Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

LIPUTAN KHUSUS

Saran Dokter Paru-Paru Agar Tak 'Mati Cepat' Sebab Polusi Jakarta

Rapor merah kualitas udara Ibu Kota
Dokter spesialis paru-paru dari Divisi Respirologi dan Penyakit Kritis Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran UI RSCM, dr. Telly Kamelia (Foto : Rizal/GenPI.co)
Dokter spesialis paru-paru dari Divisi Respirologi dan Penyakit Kritis Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran UI RSCM, dr. Telly Kamelia (Foto : Rizal/GenPI.co)

GenPi.co - Polusi udara memiliki berbagai efek negatif bagi kesehatan, khususnya bagi paru-paru. Dokter spesialis paru-paru dari Divisi Respirologi dan Penyakit Kritis Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran UI RSCM, dr. Telly Kamelia menjelaskan bahwa polusi udara mengandung debu dan sejumlah partikel berbahaya lainnya, seperti mikroba dan kuman penyebab penyakit. Jika dihirup dalam jangka waktu yang terus-terus menerus dapat menyebabkan sejumlah penyakit para paru-paru manusia. 

“Penyakit yang disebabkan oleh polusi udara tersebut pasti gejalanya adalah batuk. Paling awal gejalanya adalah infeksisaluran nafas atas seperti batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, gatal pada tenggorokannya, dan pada akhirnya nanti akan masuk pada saluran nafas bawah dan menimbulkan gelaja infeksi saluran bawah, seperti pneumonia,” kata dr. Telly kepada GenPi.co (4/8). 

Selain gejala-gejala yang telah disebutkan, menghirup polusi udara dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan peyakit Paru-paru Obstruktif Kronis (PPOK). 

Baca juga :

Bikin Emosi, Driver Grab Lakukan Pelecehan Elus Paha Penumpangnya

Tengku Zul Sebut Indonesia Impor Ikan Asin Taiwan, Netizen Emosi

Amanda Sampai Nurdin, Ini Arti Nama Kuliner Lokal yang Kocak Abis

“Efek jangka panjangnya bisa menjadi penyakit paru-paru obstruktik kronik (PPOK). Itu adalah suatu penyakit dimana ada hambatan aliran napas, oksigennya tidak akan mengalir 100 persen dari udara. Jadi seperti hambatan saluran nafas dan menyebabkan fungsi paru-paru akan menurun. Gejala awalnya adalah sesak nafas, batuknya akan berbunyi seperti orang asma,” ujarnya. 


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING