Her World

Beda Standar Di Setiap Budaya, Cantik Nggak Harus Putih Loh!

Adang Adha, pemerhati perilaku media sosial (Foto: Instagram/@adangadha)
Adang Adha, pemerhati perilaku media sosial (Foto: Instagram/@adangadha)

GenPI.co - Banyak orang yang menetapkan standar kecantikan tertentu untuk perempuan, mulai dari kulit putih, tubuh kurus serta kaki yang jenjang. Namun, apakah standar kecantikan tersebut berlaku di semua negara dan budaya?

Lalu apakah perempuan berkulit putih dianggap cantik, kemudian perempuan yang berkulit hitam dianggap tidak cantik?

BACA JUGA: Cantik Harus Putih? Lihat Perempuan Senegal ini

Pemerhati Perilaku Media Sosial, Adang Adha menjelaskan, standar kecantikan di setiap budaya memiliki perbedaan. Namun, ada beberapa pihak yang membuat standar kecantikan tertentu, yang akhirnya dianut oleh masyarakat di sekitarnya.

“Memang ada beberapa pihak yang akhirnya membuat standar kecantikan yang masif, untuk dipengaruhi kepada orang lain melalui iklan, media sosial, dan sebagainya,” kata Adang kepada GenPI.co, Minggu (21/6).

ADVERTISEMENT

Standar kecantikan tertentu bisa dipengaruhi lewat berbagai media, mulai dari iklan, tv, hingga media sosial. Akibatnya, terbentuklah standar kecantikan tertentu, dan orang yang tidak memenuhi standar tersebut dianggap sebaliknya

“Orang bisa mengubah standar kecantikan lewat berbagai media dan mempengaruhi orang yang melihatnya,” papar Adang.

Jadi, kalau yang dilihat lebih banyak orang yang cantik itu adalah orang yang kulit putih, maka terbentuklah standar kecantikan bahwa perempuan cantik adalah yang berkulit putih. Padahal, di budaya atau masyarakat yang berbeda, bisa jadi yang dianggap cantik itu justru yang kulit hitam.


Reporter : Yasserina Rawie

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Musikpedia Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING