Apakah Yayan dan Cecep Akan Muncul di John Wick 4? Bisa Jadi!

Potongan adegan film John Wick 3
Potongan adegan film John Wick 3

GenPI.co — Mungkin masih terlalu dini untuk membicarakan munculnya kembali Pencak Silat yang dimainkan Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman dalam film John Wick selanjutnya. Namun juga tidak ada salahnya untuk membicarakan kemungkinan itu. Karena dalam semesta John Wick, semuanya mungkin, 50-50. Tidak ada teman, tidak ada lawan, hanya ada kepentingan, dan bila kepentingan itu adalah mengenai meraih penonton yang banyak, maka jumlah penduduk Indonesia akan menjadi pertimbangan.

Yayan dan Cecep tampil dalam skena pertarungan mereka sendiri melawan John Wick, tepat sebelum pertarungan final John Wick melawan setan gundul (John Wick sendiri disamakan dengan setan mengerikan dalam budaya Eropa Timur). Pertarungan yang seru, menumpahkan darah, memecahkan kaca, dan mematahkan beberapa tulang. Tapi, ada sesuatu yang menarik, tidak ada yang mati. 

Meletakkan dua assassin pengguna silat di ujung film, menjelang klimaks, bisa dianggap sebagai pujian bagi dunia bela diri tanah air yang diberikan oleh para penulis skenario Parabellum. Terima kasih. Mungkin ini adalah cara mereka untuk mengucapkan terima kasih kepada silat Indonesia yang telah membuat John Wick sukses luar biasa seperti saat ini. 

Mundur ke tahun 2012, industri film barat terguncang oleh sebuah film aksi dari negara dunia ketiga. Alih-alih hanya mengumbar peluru seperti Rambo atau pertarungan bersih seperti Jet Li, film ini malah banyak mengumbar pertarungan brutal, berbagai senjata tajam digunakan, semua bagian tubuh menghantam semua bagian tubuh lainnya, persendian terlepas, tulang patah disana sini, dan darah menghiasi setiap dinding yang muncul di film itu. 

Saking kerennya, sampai The Guardian menyebut bahwa film ini telah membuat malu film aksi produksi barat. Film apakah itu sehingga laman penyinyir film seperti rotten tomatoes pun memberinya nilai 93%?

Ya, The Raid: Redemption. 

Indonesia mengeluarkan hal yang terbaiknya dari dirinya dalam film The Raid. Ini adalah film yang khusus menyajikan aksi dari awal sampai akhir, nyaris tanpa dialog. para pemerannya berkomunikasi menggunakan peluru, pisau, golok, dan semua benda yang mereka bisa mereka jangkau, genggam, dan ayunkan ke lawan. Tidak ada latar belakang lain, tidak ada situasi pegunungan yang memukau, atau pantai yang indah. Tidak ada juga rentang waktu yang panjang, film dimulai sebuah pertemuan di awal mei dan berakhir dengan perpisahan di ujung agustus, tidak ada. Film ini hanya berlatar belakang sebuah bangunan kusam berlantai 15 dan menceritakan sebuah penyerbuan yang berlangsung kurang dari satu hari. Singkat, jelas, padat, dan penuh aksi. 


Film ini meraih begitu banyak pujian, bahkan dari para pengamat yang paling julid dan sinis. The Ringer bahkan menyebut The Raid adalah film aksi paling berpengaruh di dekade ini. Dan pengaruh The Raid pada film aksi Hollywood akhirnya muncul dalam bentuk terbaiknya pada tahun 2014, berupa John Wick. 


Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS