Dear Diary

Suatu Hari Nanti Akan Kubuktikan Bahwa Penolakanmu Salah

 Ilustrasi broken home. Foto: bialasiewicz/Elementsenvato
Ilustrasi broken home. Foto: bialasiewicz/Elementsenvato

Hanya pesan ibu yang benar- benar aku ingat. Katanya, aku adalah anak yang sangat berharga karena mahal dilahirkan secara sesar.

"Dari dulu ayah selalu menginginkan anak laki- laki, Ric," ucap ibu sambil mengelus rambutku.

"Kenapa emangnya, Bu?" tanyaku

“Biar bisa diajak pergi mincing. Soalnya ibu sebel banget kalau ayah udah mancing lama banget sampai lupa ibu," jelasnya sambil mengerutkan dahi

“Kalau itu juga ayah kan bisa pergi sama Om Tony. Lagian ada kakak juga,"

loading...

"Beda rasanya kalau pergi sama anak sendiri. Jangan selalu merasa dibandingkan sama kakakmu. Kamu harus tahu, kamu itu mahal, Ric,” kata Ibu.

Dia lantas terdiam sejenak. Ibu mengambil napas dalam-dalam. Sepertinya ada kata yang ingin disusunnya.

“Waktu ibu lagi ngandung kamu, ayah bahkan jauh lebih perhatian dibanding anak pertama. Sampai saat melahirkan dokter kasih tahu kamu lahir harus melalui operasi sesar," cerita ibu


Reporter : Asahi Asry Larasati

Redaktur : Ragil Ugeng

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Rumah Impian Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING