuan teman saya ) saya diajak mencari keong dan makan Tiram, sensasi yang luar biasa Tiramnya dimakan mentah, awalnya agak ragu tapi setelah dimakan ternyat Rasanya gurih, ada asin dan juga manis-manis gitu, bikin ketagihan, tapi memang benar rasanya enak. Video dan Fotonya lihat di IGku nanti yah 😅.
Setelah menikmati pemandangan pantai dan berjemur lumayan lama, saya diajak berendam di Kolam Uiasa ( Sebuah Kolam yang Airnya jernih dan sumber airnya langsung dari Mata Air ), begitu lihat langsung cebur dan rasanya segar banget, gimana Ngga Segar, panas-panasan dari pantai langsung nyebur dikolam yang sejuk banget, gimana sensasinya dan gimama serunya ngga kebayangkan gimana serunya. Setelah beberapa lama berendam dan berenang saya disuguhi kelapa muda yang airnya manis banget, dan buahnya itu baru saja dipetik, sebuah kenikmatan yang hakiki, hehehehe😂😂😂
Setelah tiba dirumah makan siang saya disiapkan oleh mama (panggilan untuk Ibu dari Erlan )makanan yang menunya luar biasa enak, jujur saja di Kota Kupang memang banyak tapi jarang dimakan karena harganya yang lumayan mahal, tetapi disini bisa didapat dengan gratis karena langsung diambil sendiri dari laut, ada Cumi-cumi, Pado ( Gurita ), Kepiting dan Ikan Kombong, lumayan banyak menu makan siang ini, langsung saja saya makan dengan lahap.
Sorenya kami bersiap-siap untuk menghadiri Gereja Malam Natal, semua persiapan kami siapkan bersama dan berangkat kegereja bersama, bukan hanya bersama keluarga Laiskodat saja tetapi dengan tetangga dan penduduk sekitar, berjalan kaki menuju gereja , memegan Lilin dan senter sebagai penerang jalan karena Desa ini belum ada lampu jalan. Dan saya begitu kagum, dan mendapatkan suasana Natal yang sangat berbeda, bagaimana antusiasnya orang-orang disini, anak-anak, pemuda bahkan orsng-orang tua yang dengan semangat merayakan Natal dengan sederhana namun meriah, suasana yang mengharukan membuat air mata saya tak dapat dibendung, sebuah kekeluargaan yang tak dibuat-buat, sebuah kekaguman yang tak pernah saya rasakan di Kota Kupang, dan ini adalah kebahagiaan tersendiri dalam hidup saya, pengalaman luar biasa saya dapatkan,dimana moment natal benar-benar menjadi moment berdamai, melihat mereka saling berpelukan sambil meminta maaf, memberi salam dan menyalakan lilin Natal dengan penuh hikmat, dan saya mengambil hikmat kebersamaan yang luar biasa dimalam Natal kali ini dan Malam natal ini saya lewati dengan penuh hikmat bersama keluarga yang baru saya kenal.
Dari sini saya belajar bahwa untuk bahagia tak perlu mewah cukup apa adanya kita, mau menerima keadaan dan selalu bersyukur dengan berkat yang diberikan, untuk bahagia bisa kita dapatkan dari siapa saja tak perlu dibuat-buat semuanya berjalan Natural membuat semuanya indah dan penuh makna,
perjalanan ini membari saya pelajaran berharga, pengalaman menarik Dan Keluarga baru.
Terimakasih 2018 🙏

Itulah cerita Liburan Akhir Tahun dari saya, saya tunggu cerita dari kalian ...
🙋🙋🙋😻😻😻

lG : Jessy_Oematan

1  
Sandi Suhandi
Sandi Suhandi
03 January 2019 at 21:46

"Liburan low budget ala anak desa "

Dua Minggu lebih liburan sudah terlewati ,liburan kali ini kami tidak kemana mana , karena Sektor ekonomi kami tidak cukup , libur sekolah kami terselamatkan oleh kreativitas kami sendiri ,kami memanfaatkan desa kami untuk berlibur tepatnya di Kp.Pasir datar Desa.Sukamulya Kec.Caringin Kab.Sukabumi Prov.Jawa barat yaitu di Kawasan hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangranggo (TNGGP), disini terdapat alam yang masih Asri dan belum terkena banyak kaki manusia, memanfaatkan yang ada mungkin sedikit aneh di mata semua orang,tapi di balik kekurangan itu kami memulai liburan yang baru , kami mempromosikan Desa kami lewat sosial media dengan karya karya kami seperti pembuatan Video Vlog ,Video Cinematic dan Berfoto-foto dikawasan ini, Alhamdulillah mereka tertarik kesini bahkan rela jauh jauh untuk ikut berkunjung ke desa kami , dan merasakan aroma desa kami yang masih asri ini ,mungkin kalau dikatakan kurang piknik ya emang betul sekali ?? tapi gak piknik juga kita bahagia ,Bisa menikmati berlibur dengan cara kita sendiri , setidaknya waktu libur kita dipake hal positif bukan dipake berpoya - poya , Alhamdulillah kami merasa bangga dengan cara kami yang memilih untuk tidak jauh jauh berpergian berlibur , kalau disini juga ada,kenapa tidak dimanfaatkan ?? Kalau sekedar cuman ingin berfoto juga Di sini juga bisa bener kan ?? Hehehe dan Terimakasih Buat Genpi yang sudah bisa kasih waktu buat menutup liburan ku dengan menulis Pengalaman liburan kali . (Terima kasih)

#ForumGenPIco #GiveawayTime #GenPI.co (Ig @Sandishndi33)

2  
Sandi Suhandi
Sandi Suhandi
03 January 2019 at 21:43

"Liburan low budget ala anak desa "

Dua Minggu lebih liburan sudah terlewati ,liburan kali ini kami tidak kemana mana , karena Sektor ekonomi kami tidak cukup , libur sekolah kami terselamatkan oleh kreativitas kami sendiri ,kami memanfaatkan desa kami untuk berlibur tepatnya di Kp.Pasir datar Desa.Sukamulya Kec.Caringin Kab.Sukabumi Prov.Jawa barat yaitu di Kawasan hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangranggo (TNGGP), disini terdapat alam yang masih Asri dan belum terkena banyak kaki manusia, memanfaatkan yang ada mungkin sedikit aneh di mata semua orang,tapi di balik kekurangan itu kami memulai liburan yang baru , kami mempromosikan Desa kami lewat sosial media dengan karya karya kami seperti pembuatan Video Vlog ,Video Cinematic dan Berfoto-foto dikawasan ini, Alhamdulillah mereka tertarik kesini bahkan rela jauh jauh untuk ikut berkunjung ke desa kami , dan merasakan aroma desa kami yang masih asri ini ,mungkin kalau dikatakan kurang piknik ya emang betul sekali ?? tapi gak piknik juga kita bahagia ,Bisa menikmati berlibur dengan cara kita sendiri , setidaknya waktu libur kita dipake hal positif bukan dipake berpoya - poya , Alhamdulillah kami merasa bangga dengan cara kami yang memilih untuk tidak jauh jauh berpergian berlibur , kalau disini juga ada,kenapa tidak dimanfaatkan ?? Kalau sekedar cuman ingin berfoto juga Di sini juga bisa bener kan ?? Hehehe dan Terimakasih Buat Genpi yang sudah bisa kasih waktu buat menutup liburan ku dengan menulis Pengalaman liburan kali ini.

Terimakasih

1  
Sandi Suhandi
Sandi Suhandi
03 January 2019 at 21:39

"Liburan low budget ala anak desa "

Dua Minggu lebih liburan sudah terlewati ,liburan kali ini kami tidak kemana mana , karena Sektor ekonomi kami tidak cukup , libur sekolah kami terselamatkan oleh kreativitas kami sendiri ,kami memanfaatkan desa kami untuk berlibur tepatnya di Kp.Pasir datar Desa.Sukamulya Kec.Caringin Kab.Sukabumi Prov.Jawa barat yaitu di Kawasan hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangranggo (TNGGP), disini terdapat alam yang masih Asri dan belum terkena banyak kaki manusia, memanfaatkan yang ada mungkin sedikit aneh di mata semua orang,tapi di balik kekurangan itu kami memulai liburan yang baru , kami mempromosikan Desa kami lewat sosial media dengan karya karya kami seperti pembuatan Video Vlog ,Video Cinematic dan Berfoto-foto dikawasan ini, Alhamdulillah mereka tertarik kesini bahkan rela jauh jauh untuk ikut berkunjung ke desa kami , dan merasakan aroma desa kami yang masih asri ini ,mungkin kalau dikatakan kurang piknik ya emang betul sekali ?? tapi gak piknik juga kita bahagia ,Bisa menikmati berlibur dengan cara kita sendiri , setidaknya waktu libur kita dipake hal positif bukan dipake berpoya - poya , Alhamdulillah kami merasa bangga dengan cara kami yang memilih untuk tidak jauh jauh berpergian berlibur , kalau disini juga ada,kenapa tidak dimanfaatkan ?? Kalau sekedar cuman ingin berfoto juga Di sini juga bisa bener kan ?? Hehehe dan Terimakasih Buat Genpi yang sudah bisa kasih waktu buat menutup liburan ku dengan menulis Pengalaman liburan kali ini

Terimakasih

0  
Anonim
Anonim
03 January 2019 at 15:42

Kemarin liburannya cuma ikut event lari di Jogja dan tidak jalan kemana". Karna ga sempet dan waktunya yang kurang. Mau cari makan yang enak aja binggung mau makan apa, untung ada aplikasi @genpi.co jadi ga kebinggungan cari makanan rekomendasi di Jogja. Besuk tinggal jalan"nya nunggu weekend nyari refrensi tempat wisata di @genpi.co dulu lah pasti biar gak binggung lagi.
#ForumGenPIco #GiveawayTime @pamungkas.pam2

2  
Anonim
Anonim
03 January 2019 at 15:40

Kemarin liburannya cuma ikut event lari di Jogja dan tidak jalan kemana". Karna ga sempet dan waktunya yang kurang. Mau cari makan yang enak aja binggung mau makan apa, untung ada aplikasi @genpi.co jadi ga kebinggungan cari makanan rekomendasi di Jogja. Besuk tinggal jalan"nya nunggu weekend nyari refrensi tempat wisata di @genpi.co dulu lah pasti biar gak binggung lagi.
#ForumGenPI.co #GiveawayTime GenPI.co
@pamungkas.pam2

0  
Febriwan Harefa
Febriwan Harefa
03 January 2019 at 12:05

Tak ada salah mencoba memilih liburan akhir tahun di Pulau Nias. Sebuah surga kecil yang berada di ujung barat Pulau Sumatra. Beberapa hari yang lalu mumpung tidak ada kegiatan, saya bersama dengan beberapa orang teman memilih untuk liburan di Pantai Tureloto, Nias Utara. Kami berangkat dari Gunungsitoli menuju arah Nias bagian utara. Selama perjalanan dari Gunungsitoli – Awa’ai,hamparan pasir putih, laut yang berwarna biru terang dan hempasan angin sepoi – sepoi yang datang dari laut membuat awal perjalanan kami terasa mengasikan.

Sayang pemandangan pantai yang indah hanya kami rasakan selama 45 menit. Tapi, tak apa-apa setelah sampai Awa'ai kami belok kanan ke arah Hilimaziaya. Pemandangan pantai yang tadi kami nikmati tergantikan dengan pemandangan alam yang masih hijau alami. Dari kejauhan pemandangan puncak Gunung Hilimaziaya yang indah kelihatan.

Terkadang jarak setengah km, saya melihat satu-dua orang petani yang sedang mengeringkan gabah miliknya di depan rumah. Ketika secara tidak sengaja mata kami saling bertatapan dari atas motor tak lupa saya sapa dengan salam khas anak nias “Ya’ahowu” kepada bapak atau ibu yang sedang mengeringkan gabah.

Setelah melalui gereja BNKP Hilimaziaya (Gedung gereja yang paling besar dan megah di Nias Utara), beberapa jembatan, dan kantor bupati Nias Utara, kami tiba di pasar Lahewa (sebuah pasar yang ramai dikunjungi di Nias Utara). Tiba Pasar Lahewa menandakan Pantai Tureloto tidak jauh lagi.

Setelah berada di pertigaan jalan, saya mengambil arah lurus ke depan. Aspal yang sedikit mulus membuat perjalanan kami menjadi lancar. Sayang, kecepatan motor saya kurangi saat hampir sampai di Pantai Tureloto maklum keadaan jalan yang sedikit kurang bagus.

Sebua kalimat “Tureloto Beach” yang berwarna merah berada di atas sebuah tembok yang tegak berdiri di depan Pantai Tureloto membuat saya lega. “Yah, akhirnya tiba juga di laut mati Indonesia.” Ucap saya dalam hati. Kamipun memarkir sepeda motor di depan tembok yang terdapat tulisan Tureloto Beach. Setelah sampai, kami mulai berpencar satu dengan yang lain, ada yang memotret, menukar pakaian, dan ada juga yang lebih memilih duduk di pondok tepat di depan pantai.

Saya lebih memilih untuk mengambil gawai saya dan memotret beberapa pemandangan yang ada di sekitar pantai. Saya suka dengan warna laut di Tureloto cerah dan airnya yang bersih. gelombang air laut di pantai ini tidak kuat, malah lebih tidak kelihatan.

Ada satu pemandangan yang membuat saya takjub dengan Pantai Tureloto, di sekitar bibir pantai terdapat batu karang yang mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Sepintas saya melihat yang lebih dominan adalah batu karang yang berbentuk otak. Dari cerita mbak pemilik warung, saya dapat informasi, batu-batu karang yang berbentuk otak ini muncul dipermukaan sejak setelah peristiwa gempa bumi 2005.

Karena tidak puas dengan hanya motret beberapa objek. Saya putuskan untuk berenang. Sayapun menukar pakaian di sebuah kamar mandi setelah membayar uang 2 ribu terlebih dahulu.

“Wuihh segar….” ucap saya setelah terjun di laut. Air laut di Tureloto hangat dan mempunyai kadar air garam yang lumayan tinggi. Wajar saja beberapa bulan yang lalu sempat viral di media online, kadar garam di Tureloto lumayan tinggi, sehingga menyebabkan wisatawan dapat terapung seperti di laut mati.

Sayapun semakin berenang agak lumayan jauh dari pinggir pantai. Setelah puas berenang. Saya putuskan untuk mencoba untuk menyelam. Sekitar beberapa meter dari permukaan air, saya bisa menikmati keindahan bawah laut Tureloto, beberapa ikan kecil yang berwarna warni, ada juga yang berwarna coklat. Mereka terkadang bersembunyi disela-sela karang.

Setelah capek berenang dan menyelam, saya kembali ke daratan. Setelah tiba di daratan rasa dingin mulai terasa. Untuk itu saya memutuskan memesan sebuah pop mie dan secangkir teh di sebuah warung. Sambil menikmati semangkuk mie dan secangkir teh.

Seorang teman yang dari tadi sibuk selfie, mengajak saya untuk keliling sebuah daratan kecil yang ada disebrang sana dengan menaiki speed boat. Karena penasaran saya mengiyakan saja tawaran teman saya ini. Dengan cepatpun saya menghabiskan pop mie yang saya sedang makan dari tadi.

Teman saya yang dari tadi sudah menunggu diatas perahu membantu saya untuk naik ke atas. Akhirnya, saya berhasil naik ke atas. Kurang lebih 15 menit, kami berada di atas perahu. Warna air laut yang biru muda dan pemandangan gugusan pulau-pulau kecil yang berada di sisi kiri-kanan membuat saya menikmati berada di atas speed boat.

Kurang lebih 20 menit, kami berada diatas speed boat. Satu per satu kami turun dari atas speed boat. Ada beberapa penumpang yang harus dipegang, karena terkadang posisi speed boat goyang.

Sebenarnya daratannya tidak cukup luas hanya sekitar ukuran satu lapangan basket, tapi pasir di daratan ini sangat bersih dan luas. Untuk selfie dan mengejar potret sunset sangat bagus. Karena sudah puas menikmati keindahan daratan kecil, kami kembali.

Dari kejauhan teman-teman yang sudah selesai tukar pakaian menunggu kedatangan kami. “Yuk wan cepat tukar pakaian nanti kita kemalaman pulang.” Ucap salah seorang teman yang dari tadi tidak sabar untuk pulang.

Setelah bersih-bersih, saya pun memutuskan untuk pulang. Hari ini sangat senang, karena saya bisa menikmati keindahan Pantai Tureloto. Objek wisata yang satu ini sangatlah saya sarankan. Kurang lengkap rasanya tidak ke Pulau Nias kalau tidak ke Tureloto.




IG : febriwanharefa

#ForumGenPIco

#GiveawayTime


1  
Rachmatulla
Rachmatulla
03 January 2019 at 09:24

Bali memang terkenal dengan berbagai lokasi romantis dan menawannya, suguhan alam dan budaya mampu membuat setiap orang ingin kembali untuk menjelajahi setiap jengkal daerahnya. Tak terkecuali Nusa Penida, pulau di sisi tenggara ini mempunyai salah satu lokasi paling romantis diantara destinasi wisata lainnya di Provinsi Bali.
Liburan akhir tahun ini aku bersama seorang teman nekat untuk berpetualang menjelajahi Nusa Penida, yap, kembali lagi kesalah satu pulau favoritku ini seraya membawa daftar list tujuan yang wajib aku kunjungi ketika berada disana. Seperti Kelingking Beach, Atuh, Peguyangan dan Pulau seribu.
Petualangan selama 3 hari ini membawaku ke salah satu destinasi paling romantis di pulau ini, yaitu Pulau Seribu, Nusa penida. Kenapa aku bilang paling romantis, karena disana terdapat “Rumah Pohon Molenteng” yang berada diujung tebing dengan pemandangan yang sangat menakjubkan. Bentangan lautan biru, ditambah sebaran karang dan pulau” kecil serta panorama sunrise yang dijamin bikin kalian terdiam terpaku dan menyadari keindahan Indonesia yang sesungguhnya.


IG : @Matullaa

1  
Rachmatulla
Rachmatulla
03 January 2019 at 09:23

Destinasi Pulau Seribu ini merupakan spot untuk menikmati sunrise terbaik di Nusa Penida. Dengan tiket hanya 5000/orang kalian bisa ber-foto ria dengan pemandangan yang memukau setiap mata.
.
Rumah pohon ini dapat kalian sewa melalui berbagai situs booking online. Fasilitas disini juga cukup lengkap, ada toilet, air bersih dan sarapan yang akan diantar oleh petugas penginapan. Selain fasilitas, sensasi berada di sini pastinya tak akan terlupakan bagi kalian bersama pasangan sah kalian.
Liburan ke Nusa Penida tak perlu biaya mahal, asalkan kalian ingin pintar mengambil rute, menyusun itinerary dan memilih akomondasi, kalian tak perlu mengeluarkan biaya mahal. Terbukti selama 5 hari kita hanya menghabiskan biaya 550.000/orang itu sudah full komplit makan, penginapan, transport dsb pula. Yuk jangan takut explore setiap jengkal Indonesia.
???? Pulau Seribu, Nusa Penida
@kemenpar @pesonaid_travel @Genpi.co #ForumGenPI.co #GiveawayTime #ForumGenPIco


INSTAGRAM : @Matullaa
1  
Tety Fajrul Aini
Tety Fajrul Aini
02 January 2019 at 22:09

Aku tidak memikirkan untuk merayakan liburan, apalagi hanya untuk sekedar menyambut tahun baru pada lembaran, yang ku tau pada harapan dan kesemogaan, aku ingin bahagia Tuhan. Aku sengaja tidak menorehkan sajak pada hari terakhir ditahun 2018, karena Sesak terlalu muak untuk sebuah isak. Luka yang ku genggam masih melebam, tapi tahun kini sudah silih berganti, segala kisah berbagai rasa sudah ku balut menjadi sejarah. Ya, aku memilih kota Bandung dan Jogja. Sebagai pengukir kisah dalam balutan penyembuh luka, aku berlibur untuk menghibur. Jogja adalah sekumpulan kenang yang tak pernah usang, dan Bandung adalah tempat merebah lelah untuk menikmati indah. Aku memilih mengunjungi wisata bersejarah di Jogja, yaitu Candi Sambi Sari, berada di Desa Sambi Sari, Bantul. Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tapi juga pelajaran. Biaya tiket masuk yang sesuai kantong mahasiswa dan pelajar benar-benar sangat menghajar dan sayang jika tak di umbar. Setelah pulang dari Jogja aku pergi ke Bandung. Aku mengunjungi wisata di Lembang yaitu Farm House. Tempat yang amat tersirat untuk merebah penat.

Ig :

@ttyfjrlni

2  
Latifah Nur Istiqomah
Latifah Nur Istiqomah
02 January 2019 at 20:55

Sebenernya ngga ada kata liburan sih bagi ku, bagi kami, kami yang selalu ada di lokasi wisata, kami yang ada dimana-mana secara kata purba nya "nomaden"

Namun, kali ini merupakan akhir tahun yang spectaculer. Menikmati gemerlap malam gebyar bunga api dari sudut atas Jogja bersama orang-orang hebat. Ada? Ya ada. Lokasi Watu Tapak Camp Hill berada di Kabupaten Sleman, masih satu komplek dengan Tebing Breksi. Watu Tapak Camp Hill merupakan salah satu destinasi digital yang diprakarsai oleh kemenpar dan digarap oleh @genpijogja berkerjasama dengan lowo ijo serta masih banyak pihak lain yang terlibat.

Terukir sekali kesan mengakhiri tahun 2018 dengan menikmati pertunjukan live music performance, traditional dance, modern dance, DJ, dan yang paling melengkapi kesan malam itu, menonton langit Jogja dari atas ketinggian Watu Tapak. Tau ngga sih? Melihat langit Jogja, secara konteks kalimat, melihat langit itu ke atas kan ya? Berbeda dengan kami, kami melihat langit Jogja dengan menundukkan kepala, karna gemerlap malam terlihat dibawah kami hahaha.

1  
Elsa Mariani
Elsa Mariani
01 January 2019 at 13:03

Liburan akhir tahun 2018 ini saya nikmatin dengan mengunjungi Kota Jogjakarta. Yup, Kota Jogjakarta memang salah satu Kota yang banyak diminati kerena Kota Jogja merupakan kota yang benar-benar Istimewa.


Kota yang terkenal dengan kota Pelajar ini juga terkenal dengan Kota Wisata. Gak hanya wisata belanja namun ada banyak tempat wisata Bersejarah. Contohnya Candi Prambanan yang saya kunjungui kali ini.

Candi Prambanan ini juga sering di Sebut dengan Candi Roro Jongrang. Candi ini merupakan komplek candi Hindu terbesar di Indonesia


Candi ini memiliki luas lebih kurang 39.8 Ha. Jika kalian ingin kesana, kalian juga gak perlu khawatir karena disana ada tempat penyewaan sepeda untuk mengelilingi kawasan Candi Prambanan yang luas.


IG : @elsamariani29


#ForumGenPIco

#GiveawayTime

1  
Rachmatulla
Rachmatulla
01 January 2019 at 08:10

Menghabiskan waktu liburan akhir tahun ini aku bergegas kembali menuju pulau kecil di sisi tenggara pulau Bali. Yapp Nusa Penida, pulau yang menurutku adalah "The Real Bali". Kenapa aku berani bilang begitu, karena kebudayaan yang masih kental, berbagai destinasi wisata yang masih "perawan" dan kondisi pulau yang lebih sepi daripada Bali besar.

Dengan mode super budget dan menekan biaya paling minim, aku bersama salah satu temenku berkendara dari Banyuwangi - nusa penida,dan terbukti, 4 hari kita cuma habis 500rb PP, haha lumayan nih buat hemat. Selama 2 hari, hampir separo pulau sudah kita jelajahi. Karena memang menyusuri seluruh destinasi dipulau ini butuh waktu lebih deh

0  
Rachmatulla
Rachmatulla
01 January 2019 at 08:09

Lokasi wisata ini berada di pinggir tebing, Yaa pinggir tebing. Destinasi wisata yang berupa sumber mata air dan pura ini berada di sisi paling dasar tebing di desa . Menurut penjaga setempat, sumber mata air ini satu" nya yang terbesar di Nusa Penida dan sudah dimanfaatkan warga sekitar dari dahulu kala. Hebatnyaorang zaman dulu, mereka membawa air bersih menggunakan bak air dengan cara dipikul melewati pinggiran tebing yang super duper terjal. Mereka membangun jembatan kayu sebagai akses pembantu untuk menuju kesana

0  
Rachmatulla
Rachmatulla
01 January 2019 at 08:08

Dibutuhkan nyali Extra untuk melewati setiap anak tangga yang menempel di sisi tebing, perjalanan selama 30 menit menuruni anak tangga dengan kemiringan hampir 50 derajat ini akan terbayarkan dengan keindahan "Pura Segara Kidul" dan sumber air yang sangat jernih dan dapat kita manfaatkan untuk mandi disana. Pertamaturun mah semangat, tapi setelah melewati beberapa tangga dengan kemiringan extream dijamin bikin dengkul merinding gemeteran.

???? Peguyangan Waterfall, Nusa Penida

@kemenpar @pesonaid_travel @genpi.co #ForumGenPI.co #GiveawayTime


IG : @matullaa

1  
Rachmatulla
Rachmatulla
01 January 2019 at 08:07

Berbagai destinasi yang dijamin sanggup membuatmu mengucapkan "wouww"

0  
Rachmatulla
Rachmatulla
01 January 2019 at 08:05

Menghabiskan waktu liburan akhir tahun ini aku bergegas kembali menuju pulau kecil di sisi tenggara pulau Bali. Yapp Nusa Penida, pulau yang menurutku adalah "The Real Bali". Kenapa aku berani bilang begitu, karena kebudayaan yang masih kental, berbagai destinasi wisata yang masih "perawan" dan kondisi pulau yang lebih sepi daripada Bali besar.

.

Dengan mode super budget dan menekan biaya paling minim, aku bersama salah satu temenku berkendara dari Banyuwangi - nusa penida,dan terbukti, 4 hari kita cuma habis 500rb PP, haha lumayan nih buat hemat

.

Selama 2 hari, hampir separo pulau sudah kita jelajahi. Karena memang menyusuri seluruh destinasi dipulau ini butuh waktu lebih deh

1  
Anonim
Anonim
01 January 2019 at 08:03

Menghabiskan waktu liburan akhir tahun ini aku bergegas kembali menuju pulau kecil di sisi tenggara pulau Bali. Yapp Nusa Penida, pulau yang menurutku adalah "The Real Bali". Kenapa aku berani bilang begitu, karena kebudayaan yang masih kental, berbagai destinasi wisata yang masih "perawan" dan kondisi pulau yang lebih sepi daripada Bali besar.
.
Dengan mode super budget dan menekan biaya paling minim, aku bersama salah satu temenku berkendara dari Banyuwangi - nusa penida,dan terbukti, 4 hari kita cuma habis 500rb PP, haha lumayan nih buat hemat
.
Selama 2 hari, hampir separo pulau sudah kita jelajahi. Karena memang menyusuri seluruh destinasi dipulau ini butuh waktu lebih deh  hari, berbagai destinasi yang dijamin sanggup membuatmu mengucapkan "wouww"  hingga diem frozen dan melonggo pun tersebar di seluruh pulau. Sebut saja di sini, "Peguyangan Waterfall"
.
Lokasi wisata ini berada di pinggir tebing, Yaa pinggir tebing. Destinasi wisata yang berupa sumber mata air dan pura ini berada di sisi paling dasar tebing di desa . Menurut penjaga setempat, sumber mata air ini satu" nya yang terbesar di Nusa Penida dan sudah dimanfaatkan warga sekitar dari dahulu kala.
.
Hebatnya orang zaman dulu, mereka membawa air bersih menggunakan bak air dengan cara dipikul melewati pinggiran tebing yang super duper terjal. Mereka membangun jembatan kayu sebagai akses pembantu untuk menuju kesana.
.
Dibutuhkan nyali Extra untuk melewati setiap anak tangga yang menempel di sisi tebing, perjalanan selama 30 menit menuruni anak tangga dengan kemiringan hampir 50 derajat ini akan terbayarkan dengan keindahan "Pura Segara Kidul" dan sumber air yang sangat jernih dan dapat kita manfaatkan untuk mandi disana.
.
Pertama turun mah semangat, tapi setelah melewati beberapa tangga dengan kemiringan extream dijamin bikin dengkul merinding gemeteran.
.
🚩 Peguyangan Waterfall, Nusa Penida
.
@kemenpar @pesonaid_travel @genpi.co #ForumGenPI.co #GiveawayTime
.
.
IG : @matullaa

1  
Anonim
Anonim
01 January 2019 at 08:02

Menghabiskan waktu liburan akhir tahun ini aku bergegas kembali menuju pulau kecil di sisi tenggara pulau Bali. Yapp Nusa Penida, pulau yang menurutku adalah "The Real Bali". Kenapa aku berani bilang begitu, karena kebudayaan yang masih kental, berbagai destinasi wisata yang masih "perawan" dan kondisi pulau yang lebih sepi daripada Bali besar.
.
Dengan mode super budget dan menekan biaya paling minim, aku bersama salah satu temenku berkendara dari Banyuwangi - nusa penida,dan terbukti, 4 hari kita cuma habis 500rb PP, haha lumayan nih buat hemat
.
Selama 2 hari, hampir separo pulau sudah kita jelajahi. Karena memang menyusuri seluruh destinasi dipulau ini butuh waktu lebih deh  hari, berbagai destinasi yang dijamin sanggup membuatmu mengucapkan "wouww"  hingga diem frozen dan melonggo pun tersebar di seluruh pulau. Sebut saja di sini, "Peguyangan Waterfall"
.
Lokasi wisata ini berada di pinggir tebing, Yaa pinggir tebing. Destinasi wisata yang berupa sumber mata air dan pura ini berada di sisi paling dasar tebing di desa . Menurut penjaga setempat, sumber mata air ini satu" nya yang terbesar di Nusa Penida dan sudah dimanfaatkan warga sekitar dari dahulu kala.
.
Hebatnya orang zaman dulu, mereka membawa air bersih menggunakan bak air dengan cara dipikul melewati pinggiran tebing yang super duper terjal. Mereka membangun jembatan kayu sebagai akses pembantu untuk menuju kesana.
.
Dibutuhkan nyali Extra untuk melewati setiap anak tangga yang menempel di sisi tebing, perjalanan selama 30 menit menuruni anak tangga dengan kemiringan hampir 50 derajat ini akan terbayarkan dengan keindahan "Pura Segara Kidul" dan sumber air yang sangat jernih dan dapat kita manfaatkan untuk mandi disana.
.
Pertama turun mah semangat, tapi setelah melewati beberapa tangga dengan kemiringan extream dijamin bikin dengkul merinding gemeteran.
.
🚩 Peguyangan Waterfall, Nusa Penida
.
@kemenpar @pesonaid_travel @genpi.co #LombaCeritaLiburanAkhirDanAwalTahun, #PesonaCeritaLiburanAkhirDanAwalTahun, #CeritaLiburanAkhirDanAwalTahun,  #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia, #PesonaCeritaAkhir2018Awal2019 #explorebali #nusapenida #peguyangan ForumGenPI.co #GiveawayTime

0  
Anonim
Anonim
31 December 2018 at 19:33

Dari tepi pantai, menyusuri lembah dan naik ke puncak gunung selama 2 hari.

Di keheningan malam handphone (HP) begetar tanda Direct Message (DM) dari teman yang dulu pernah saya antar ke ranu kumbolo gunung semeru. Dalam pesan singkat tersebut dia minta antar ke tempat wisata di malang raya.
Tanpa pikir panjang saya pun mengiyakannya, tetapi kendala di kendaraan. Malam itu juga menghubungi lima rental motor di malang dan kelima rental motor mengabarkan kosong, setelah hubungi sana-sini ada motor saudara yang bias digunakan.
Pagi hari Sabtu 29 Desember 2018, kami berangkat dari ibu kota malang menuju pantai banyu anjlok di kabupaten malang, perjalan mulus tanpa kendala di jalan. Setelah datang kelokasi kami harus masuk ke hutan menuju air terjun yang berada persis di pinggir laut. Perjalan menuju ke air terjun melewati kebun pisang warga dan jalan yang di lalui adalah tebing, jika kepeleset bias terjun bebas kejurang.
Dipertengan jalan motor metic yang kami naiki mati mesin dan gak bias di hidupkan lagi karena jalannya yang turun naik dan masih jalan tanah. Motor kami tinggalkan di sebuah pos peristirahan kami melanjutkan jalan kaki sekitar satu jam.
Tiba dilokasi air terjun atau akrab disebut banyu anjlok (air tumpah), di lokasi hanya kami berdua dan tidak ada satupun orang yang berwisata, serasa tempat tersebut milik pribadi. Kondisi gelombang yang tinggi tidak memungkinkan untuk bersenang-senang dengan air laut.
Setelah satu jam menghilangkan penat dan menikmati pemandangan kami memungut sampah dilokasi dan jalan menuju pulang. Di perjalanan barulah terdapat delapan orang wisatawan menuju banyu anjlok. Datang ke pos, Alhamdulillah motor masih ada dengan kondisi baik, dan motor bias hidup kembali tetapi begitu datang ke jalan raya kami menghampiri bengkel motor untuk di perbaiki agar tidak mengalami kendala di jalan.
Waktu sudah sore, kami langsung menuju coban sewu (air terjun seribu) sekitar satu jam dari pintu gerbang pantai banyu anjlok. Setelah bayar tiket masuk kami harus jalan kaki menuju lokasi sekitar lima belas menit menuju lokasi. Di coban sewu terdapat banya wisatawan lokal. Sambil menikmati suara air terjun dan bebunyiaan binatang dari hutan pikiranpun serasa segar dan seolah-olah tiada beban.
Setelah asyi foto kami kembali ke lokasi parker, begitu datang langsung bercengkrama dengan pengunjung yang sedang menikmati kopi lokal dan dapat salak gratis dari warga. Selesai sholat magrib kami melanjutkan perjalan menuju puncak B29 (Bromo 2.900 meter diatas permukaan laut).
Perjalan menuju B29 kami harus melewati jalan raya yang persis di tepi jurang dengan kondisi tidak memiliki lampu jalan dan tidak ada rumah penduduk. Perjalan tersebut sekitar satu jam, area tersebut terkenal dengan begal. Agar terhindar dari begal warga sekitar menyarankan untuk melewati jalur tersebut pengguna sepeda motor untuk tidak menggunakan helm agar terlihat warga sekitar. Tetapi kami tidak mengikut anjuran tersebut karena di bawah jam delan malam, jika atas jam delapan malam daerah tersebut sepi dari lalu lalang kendaraan.
Datang di kota lumajang, sepanjang jalan penuh dengan organisasi pemuda yang sedang gerak jalan tradisional candipuro (candil8) hamper satu jam kami melalui rombongan candil8 yang tumpah ruah di jalan.
Sebelum berangkat ke lokasi puncak B29 kami makan malam di sebuah warung barokah sekitar satu jam dari pintu gerbang puncak B29. Warung tersebut sering didatangi oleh wisatawan Puncak B29 karena bias nginap, mandi, dan makannya enak, harga juga ramah dikantong.
Setelah tidur kami melanjutkan perjalan jam tiga subuh kelokasi, datang kelokasi rest area kami melanjutkan jalan kaki menuju puncak. Dipertengan jalan ojek menawarkan jasa, yang seharusnya ojek dengan biaya seratus lima puluh ribu kami baru naik dengan harga empat puluh ribu.
Datang di puncak disambut dengan kabut lembut, tak dapat pemandangan apapun kecuali sekeliling kabut. Kami hanya menunggu keberuntungan dari sang maha kuasa, semoga di siang hari kabutnya menipis dan pemandangan indah dari puncak B29 terlihat jelas.
Dari jam lima subuh sampai jam sepuluh pagi kami ditemani kopi tanpa gula dan api unggun yang dibuat oleh warga kondisi tetap saja kabut. Kami pun memutuskan untuk pulang dengan jalan kaki sekitar dua jam, dan ketika pulang di sambut dengan hujan sepanjang jalan.
Akhir tahun yang dramatis banyak hal-hal yang menjadi kendala tetapi ketenangan hati ketika di alam membuat bibir selalu ingin tersenyum. Perjalan dua hari dari tanggal 29-30 Desember 2018.

#LombaCeritaLiburanAkhirDanAwalTahun #PesonaCeritaLiburanAhirDanAwalTahun #CeritaLiburanAhirDanAwalTahun #pesonaIndonesia #WonderfullIndonesia #forumgenpico #giveawaytime #genpico

IG : @nurahmad_ning

1  
Anonim
Anonim
31 December 2018 at 19:31

Dari tepi pantai, menyusuri lembah dan naik ke puncak gunung selama 2 hari.

Di keheningan malam handphone (HP) begetar tanda Direct Message (DM) dari teman yang dulu pernah saya antar ke ranu kumbolo gunung semeru. Dalam pesan singkat tersebut dia minta antar ke tempat wisata di malang raya.
Tanpa pikir panjang saya pun mengiyakannya, tetapi kendala di kendaraan. Malam itu juga menghubungi lima rental motor di malang dan kelima rental motor mengabarkan kosong, setelah hubungi sana-sini ada motor saudara yang bias digunakan.
Pagi hari Sabtu 29 Desember 2018, kami berangkat dari ibu kota malang menuju pantai banyu anjlok di kabupaten malang, perjalan mulus tanpa kendala di jalan. Setelah datang kelokasi kami harus masuk ke hutan menuju air terjun yang berada persis di pinggir laut. Perjalan menuju ke air terjun melewati kebun pisang warga dan jalan yang di lalui adalah tebing, jika kepeleset bias terjun bebas kejurang.
Dipertengan jalan motor metic yang kami naiki mati mesin dan gak bias di hidupkan lagi karena jalannya yang turun naik dan masih jalan tanah. Motor kami tinggalkan di sebuah pos peristirahan kami melanjutkan jalan kaki sekitar satu jam.
Tiba dilokasi air terjun atau akrab disebut banyu anjlok (air tumpah), di lokasi hanya kami berdua dan tidak ada satupun orang yang berwisata, serasa tempat tersebut milik pribadi. Kondisi gelombang yang tinggi tidak memungkinkan untuk bersenang-senang dengan air laut.
Setelah satu jam menghilangkan penat dan menikmati pemandangan kami memungut sampah dilokasi dan jalan menuju pulang. Di perjalanan barulah terdapat delapan orang wisatawan menuju banyu anjlok. Datang ke pos, Alhamdulillah motor masih ada dengan kondisi baik, dan motor bias hidup kembali tetapi begitu datang ke jalan raya kami menghampiri bengkel motor untuk di perbaiki agar tidak mengalami kendala di jalan.
Waktu sudah sore, kami langsung menuju coban sewu (air terjun seribu) sekitar satu jam dari pintu gerbang pantai banyu anjlok. Setelah bayar tiket masuk kami harus jalan kaki menuju lokasi sekitar lima belas menit menuju lokasi. Di coban sewu terdapat banya wisatawan lokal. Sambil menikmati suara air terjun dan bebunyiaan binatang dari hutan pikiranpun serasa segar dan seolah-olah tiada beban.
Setelah asyi foto kami kembali ke lokasi parker, begitu datang langsung bercengkrama dengan pengunjung yang sedang menikmati kopi lokal dan dapat salak gratis dari warga. Selesai sholat magrib kami melanjutkan perjalan menuju puncak B29 (Bromo 2.900 meter diatas permukaan laut).
Perjalan menuju B29 kami harus melewati jalan raya yang persis di tepi jurang dengan kondisi tidak memiliki lampu jalan dan tidak ada rumah penduduk. Perjalan tersebut sekitar satu jam, area tersebut terkenal dengan begal. Agar terhindar dari begal warga sekitar menyarankan untuk melewati jalur tersebut pengguna sepeda motor untuk tidak menggunakan helm agar terlihat warga sekitar. Tetapi kami tidak mengikut anjuran tersebut karena di bawah jam delan malam, jika atas jam delapan malam daerah tersebut sepi dari lalu lalang kendaraan.
Datang di kota lumajang, sepanjang jalan penuh dengan organisasi pemuda yang sedang gerak jalan tradisional candipuro (candil8) hamper satu jam kami melalui rombongan candil8 yang tumpah ruah di jalan.
Sebelum berangkat ke lokasi puncak B29 kami makan malam di sebuah warung barokah sekitar satu jam dari pintu gerbang puncak B29. Warung tersebut sering didatangi oleh wisatawan Puncak B29 karena bias nginap, mandi, dan makannya enak, harga juga ramah dikantong.
Setelah tidur kami melanjutkan perjalan jam tiga subuh kelokasi, datang kelokasi rest area kami melanjutkan jalan kaki menuju puncak. Dipertengan jalan ojek menawarkan jasa, yang seharusnya ojek dengan biaya seratus lima puluh ribu kami baru naik dengan harga empat puluh ribu.
Datang di puncak disambut dengan kabut lembut, tak dapat pemandangan apapun kecuali sekeliling kabut. Kami hanya menunggu keberuntungan dari sang maha kuasa, semoga di siang hari kabutnya menipis dan pemandangan indah dari puncak B29 terlihat jelas.
Dari jam lima subuh sampai jam sepuluh pagi kami ditemani kopi tanpa gula dan api unggun yang dibuat oleh warga kondisi tetap saja kabut. Kami pun memutuskan untuk pulang dengan jalan kaki sekitar dua jam, dan ketika pulang di sambut dengan hujan sepanjang jalan.
Akhir tahun yang dramatis banyak hal-hal yang menjadi kendala tetapi ketenangan hati ketika di alam membuat bibir selalu ingin tersenyum. Perjalan dua hari dari tanggal 29-30 Desember 2018.

#LombaCeritaLiburanAkhirDanAwalTahun #PesonaCeritaLiburanAhirDanAwalTahun #CeritaLiburanAhirDanAwalTahun #pesonaIndonesia #WonderfullIndonesia

2  
Yustino Armend Wigoeno
Yustino Armend Wigoeno
30 December 2018 at 09:57

Di penghujung tahun 2018 yang bersamaan dengan liburan natal banyak tempat tempat wisata yang dipadati oleh wisatawan yang ingin berlibur untuk menikmati longweekend dan merehatkan pikiran karena penat dan memenangkan diri karena sibuknya pekerjaan dipenghujung tahun, untuk liburan kali ini saya kedatangan saudara dari malaysia yang ingin berlibur ke banyuwangi, sekalian mencoba penerbangan baru Kuala Lumpur Banyuwangi karena pada tanggak 19 Desember 2018 banyuwangi resmi

0  
Yustino Armend Wigoeno
Yustino Armend Wigoeno
30 December 2018 at 09:53

Di penghujung tahun 2018 yang bersamaan dengan liburan natal banyak tempat tempat wisata yang dipadati oleh wisatawan yang ingin berlibur untuk menikmati longweekend dan merehatkan pikiran karena penat dan memenangkan diri karena sibuknya pekerjaan dipenghujung tahun, untuk liburan kali ini saya kedatangan saudara dari malaysia yang ingin berlibur ke banyuwangi, sekalian mencoba penerbangan baru Kuala Lumpur Banyuwangi karena pada tanggak 19 Desember 2018 banyuwangi resmi

0  
Yustino Armend Wigoeno
Yustino Armend Wigoeno
30 December 2018 at 09:51

Di penghujung tahun 2018 yang bersamaan dengan liburan natal banyak tempat tempat wisata yang dipadati oleh wisatawan yang ingin berlibur untuk menikmati longweekend dan merehatkan pikiran karena penat dan memenangkan diri karena sibuknya pekerjaan dipenghujung tahun, untuk liburan kali ini saya kedatangan saudara dari malaysia yang ingin berlibur ke banyuwangi, sekalian mencoba penerbangan baru Kuala Lumpur Banyuwangi karena pada tanggak 19 Desember 2018 banyuwangi resmi

1  
Aulia
Aulia
29 December 2018 at 09:28

Akun instagram @elsaul10_

0  
Aulia
Aulia
29 December 2018 at 09:27

Akun instagram @aul_lia10


0  
Aulia
Aulia
29 December 2018 at 09:25

Akhir 2018, pengalaman yang begitu berkesan. Ini kali pertama aku menjajakkan kaki disini, reruntuhan bagunan dan tanah terbelah sana sini. Tanah Kaili, bahkan setelah porak poranda akibat bencana, namun pesonanya tak pernah sirna. Kabupaten Sigi, tepatnya di Desa Rogo, disinilah tempat liburan terakhirku. Masyarakatnya teramat ramah hingga membuat siapapun betah. Sepanjang jalan menuju Desa ini aku disuguhi hamparan sawah, pohon-pohon kelapa yang berjejer rapi, juga deretan pegunungan yang membuat sempurna keindahannya. Tak hanya keindahannya yang mampu membius mata, kearifan lokal masyarakatnya pun juga tak kalah mempesona, seperti alat angkut dengan tenaga tenaga sapi yang kami naiki untuk berkeliling desa, juga proses pembuatan minyak kelapa yang baru pertama ku temui disini.


Sebagian masyarakat di desa ini juga mengembangkan tanaman coklat dan kelapa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, saat berkunjung kesini aku disuguhi pemandangan pohon coklat dan kelapa dimana-mana, bahkan diberi secara cuma-cuma sama pemiliknya, hingga hampir setiap hari selama disini aku bisa menikmati daging buah coklat dan es kelapa muda gratis.

Desa rogo adalah salah satu desa dataran tinggi, hingga tak heran banyak ditemui pegunungan. Untuk bisa menikmati suasana ketinggian, tak perlu memakan waktu berjam-jam, karena letaknya yang sangat dekat dengan pemukiman penduduk. Dari atas pegunungan, aku dan beberapa teman disuguhi pemandangan sawah dan ribuan pohon kelapa, yang membuat kami berat untuk beranjak dari sini. Tak jauh dari desa ini terdapat air terjun yang masih alami dan belum banyak diketahui wisatawan, letaknya tepat dibelakang sekolah tinggi teologi, air yang sejuk ditambah rindangnya pepohonan membuat betah berlama-lama disini. Namun sayang, saat kami kesini tak tepikir untuk mengabadikan keindahannya, karena terlalu larut bermain dan menikmati kesejukan airnya.

Pasar tradisional di desa ini juga tak kalah mengagumkan, suasana pasarnya tak jauh beda dari penampakan pasar tradisional dindesa-desa tradisional lainnya seperti yang sering ku lihat di televisi, bangunannya pun masih sangat sederhana. Banyak jajanan dan makanan tradisional yang dijual disini dengan harga yang sangat terjangkau pastinya, sampai membuat ku kalap mata, dan ingin membeli semuanya.

Penduduk disini sangat suka mengkonsumsi makanan pedas dan bersantan, seperti sayur daun kelor, sup jagung yang saya lupa namanya, dan tumis bunga pepaya yang tak ada sama sekali rasa pahitnya. Kesemuanya sangat menggugah selera saya. Tak hanya itu, puding jagung gula merahnya juga tak kalah enak, rasanya manis dan sangat lembut saat masuk kemulut. Ah lama-lama disini, bisa-bisa timbangan ku bertambah haha

Desa ini letaknya tak begitu jauh dari kota, kurang lebih memakan waktu 40 hingga 60 menit sudah bisa sampai disini, namun setelah bencana perjalanan untuk menjangkau desa ini jadi semakin lama, bisa memakan waktu sampai 1,5 jam. Owh iya, setiap hari juga banyak angkot tujuan kota Palu dari sini, dengan tarif 10.000 per orang, murah bukan...

Sebelum kembali ke Kalimantan, aku dan beberapa teman mengunjungi tempat wisata yang jaraknya berpuluh-puluh kilometer dari Desa ini, sebuah pantai yang meski porak poranda setelah diterjang bencana, namun keindahannya masih mampu membius mata. Donggala, si kota wisata tinggal cerita "begitu aku menyebutnya". Seperti namanya "kota wisata" kota ini memiliki pantai sebagai wisata andalannya, setelah bencanapun pantai donggala nampak sangat indah, pasirnya yang putih paket lengkap dengan airnya yang biru, meskipun begitu tak banyak yang berani mengunjunginya kembali, setelah bencana yang menghampirinya tentunya. Aku pun demikian, perasaan takut saat berkunjung kesini tentu masih ada. Hingga tak sampai berlama-lama, akhirnya kami memutuskan untuk kembali.

Aku akan kembali, entah rinduku atau ragaku
i love live"

1  
Anonim
Anonim
28 December 2018 at 17:10

Tidak Terasa tinggal menghitung hari kita sudah memasuki awal tahun ya teman-teman, bagaimana liburan kalian? Semoga menyenangkan ya ☺️🙏 bicara tentang liburan akhir tahun tentunya sangat menyenangkan dapat pergi ke tempat-tempat yang indah dan menarik dari pada hanya diam di rumah saja kan? 😁  Liburan akhir tahun kali ini beta (saya) habiskan bersama beberapa saudara dan sahabat yang datang dari luar pulau timor yaitu dari sabu , rote dan Flores, berikut lokasi wisata yang kami kunjungi selama liburan.

-Hari pertama kami mengunjungi 2 objek wisata yang pertama adalah wisata gunung batu fatuleu letaknya berada di desa nunsaen kecamatan fatuleu tengah, tempat ini memiliki pesona alam yang indah dan gugusan batu karang yang menjulang tinggi tempat ini sangat cocok buat kalian yang punya hobi panjat tebing 😊 berikutnya kami pergi ke pantai mata air yang terletak di desa mata air, Kabupaten Kupang. Pantai ini sangat Recomended karna memiliki pesona sunset yang indah loh teman-teman, rasanya cukup untuk memanjakan diri setelah seharian traveling 😊
-Hari kedua kami akan pergi mengunjungi beberapa tempat yang menarik di selatan pulau timor, meskipun perjalanannya jauh tapi untuk sebuah keindahan, mengapa tidak? 😁
Perjalanan ini kami tempuh sekitar 150km dari kota kupang  dengan sepeda motor tujuan kami adalah istana raja amanatun, air terjun noelnela, bukit Fatu ulan dan terakhir desa adat Boti . Liburan akhir tahun kali sangat berkesan buat kami, kami bersyukur memiliki keindahan alam yang indah juga budaya yang unik. Ayo kita promosikan pariwisata yang ada di Indonesia teman-teman agar makin dikenal dunia 😊 salam pariwisata dan selamat menikmati liburan akhir tahun kalian 🙏

@hydenbarista30
#GiveawayTime #ForumGenPi.co

1  
Anonim
Anonim
28 December 2018 at 16:03

Tidak Terasa tinggal menghitung hari kita sudah memasuki awal tahun ya teman-teman, bagaimana liburan kalian? Semoga menyenangkan ya ☺️🙏 bicara tentang liburan akhir tahun tentunya sangat menyenangkan dapat pergi ke tempat-tempat yang indah dan menarik dari pada hanya diam di rumah saja kan? 😁  Liburan akhir tahun kali ini beta (saya) habiskan bersama beberapa saudara dan sahabat yang datang dari luar pulau timor yaitu dari sabu , rote dan Flores, berikut lokasi wisata yang kami kunjungi selama liburan.

-Hari pertama kami mengunjungi 2 objek wisata yang pertama adalah wisata gunung batu fatuleu letaknya berada di desa nunsaen kecamatan fatuleu tengah, tempat ini memiliki pesona alam yang indah dan gugusan batu karang yang menjulang tinggi tempat ini sangat cocok buat kalian yang punya hobi panjat tebing 😊 berikutnya kami pergi ke pantai mata air yang terletak di desa mata air, Kabupaten Kupang. Pantai ini sangat Recomended karna memiliki pesona sunset yang indah loh teman-teman, rasanya cukup untuk memanjakan diri setelah seharian traveling 😊
-Hari kedua kami akan pergi mengunjungi beberapa tempat yang menarik di selatan pulau timor, meskipun perjalanannya jauh tapi untuk sebuah keindahan, mengapa tidak? 😁
Perjalanan ini kami tempuh sekitar 150km dari kota kupang  dengan sepeda motor tujuan kami adalah istana raja amanatun, air terjun noelnela, bukit Fatu ulan dan terakhir desa adat Boti . Liburan akhir tahun kali sangat berkesan buat kami, kami bersyukur memiliki keindahan alam yang indah juga budaya yang unik. Ayo kita promosikan pariwisata yang ada di Indonesia teman-teman agar makin dikenal dunia 😊 salam pariwisata dan selamat menikmati liburan akhir tahun kalian 🙏

@hydenbarista30

2  
Ifan bagus
Ifan bagus
27 December 2018 at 18:23

pada saat liburan kuliah saya pulang ke kampung halaman di temanggung,dan saat itu saya pergi ke kebun kopi melihat perkembangan kopi di sebuah kebun,dan selanjutnya saya melihat seseorang yang mencari makanan buat hewan peliharaannya,dan beberapa anak lagi mandi di sebuah sungai di dekat kampung dan saya membayangkan "dulu saya juga pernah seperti itu" ucap saya.dan suatau hari saya pergi jalan jalan ke sebuah danau yang dinamai "TELAGA MENJER" di Wonosobo. saya dan teman teman pun menaiki perahu kecil yang disediakan ,untuk bisa menaikinya hanya membayar Rp.20.000 saja bisa berkeliling danau tersebut dan melihat keindahan dan merasakan kesejukan.

hari selanjutnya saya menuju ke sebuah hutan pinus yang berada di ngadirejo,temanggung,tempat ini cocok buat kalian yang suka mencari spot buat hunfot di sana juga disajikan sebuah kedai kopi khas temanggung yang bercita rasa dan beraroma kelas dunia,kalo ke temanggung jangan sampai gak mampir lo yaa.Setelah itu saya pergi ke sebuah tampungan air yang dinamakan embung kledung,dulunya sih bukan wisata sekedar teampungan air untuk kepentingan petani sekitar,namun keindahan alamnya yang bagus maka dijadikan tempat wisata.Harga tiket masuknya pun murah meriah hanya Rp.5000 termasuk parkir sepeda motor dan untuk mobil pun Rp.7000.

Dan hari selanjutnya saya mengunjungi sebuah event yang dinamakan Ngadirejo Nature Festival di sana saya disajikan sebuah kesenian tradisional yang bernama jaran kepang/kuda lumping,dan tari yang lainnya,untuk penutupnya pun kita menyalakan lilin bersama.Terimakasih.

IG : ivan_eldirck

1  

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila